Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Pakar UNAIR Ingatkan Risiko Kontaminasi Daging Kurban, Ini Tips Distribusi Aman dan Sehat

Pakar UNAIR Ingatkan Risiko Kontaminasi Daging Kurban, Ini Tips Distribusi Aman dan Sehat

PERISTIWA Ita Nasyi’ah25/05/2026 - 14:38 WIB
Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (UNAIR), Mustofa Helmi Effendi
Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (UNAIR), Mustofa Helmi Effendi

Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, aspek keamanan pangan dalam proses penyembelihan dan distribusi daging kurban kembali menjadi perhatian. Praktik penyembelihan hewan kurban yang masih banyak dilakukan secara tradisional dinilai memiliki potensi risiko kontaminasi apabila tidak disertai standar sanitasi dan penanganan yang tepat.

Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (UNAIR), Mustofa Helmi Effendi, mengingatkan bahwa risiko pencemaran dapat terjadi sejak proses penyembelihan hingga distribusi daging kepada masyarakat.

Menurutnya, salah satu persoalan yang kerap ditemukan adalah kurangnya pemisahan antara daging bersih dan jeroan, sehingga berpotensi memicu kontaminasi silang. Selain itu, peletakan daging di tanah atau alas yang tidak higienis juga dinilai dapat menurunkan kualitas dan keamanan pangan.

Mustofa menjelaskan, regulasi di Indonesia masih memungkinkan proses penyembelihan dilakukan di luar rumah potong hewan (RPH). Kondisi tersebut menyebabkan banyak masyarakat terlibat langsung dalam proses pemotongan, pencacahan, hingga pengulitan tanpa memiliki pemahaman teknis yang memadai terkait sanitasi pangan.

Ia juga menyoroti praktik distribusi daging kurban di masyarakat yang dinilai masih belum sepenuhnya memenuhi standar keamanan pangan. Penggunaan plastik daur ulang atau kantong plastik hitam disebut berisiko meningkatkan kontaminasi pada daging kurban.

Karena itu, masyarakat disarankan menggunakan wadah berbahan food grade untuk menjaga kualitas dan keamanan daging selama proses pembagian. Selain lebih higienis, penggunaan kemasan yang tepat dinilai penting untuk meminimalkan paparan zat berbahaya pada makanan.

Selain distribusi, penyimpanan daging kurban juga memerlukan perhatian khusus. Mustofa menyarankan agar daging dipotong menjadi bagian kecil sebelum disimpan di dalam lemari pendingin maupun freezer. Langkah tersebut dinilai dapat membantu menjaga kualitas daging sekaligus mempermudah proses penyimpanan.

Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa standar keamanan pangan hewani di Indonesia harus mengacu pada prinsip ASUH, yakni aman, sehat, utuh, dan halal. Menurutnya, aspek kehalalan menjadi fondasi utama dalam proses penyembelihan hewan kurban sebelum berbicara mengenai keamanan pangan secara menyeluruh.

Pendampingan dokter hewan saat pemeriksaan antemortem maupun postmortem juga dianggap penting untuk memastikan hewan dan daging yang dihasilkan layak dikonsumsi masyarakat. Edukasi terkait prinsip ASUH, kata dia, perlu terus diperkuat agar pelaksanaan ibadah kurban tidak hanya memenuhi nilai ibadah dan sosial, tetapi juga menghasilkan produk pangan yang aman dan berkualitas.

Dengan penerapan standar penanganan yang tepat, distribusi daging kurban diharapkan dapat berlangsung lebih higienis, aman dikonsumsi, dan mampu menjaga kesehatan masyarakat selama momentum Iduladha. (ita)

daging kurban aman distribusi daging kurban sehat Fakultas Kedokteran Hewan UNAIR Iduladha 2026 keamanan pangan kontaminasi daging kurban Mustofa Helmi Effendi prinsip ASUH tips distribusi daging kurban Unair
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.