Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»SENI BUDAYA»Tradisi Macanan Komunitas HPK Cilacap

Tradisi Macanan Komunitas HPK Cilacap

SENI BUDAYA redaksi03/07/2017 - 11:00 WIB

Komunitas HPK (Himpunan Penghayat Kepercayaan) merupakan himpunan yang dibentuk pemerintah Cilacap guna mewadahi berbagai komunitas kepercayaan leluhur yang ada di daerah tersebut.

Hingga saat ini tercatat lebih dari 30 komunitas kepercayaan yang tetap eksis melangsungkan kegiatannya, salah satunya komunitas HPK Naluri Penyadran Adipala, Cilacap.

Saat ini komunitas HPK Naluri Penyadran menjelma menjadi komunitas mayoritas yang sebelumnya minoritas di Adipala. Komunitas ini sering dikenal dengan sebutan anak putu macanan dengan jumlah anggota lebih banyak dibandingkan dengan yang lain. Selain itu, juga memiliki kegiatan ritual tahunan yang menjadikannya dikenal oleh masyarakat secara meluas.

“Ritual yang paling ditunggu komunitas ini yaitu tradisi nyadran atau nama populer di masyarakat tradisi macanan,”jelas Rofi, mahasiswa Fakultas Filsafat UGM di kampus UGM.

Rofi menyampaikan tradisi macanan merupakan sebuah tradisi napak tilas dalam rangka ziarah makam leluhur yang dipercaya sebagai tokoh pembabad tanah Cilacap, salah satunya Eyang Bonokeling.

Menurut para bedogol atau pimpinan komunitas Naluri Penyadran, tradisi sadran dilaksanakan tiga kali dalam satu tahun menjelang bulan Ramadhan. Penanggalan sistem aboge membuat anggota komunitas mengetahui kapan tradisi tersebut dilakukan setiap tahun.

Terdapat beberapa ritual dalam tradisi ini. Dimulai dari bersuci dilanjutkan doa yang dibarengi dengan membakar dupa atau kemenyan yang telah disiapkan. Kemudian bersih taman secara bergantian.

Setelah itu, melakukan ritual “salam bekti” yaitu saling meminta maaf antara anak putu macanan kepada para bedogol. Setelah keseluruhan ritual selesai, anak putu macanan kembali ke lokasi kumpul di pasemuan dan melakukan selametan.

Melaksanakan penelitian dalam Program Kreativitas Mahasiswa UGM 2017 bersama dengan Mochammad Lathif Amin (Filsafat) dan Novi Widiastuti (FTP), ketiganya berupaya untuk mengkaji lebih jauh nilai-nilai yang terkandung dalam tardisi macanan.

Hasilnya diketahui bahwa tradisi nyadran dianggap sebagai bentuk rasa hormat anak putu kepada leluhur yang telah melaksanakan kegiatan sejak dahulu dan memberikan ajaran-ajaran kepada keturunannya dalam bentuk perilaku.

Disamping hal tersebut, sikap keteladanan dalam melestarikan kebudayaan menjadi salah satu pendorong keturunan anggota komunitas atau yang disebut anak putu macanan untuk terus melanjutkan tradisi dan ajaran nenek moyang. “Ajaran mikul dhuwur mendhem jero menjadi kunci dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat bagi anggota komunitas macanan,” ungkap Rofi melalui Humas UGM.

Pemaknaan ajaran tercermin dalam perilaku di kehidupan keluarga dan masayarakat dengan cara mengangkat derajat orang tua. Selain itu, juga menutup segala bentuk permasalahan yang ada dalam keluarga untuk tidak menjadi bahan konsumsi publik. Pola ajaran inilah membentuk karakter tersendiri antara anak putu macanan dengan masyarakat lainnya yang berada di daerah tersebut.

“Karakter yang kuat pada keturunan komunitas HPK menjadikan komunitas ini tetap eksis dan berkembang semakin pesat di tengah derasnya arus globalisasi,” ujarnya.

Rofi berharap hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangsih bagi pendidikan karakter bangsa. Ajaran dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi macanan diharapkan dapat memberikan stimulus baru semangat mikul dhuwur mendhem jero dalam pendidikan karakter bangsa untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Reog Purbaya Surabaya Raih Juara 3 Nasional FNRP 2026, Lampaui Target dan Harumkan Kota Pahlawan

16/06/2026 - 12:59 WIB

Reog Purbaya Surabaya Tampil Memukau di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Bidik Posisi Lima Besar

14/06/2026 - 14:05 WIB

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Meriahkan Hari Guru, KGPS Luncurkan Buku Puisi

01/12/2025 - 11:00 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

GeLORa Wadahi PT Tingkatkan Peran sebagai Pelestari Budaya

14/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.