Unair-BPOM Kerja Sama Inovasi Kesehatan
PERISTIWA

Unair-BPOM Kerja Sama Inovasi Kesehatan

Universitas Airlangga menjalin kerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia. Kerja sama itu dinyatakan dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilaksanakan pada Rabu, (27/11).

Acara yang berlangsung di Aula Amerta Kantor Manajemen Kampus C UNAIR ini dihadiri oleh Rektor UNAIR Prof Dr. Mohammad Nasih bersama jajaran. Serta, Kepala BPOM RI Dr Ir Penny K Lukito.

Dalam pertemuan itu Prof Nasih mengatakan bahwa UNAIR memiliki kontribusi cukup besar bagi bangsa dan negara, khususnya di bidang pengembangan obat dan makanan. UNAIR memiliki banyak peneliti dan ahli yang aktif berinovasi di bidang pengembangan obat.

“Kerja sama antara UNAIR dan BPOM sudah sangat kita tunggu sejak lama dan mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik untuk proses kerja sama ke depan, sehingga bisa berkontribusi untuk bangsa dan negara,” ujar Prof Nasih.

Kemudian, Prof Nasih mengungkapkan bahwa lembaga pendidikan dan penelitian mempunyai keahlian yang berbeda-beda. Tujuannya, menghasilkan formula dan menciptakan suatu produk.

Namun, untuk bisa mendapatkan ijin edar dan beredar luas ke pasaran, masih banyak proses yang harus dilalui.

“Kehadiran BPOM menjadi anugerah tersediri bagi kami. Paling tidak, berbagai upaya pendampingan oleh BPOM dalam rangka melakukan percepatan agar berbagai macam produk inovatif yang UNAIR hasilkan itu bisa diterima oleh masyarakat, serta memberi impact dan manfaat bagi bangsa dan negara secara legal,” jelasnya.

Adanya produk-produk inovasi kesehatan yang dikembangkan oleh UNAIR, Dr Penny mengatakan bahwa kerjasama BPOM dan UNAIR penting dilakukan. Sebab, katanya, BPOM tidak bisa bekerja sendiri karena pentingnya riset dari para intelektual akademisi yang harus terus didorong.

Dr. Penny juga sangat mendukung UNAIR yang selalu ingin mewujudkan hasil-hasil riset untuk menjadi sebuah produk yang inovatif dan beragam dibidang kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan yang ada dan BPOM siap mendampingi.

“Tentunya menjadi kebanggan UNAIR bisa memproduksi produk Stem Cell yang pertama di Indonesia, dan mudah-mudahan bisa berproduksi secara komersil sehingga lebih bermanfaat bagi masyarakat dan kami menunggu produk-produk selanjutnya yang akan dihasilkan,” pungkas Dr Penny.

Usai penandatanganan MoU, Dr Penny beserta rombongan mengunjungi Pusat Pengembangan IPTEK Stem Cell dan Teaching Industry Rumput Laut. Dua produk itu adalah beberapa dari sekian banyak produk unggulan yang dimiliki UNAIR. (ita)