Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Wujudkan Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana, Eri Cahyadi Gratiskan UKT Mahasiswa PTS Tidak Mampu

Wujudkan Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana, Eri Cahyadi Gratiskan UKT Mahasiswa PTS Tidak Mampu

PERISTIWA Tiara AS26/01/2026 - 11:00 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi memastikan UKT mahasiswa PTS dari keluarga tidak mampu ditanggung Pemkot Surabaya demi mencegah putus kuliah.

Pemerintah Kota Surabaya berkomitmen memperluas akses pendidikan tinggi bagi keluarga prasejahtera dengan menanggung biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS). Kebijakan ini digagas langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebagai upaya mencegah mahasiswa dari keluarga miskin terancam putus kuliah.

Kebijakan tersebut muncul setelah Eri menerima keluhan dari para rektor PTS yang tergabung dalam ABP-PTSI Jawa Timur. Banyak mahasiswa disebut mengalami tekanan psikologis hingga kehilangan motivasi belajar karena ketidakmampuan membayar UKT tepat waktu.

“Ada mahasiswa yang sudah merasa akan di-DO karena tidak bisa bayar UKT. Ini yang tidak boleh terjadi,” kata Eri.

Eri menjelaskan, mayoritas mahasiswa dari keluarga Desil 1–5 justru tersebar di PTS. Oleh karena itu, Pemkot Surabaya akan merevisi Peraturan Wali Kota (Perwali) terkait tata cara pemberian beasiswa agar bantuan pendidikan bisa menjangkau mahasiswa PTS secara lebih adil.

Pemkot juga akan melakukan pencocokan data mahasiswa tidak mampu dengan basis data kemiskinan yang dimiliki pemerintah daerah. Setelah proses sinkronisasi selesai, bantuan UKT akan langsung diberikan tanpa membedakan status mahasiswa baru maupun mahasiswa aktif.

“UKT ini urusan pemerintah dengan perguruan tinggi. Anak-anak bebas memilih kampus mana pun, yang penting mereka jujur dan punya kesempatan yang sama,” jelas Eri.

Ia menegaskan, bantuan UKT ini tidak dibatasi kuota dan ditujukan sepenuhnya untuk keluarga prasejahtera. Program tersebut diharapkan menjadi pengungkit mobilitas sosial serta pemutus rantai kemiskinan antargenerasi di Kota Surabaya.

Ketua ABP-PTSI Jawa Timur, Dr. Budi Endarto, menyambut positif langkah tersebut. Ia menyebut kebijakan Pemkot Surabaya sebagai bentuk pengakuan terhadap peran strategis PTS dalam pembangunan sumber daya manusia.

“Target satu keluarga miskin satu sarjana hanya bisa tercapai jika PTS dilibatkan secara serius,” pungkasnya. (tas)

ABP-PTSI beasiswa pemkot Eri Cahyadi keluarga prasejahtera mahasiswa tidak mampu pendidikan tinggi PTS Surabaya UKT gratis
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.