Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Tur Literasi Jejak Sang Proklamator

Tur Literasi Jejak Sang Proklamator

KOMUNITAS redaksi30/06/2025 - 12:00 WIB

Pemkot Surabaya kembali menggagas pendekatan edukatif kepada generasi muda melalui kegiatan Tur Literasi “Soekarno dan Surabaya”, yang digelar pada 28-29 Juni 2025. Kegiatan ini menyasar pelajar SMA/SMK dari berbagai daerah di Jawa Timur, untuk mengenal lebih dekat sosok Bung Karno melalui lokasi-lokasi historis yang berkaitan dengan perjalanan hidupnya.

Pemerhati sejarah dari komunitas Begandring Soerabaia, Kuncarsono Prasetyo, menegaskan pentingnya memperluas pemahaman generasi muda bahwa Soekarno bukan sekadar tokoh nasional, tetapi juga memiliki keterikatan kuat dengan Kota Pahlawan.

“Surabaya ini penting ya, karena selama ini di mainstream pemikiran kita tentang Soekarno, itu banyak cerita di Blitar, meskipun sebenarnya sudah banyak direvisi,” ujar Kuncar saat mendampingi peserta Tur Literasi di Museum HOS Tjokroaminoto, Jalan Peneleh VII Surabaya, Sabtu (28/06).

Maka dari itu, Kuncar menyambut baik langkah Pemkot Surabaya yang dalam tiga tahun terakhir aktif mengenalkan sosok Bung Karno kepada pelajar, mulai dari tingkat SD hingga SMA. “Tiga tahun terakhir ini, pemkot bikin kegiatan yang melibatkan anak SMA, kemarin SMP dan SD. Itu masif untuk mengenalkan tentang Soekarno dan semangatnya,” jelasnya.

Kuncar pun menyayangkan masih adanya anggapan bahwa Soekarno hanya milik satu golongan. Menurutnya, banyak warga belum mengetahui bahwa Soekarno adalah pribadi yang kompleks, yang menyatukan semangat nasionalisme dan keagamaan dalam satu karakter.

“Kalau kemudian kita jalan-jalan di kawasan Peneleh, kita baru terbuka sadar, bahwa Soekarno ini banyak wajah. Di sisi lain dia memang seorang nasionalis tapi di lain pihak dia juga seorang agamis,” tuturnya.

Oleh sebabnya, Kuncar menggarisbawahi pentingnya kawasan Peneleh Surabaya sebagai situs historis yang sarat makna. Mulai dari rumah kelahiran Bung Karno, rumah HOS Tjokroaminoto, hingga toko buku dan jembatan yang terkait dengan sejarah perjuangannya. Bahkan dua nama anak Soekarno, yakni Guntur dan Megawati, diabadikan sebagai nama jalan di kawasan tersebut.

“Dan itu di periode Soekarno, tahun 1952. Itu unik, karena hanya satu-satunya di Indonesia, karena mungkin begitu cintanya Soekarno terhadap anaknya waktu itu dibuatkan nama jalan,” ungkap Kuncar.

Berkaca dari perjalanan hidup Bung Karno, Kuncar menekankan pentingnya generasi muda memahami bahwa orang besar bisa lahir dari lingkungan sederhana. “Yang harus menjadi pelajaran bersama bahwa orang besar itu lahirnya dari kampung kecil. Tidak perlu kita minder bahwa kita tidak dari keluarga besar, sehingga tidak mungkin menjadi orang besar,” pesan dia.

Karena itu, Kuncar juga mengajak anak muda belajar dari proses hidup Bung Karno yang ditempa di lingkungan rakyat kecil dan tumbuh bersama pemikiran yang dekat dengan kehidupan masyarakat. “Masa lalu itu kan untuk masa depan. Jadi seharusnya anak-anak muda belajar tentang masa lalu untuk dia ke masa depan,” tuturnya.

Menurut dia, kisah hidup Soekarno, baik yang ditulis sendiri maupun oleh orang-orang terdekatnya, bisa menjadi cermin inspiratif bagi generasi muda. “Itu seharusnya menjadi pelajaran kita semuanya anak-anak muda, setidaknya tidak menjadi Soekarno secara letter, tetapi dia akan menjadikan perjalanan hidup Soekarno menjadi inspiratif,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu peserta tur, Muhammad Akshaqian Alfaatih, pelajar asal SMA Negeri 20 Surabaya, mengaku senang karena mendapat banyak wawasan baru dari kegiatan Tur Literassi ini.

“Saya jadi lebih tahu sosok seorang bapak proklamator yang ternyata lahir di Surabaya. Karena fakta itu tidak banyak orang tahu,” ujar Alfaatih.

Ia pun mengungkapkan ketertarikannya untuk mengetahui sisi personal Bung Karno yang jarang dibahas di pelajaran sekolah. “Kehidupan pribadinya, bagaimana lingkungan tempat tinggalnya, selama tinggal di rumah H.O.S Tjokroaminoto atau mungkin di Blitar kampung halamannya,” katanya.

Selain itu, Alfaatih juga mengaku terinspirasi oleh semangat juang dan kemampuan Bung Karno dalam berbicara di depan umum. “Yang ingin diteladani dari Bung Karno adalah semangatnya. Karena saya melihat Bung Karno orang yang sangat semangat, berani dan kemampuan untuk public speaking itu bagus banget,” pungkasnya.

Sebagai diketahui, kegiatan Tur Literasi ini diikuti sekitar 100 pelajar dari berbagai daerah, yakni Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Jombang, dan Kota Blitar. Rangkaian kegiatan diawali dari Rumah Kelahiran Bung Karno, Rumah HOS Tjokroaminoto, SDN Sulung, hingga perjalanan ke Blitar untuk mengunjungi Makam Bung Karno dan Istana Gebang. (ita)

Bung Karno Eri Cahyadi
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.