Puluhan jurnalis dari berbagai media di Jawa Timur menggelar demonstrasi di halaman depan Gedung PWI Jawa Timur, Jl Taman Apsari Surabaya, Senin (22/07) siang. Sambil membawa poster berisi kritikan terhadap kepengurusan PWI Pusat, massa juga menuntut segera dilaksanakannya Kongres Luar Biasa (KLB).
Para demonstran juga meminta Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim segera mengambil tindakan guna mengakhiri kemelut di kepengurusan PWI Pusat. Dalam kongres yang berlangsung di Bandung beberapa waktu lalu, suara untuk pemilihan Ketua Umum PWI Pusat diamanatkan kepada Ketua PWI Jawa Timur.
“Kami di daerah, khususnya di wilayah Jawa Timur, merasa malu sebagai anggota PWI karena kemelut di kepengurusan PWI Pusat justru merusak marwah organisasi,” ujar Ita, salah satu peserta aksi.
Menurutnya, pengurus PWI Pusat seharusnya menjadi teladan bagi seluruh anggotanya dalam berorganisasi dengan etika, martabat, dan kehormatan. “Bukannya malah merusak dan mencoreng nama baik organisasi PWI,” tegasnya.
Oleh karena itu, sesuai tuntutan para peserta aksi, PWI Jawa Timur harus segera bersikap dan meminta dilaksanakannya KLB agar organisasi dapat segera diselamatkan. “Segera lakukan KLB agar marwah PWI tidak semakin terpuruk di mata publik,” tambah Ita.
Aksi damai yang dihadiri sekitar 50 wartawan dari berbagai media anggota PWI ini kemudian menyampaikan tuntutannya kepada Ketua PWI Jatim.
Perwakilan demonstran diterima oleh Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim, bersama pengurus lainnya, serta Dewan Kehormatan PWI Jatim, Joko Tetuko, dan Sekretaris Ferry Ismirza.
Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim, berjanji akan menyampaikan tuntutan tersebut ke PWI Pusat. Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan PWI Jatim, Joko Tetuko, menambahkan bahwa pihaknya mendukung dan mendorong Pengurus Harian PWI Jatim untuk meneruskan dan bertanggung jawab atas aspirasi anggota PWI ke PWI Pusat.
“Kami akan mengusulkan Ketua Dewan Penasehat PWI Pusat untuk mendampingi Zulmansyah Sekedang yang ditunjuk menjalankan roda organisasi sampai KLB berlangsung,” tambah Joko Tetuko. (sak)



