UTBK-SBMPTN 2021, Aman dan Lancar
KOMUNITAS PERISTIWA

UTBK-SBMPTN 2021, Aman dan Lancar

Ujian Tulis Berbasis Komputer – Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK – SBMPTN) Tahun 2021 dilaksanakan secara bertahap mulai 12 April hingga 2 Mei 2021.

Mengenai persiapan dan proses pelaksanaan UTBK – SBMPTN 2021, Ketua Tim Pelaksana LTMPT dan juga Rektor Universitas Airlangga Prof Dr Mohammad Nasih mengatakan secara nasional di hari pertama pelaksanaan UTBK-SBMPTN belum ada kendala yang fatal.

Beberapa kendala ringan disalah satu PTN yakni ada 6 server yang tidak aktif karena belum siap. Selain itu, ada beberapa tempat yang gardu PLN meledak. Namun, intinya, kendala yang ada jumlahnya tidak banyak secara nasional.

Dikatakan untuk pelaksanaan di UNAIR, dengan kesiapan yang dilakukan, sudah disiapkan secara lancar mulai saat masuk, skrining awal, transit peserta, dan masuk ke lokasi ujian semua diatur dengan sangat baik.

Sehingga potensi menghindari kerumunan sudah dilakukan dengan sebaik-baiknya. “Sekali lagi, ini contoh di UNAIR dan kami yakin secara teknis di beberapa tempat mekanisme pelaksanaan dan sistem sudah berjalan dengan baik,” kata Prof Nasih dihadapan awak media pada Senin (12/4).

Perihal potensi terjadinya kecurangan, semua sudah diantisipasi dengan sangat ketat. Misalnya, soal yang baru bisa dibuka satu jam sebelum ujian berlangsung. Sehingga kemungkinan untuk bocor sangat kecil.

“Untuk itu, kalau di medsos ada informasi perihal bocoran ujian itu hoaks atau bahkan soal yang diinformasikan sudah dimodifikasi. Sekali lagi, perihal kebocoran soal kami bisa pastikan tidak terjadi,” tegas Prof Nasih.

Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan pengawasan dan penekanan informasi kepada para pengawas untuk tidak menyalin soal. Pasalnya, biasanya itu yang menjadi sumber kegaduhan, meski tidak keluar di soal berikutnya, tapi kalau sudah masuk medsos bisa bikin gaduh.

“Sekali lagi, kami juga berterima kasih kepada teman-teman media, agar informasi yang baik dari UTBK-SBMPTN seperti ini bisa disebarkan agar pada pelaksanaan hari-hari selanjutnya bisa berjalan dengan baik,” kata Prof Nasih.

Perihal jumlah peserta yanga tidak hadir atau terkendala masih dalam proses rekap oleh panitia. Bahkan hingga saat berita ini dituliskan panitia masih menunggu rekapan dari tim pelaksana yang tersebar dari berbagai daerah. (ita)