Vaksinasi Ponpes dan Rumah Ibadah
KESEHATAN PERISTIWA

Vaksinasi Ponpes dan Rumah Ibadah

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi merdeka Pondok Pesantren (Ponpes) dan Rumah Ibadah di Ponpes Sunan Kalijaga, Jalan Simokalangan No 184, Surabaya, Selasa (07/09). Vaksinasi itu digelar secara serentak di seluruh Indonesia dan dipantau secara virtual oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Jokowi Widodo.

Selain Wali Kota Eri, vaksinasi di Ponpes Sunan Kalijaga juga dihadiri langsung Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan, Danlanud Muljono Kolonel Pnb Moh. Apon, dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya Anton Delianto.

Pada kesempatan itu, Eri mengatakan, vaksinasi merdeka Ponpes dan Rumah Ibadah dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Sementara di Kota Surabaya, pemerintah pusat memberikan sebanyak 4500 dosis vaksin Sinovac. Sedangkan, tenaga kesehatannya didukung oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

“Ini merupakan sinergi antara Polrestabes Surabaya, dan Staf Khusus Presiden RI yang terus membantu untuk menurunkan angka Covid-19 di Kota Surabaya. Hari ini pelaksanaannya serentak, ada di Masjid Agung, ada di gereja, ada di sini juga (Ponpes Sunan Kali Jaga). Total jumlah vaksinnya ada 4500,” kata Eri.

Eri memaparkan, berdasarkan data asesmen situasi Covid-19 yang dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per tanggal 4 September 2021, Kota Surabaya saat ini berada di level 2. Namun, berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri), Surabaya sebagai bagian dari wilayah aglomerasi Surabaya Raya masih berada pada level 3.

“Inilah hebatnya Kota Surabaya. Forkopimda bergotong-royong, bahu-membahu menangani pandemi Covid-19 hingga bisa berada di level 2. Ada mobil vaksin dari Kapolrestabes Surabaya, jumlahnya 22, dalam sehari bisa sekitar 20 ribu orang yang divaksin,” ujarnya.

Meski demikian, Eri menyebut, tanpa doa dari para Kiai dan alim ulama, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya beserta jajaran Forkopimda tidak akan mampu menanggulangi pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, ia secara tulus meminta bantuan doa dari para Kiai dan alim ulama agar Surabaya terbebas dari pandemi Covid-19.

“Sehebat-hebatnya Forkopimda Kota Surabaya, tidak akan menjadi hebat tanpa doa para Kiai dan alim ulama. Saya mohon doanya para Kiai dan alim ulama, Insya Allah diijabah oleh gusti Allah dan Kota Surabaya menjadi kota yang Baldatun Thoyibatun Warobbun Ghofur,” ujarnya. (ita)