Pemerintah Kota Surabaya kembali memberangkatkan jamaah haji tahun 2026. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, secara langsung melepas tiga kelompok terbang (kloter) yakni kloter 50, 51, dan 52 di Hall Muzdalifah, Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Senin (4/5/2026).
Pelepasan ini menjadi bagian dari tahapan awal perjalanan ibadah haji sekaligus momentum bagi pemerintah daerah untuk memastikan kesiapan jamaah, baik dari sisi fisik maupun mental, sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Dalam sambutannya, Eri Cahyadi menekankan pentingnya kebersamaan antarjamaah selama menjalankan ibadah. Ia menilai solidaritas menjadi faktor penting mengingat rangkaian haji menuntut kekompakan dan saling membantu di tengah kondisi yang tidak selalu mudah.
Selain itu, ia juga mengingatkan jamaah untuk menjaga kesehatan dan mematuhi arahan petugas, terutama selama menjalani tahapan ibadah di lokasi-lokasi utama seperti Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Pelayanan Lebih Efisien dan Terstruktur
Usai prosesi pelepasan, para jamaah menjalani serangkaian prosedur administrasi dan kesehatan. Tahapan tersebut mencakup pemeriksaan medis, pembagian dokumen perjalanan seperti paspor dan kartu Nusuk, hingga penempatan kursi penerbangan.
Pelaksanaan layanan tahun ini dinilai mengalami peningkatan signifikan. Sistem pemeriksaan yang dibagi ke dalam beberapa titik serta pengaturan kloter di lokasi berbeda terbukti mampu mengurangi antrean panjang yang kerap terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Eri Cahyadi mengapresiasi peningkatan tersebut. Ia menyebut pelayanan haji kini berjalan lebih cepat, tertata, dan memberikan kenyamanan bagi jamaah. Menurutnya, perbaikan ini tidak lepas dari koordinasi antara pemerintah pusat, panitia penyelenggara, serta petugas di lapangan.
Antisipasi Cuaca Ekstrem di Arab Saudi
Selain aspek pelayanan, perhatian juga diarahkan pada kondisi cuaca di Arab Saudi yang diperkirakan cukup ekstrem. Suhu udara saat musim haji tahun ini diprediksi dapat mencapai 40 hingga 45 derajat Celsius.
Oleh karena itu, jamaah diimbau untuk mempersiapkan perlindungan diri seperti menggunakan topi, payung, serta menjaga asupan cairan tubuh agar terhindar dari dehidrasi.
Eri juga mengingatkan agar jamaah tidak ragu melapor kepada petugas kesehatan jika mengalami gangguan kondisi fisik. Setiap kloter, kata dia, telah dilengkapi tenaga medis untuk memastikan keselamatan jamaah selama ibadah berlangsung.
Titip Doa untuk Surabaya
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Surabaya turut menitipkan doa kepada para jamaah agar mendoakan Kota Surabaya selama berada di Tanah Suci. Ia berharap keberangkatan haji tahun ini membawa keberkahan bagi kota dan masyarakatnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.
Menutup rangkaian kegiatan, Eri mengungkapkan rencananya untuk menyusul keberangkatan ke Tanah Suci pada pertengahan Mei 2026. Ia berharap dapat bertemu dengan jamaah Surabaya di sana serta bersama-sama menjalankan ibadah dengan khusyuk.
Pelepasan kloter 50 hingga 52 ini sekaligus menandai kesiapan Surabaya dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, dengan sistem layanan yang semakin modern, efisien, dan berorientasi pada kenyamanan jamaah. (tas)

