Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»JALAN-JALAN»300 Guru Papua Dilatih Kepariwisataan

300 Guru Papua Dilatih Kepariwisataan

JALAN-JALAN redaksi13/10/2017 - 10:00 WIB

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mengenjot upaya meningkatkan kualitas pariwisata Indonesia di seluruh wilayah Indonesia. Kali ini, yang disentuh adalah 300 guru di Papua. Semuanya didrill kemampuannya via Pelatihan Pembudayaan Kepariwisataan di Hotel Meta Setar, Waena Jayapura, pekan lalu.

Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Ahman Sya mengatakan pelatihan pemberdayaan guru kali ini, diberikan kepada para guru SMK, SMA, SMP, SD, TK, PAUD, untuk menyamakan persepsi tentang pariwisata.

“Peran serta guru sangat dibutuhkan. Dan mereka sangat potensial untuk mengajarkan 7 unsur dalam pariwisata kepada anak didiknya. Mereka juga bisa menjadi agen perubahan pada bidang pariwisata yang saat ini sangat menjanjikan,” ucap Ahman Sya yang didampingi Asisten Deputi Pengembangan SDM Kepariwisataan Wisnu Bawa Tarunajaya.

Wisnu menambahkan, pengembangan SDM pariwisata saat ini bisa diterapkan dengan strategi 3B. B yang pertama itu ‘Built’ atau membangun SDM dari internal sendiri. Dalam pengembangan pariwisata, pemerintah membuat 10 destinasi prioritas. Dalam pengembangan pariwisata manfaatnya langsung kepada masyarakat.

Yang kedua adalah ‘Borrow”. Jika tidak berhasil dari internal mengambil bisa dengan menyewa tenaga ahli lain yang lebih expert. Atau bahasa lainnya belajar dari orang lain yang ahli di bidang pariwisata. Untuk itu saat ini di Kementerian Pariwisata ada tim percepatan.

Dengan learning pembelajaran Indonesia harus didorong untuk maju. “Yang terkahir adalah Buy. China bisa maju karena menggunakan strategi 3 B tersebut,” katanya.

Pariwisata,lanjut Wisnu akan menjual citra, image atau kesan saat pertama kali melihat. Untuk merubah mindeset manusia sangat sulit dan butuh waktu di dalam proses pembelajaran ke pada anak didik.

“Jadi pemberdayaan kepada guru ini sangat tepat. Di situ kita bisa menularkan ke orang lain bahwa pariwisata memberikan pengalaman yang unik dan menarik. Dan setiap daerah berhak mengembangkan potensi pariwisatanya untuk mendatangkan wisatawan,” ucapnya.

Pada kesempatan sama, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua yang diwakili Kepala Bidang Pengembang Kapasitas SDM Amelia Ondikeleuw mengatakan, pariwisata di era global menjadi kebutuhan primer. Karena wisatawan berwisata untuk melepas rasa jenuh dengan kegiatan rutinitas hariannya.

“Pembudayaan pariwisata bagi guru yang dilaksanakan saat ini tidak hanya guru SMK dan SMA saja. Guru SMP, SD, TK dan PAUD juga ikut disentuh. Kami ingin semua guru mendapatkan informasi dan pengetahuan tentang pariwisata karena kita juga sebagai pelaku pariwisata. Pencerahan dari Kementerian Pariwisata diharapkan bisa membuat guru dapat membantu untuk memberikan kesadaran kepada para siswa di sekolah,” kata Amelia Ondikeleuw.

Menpar Arief Yahya mengapresiasi kerjasama antara Kemenpar dan Dinas Pariwisata Provinsi Papua tadi. Apalagi, muaranya mengarah pada pencetakan SDM profesional bagi pengembangan potensi pariwisata di Indonesia timur.

“Representasi Pentahelix (ABGCM), Akademisi, Bisnis, Government, Community, dan Media harus dipakai untuk memajukan pariwisata,” ujar pria asal Banyuwangi ini. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

Stasiun Jakarta Kota, Simpul Transportasi Bersejarah

24/09/2025 - 11:00 WIB

Pacu Jalur Harumkan Indonesia di Dunia

21/08/2025 - 14:00 WIB

Ampel Tourist Information Center di Quds Royal Hotel Diluncurkan

08/08/2025 - 08:00 WIB

Taman Harmoni Surabaya Resmi Dibuka

05/08/2025 - 12:00 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.