Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Ubi Porang Bernilai Ekonomis Tinggi

Ubi Porang Bernilai Ekonomis Tinggi

KOMUNITAS redaksi14/07/2017 - 14:00 WIB

Ubi porang merupakan tumbuhan penuh banyak manfaat yang dikembangkan di hutan Jawa Timur. Menurut Lembaga Masyarakat Desa Hutan potensi luas Ubi porang mencapai 1000 ha. Namun sayangnya tanaman ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Untuk itu melalui PKM Kewirausahaan mahasiswa ITS mengubah Ubi porang menjadi bahan bernilai ekonomis tinggi dengan menjadikannya tepung Ubi porang. Sekar Bias Tri Cahyani, Tambroni Ali Bustomi, Prayogo Kuntoro, dan Dini Pertiwi yang menginisiasi ide bisnis ini.

Menurut Ali, melimpahnya jumlah Ubi porang di Jawa Timur merupakan peluang bisnis yang besar. Setelah melewati penelitian selama lima bulan, akhirnya produk tepung Ubi porang pun terealisasi dan siap untuk dipasarkan.

Proses pengolahan Ubi porang menjadi tepung sepenuhnya melalui proses fisik, sehingga produk ini terbebas dari bahan kimia. “Dengan hanya mengandalkan proses fisik, tepung ini benar-benar masih sangat alami,” ujar Ali. Adapun proses fisik yang dilakukan dengan menghancurkan, mengayak, serta menyaring dengan ekstraksi dan enzimatis.

Menurut Ali, tepung Ubi porang ini memiliki kelebihan dibanding produk lain dikarenakan memiliki kandungan glukomanan. Glukomanan sendiri dikenal sebagai senyawa yang sangat dibutuhkan dalam hampir semua produk pangan.

Selain itu glukomanan ini bisa menggantikan peran gluten yang terdapat pada terigu pada umumnya. “Glukomanan ini memiliki kekuatan empat kali gluten,” ujar mahasiswa Departemen Teknik Kimia tersebut, Selasa (11/7) di kampus ITS Surabaya.

Tepung dengan bentuk fisik berwarna putih ini bisa dimanfaatkan untuk pembuatan jelly, puding, mie, bahkan sosis atau nuged. Selain memiliki banyak manfaat, tepung ini juga meningkatkan nilai ekonomis dari Ubi porang yang hanya bekisar Rp 2.500/kg.

Menurut Ali, dengan tepung dengan kadar glukomanan 59,6 persen olahan Ubi porang ini bisa mencapai Rp 350.000/kg. “Tentu saja ini bisa menjadi peluang bisnis yang sangat besar,” tukas Ali.

Melalui PKM ini Ali beserta ketiga rekannya mencoba untuk memasarkan produk tepung Ubi porang secara online, baik melalui website resmi maupun media sosial facebook. Tidak hanya berhenti disitu, Ali berharap kedepannya ia bersama rekan-rekannya dapat menjalin kerjasama dengan indsutri terkait serta dapat menciptakan produk sekunder dari tepung Ubi porang ini. (yul)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.