Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong alumni Universitas Sebelas Maret (UNS) yang berdomisili di Jawa Timur untuk mengambil peran lebih aktif dalam pembangunan daerah dan nasional. Ajakan tersebut disampaikan dalam forum Konsolidasi Organisasi dan Halal Bihalal Ikatan Alumni (IKA) UNS Jawa Timur yang digelar di Surabaya.
Dalam kesempatan itu, Emil menekankan bahwa kapasitas intelektual, pengalaman profesional, serta jaringan yang dimiliki para alumni UNS merupakan modal penting dalam mendorong kemajuan Jawa Timur. Ia menilai kontribusi alumni tidak terbatas pada sektor pemerintahan, melainkan dapat dilakukan melalui berbagai bidang profesi.
Menurutnya, Jawa Timur sebagai salah satu pusat ekonomi nasional memiliki potensi besar di berbagai sektor strategis, mulai dari industri, pertanian, hingga jasa. Oleh karena itu, keterlibatan sumber daya manusia unggul, termasuk alumni perguruan tinggi, menjadi faktor kunci dalam mempercepat pembangunan.
Emil Dardak juga menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap kehadiran talenta-talenta terbaik dari berbagai latar belakang, termasuk alumni UNS, untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah. Ia menyebut bahwa kontribusi tersebut dapat diwujudkan melalui inovasi, pengabdian masyarakat, maupun penguatan sektor ekonomi.
Peran Alumni di Tengah Dinamika Global
Selain mendorong kontribusi di tingkat daerah, Emil turut menyoroti pentingnya menjaga soliditas nasional di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Ia mengaitkan kondisi geopolitik dunia saat ini dengan tantangan yang membutuhkan respons kolektif dari seluruh elemen bangsa.
Dalam konteks tersebut, alumni UNS diharapkan mampu menjadi agen pemersatu sekaligus motor penggerak perubahan positif di masyarakat. Emil menilai bahwa jejaring alumni yang tersebar di berbagai wilayah dapat menjadi kekuatan strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi.
Ruang Aspirasi dan Kolaborasi
Lebih lanjut, Emil Dardak menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat, termasuk kalangan alumni. Ia menyampaikan bahwa pemerintah membutuhkan masukan konstruktif sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan.
Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa tidak semua masukan dapat langsung diimplementasikan, mengingat kompleksitas kebijakan publik yang melibatkan berbagai aspek dan pertimbangan multidimensi.
Dalam hal ini, Emil mengajak alumni UNS untuk tetap aktif memberikan gagasan, kritik, serta solusi yang membangun. Ia menilai partisipasi tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Kontribusi Nyata untuk Masa Depan
Forum konsolidasi alumni ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas alumni. Emil berharap, kolaborasi yang terbangun tidak berhenti pada forum seremonial, tetapi berlanjut dalam bentuk aksi nyata di lapangan.
Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang beragam, alumni UNS diharapkan mampu menjadi katalisator perubahan, baik di tingkat lokal maupun nasional. Kontribusi tersebut dinilai penting dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks di masa depan.
Melalui penguatan kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, Jawa Timur diharapkan mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kualitas pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (tas)

