Manajemen Quds Royal Hotel Surabaya meyediakan pusat layanan informasi wisata bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi spot wisata ‘Segi Tiga Emas’, yaitu wisata religi & kuliner Ampel, wisata sejarah Kampoeng Heritage Peneleh dan Kota Lama Surabaya.
Hotel di Jalan Iskandar Muda 85 Ampel Surabaya ini meluncurkan pusat pelayanan informasi bagi wisatawan bernama Ampel Tourist Information Center (ATIC), Jumat (08/08) sore di lobi hotel yang terbuka untuk umum, wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
Peluncuran ATIC dilakukan Kepala DisbudporaparSurabaya Hidayat Syah, dihadiri kalangan biro perjalanan, perhotelan, PHRI, seniman & budayawan, unsur pemerintahan, tokoh keagamaan, pelaku UMKM, akademisi dan media.
Peluncuran dilakukan dalam sebuah festival kuliner, perhelatan seni dan sarasehan budaya berjudul Ampel Cultural Heritage & Entrepreneurial Fest 2025. Juga ditampilkan lima buah lukisan betema Wisata Religi Ampel, karya perupa komunitas Lintang Lima Jogyakarta, Evrie Irmasari, Yosi Chatam, Eddy Soebroto, Yanz Haryo, dan Tara Noesantara, dan dipamerkan selama satu bulan.
“Kami merasa terpanggil untuk mendukung program Pemkot Surabaya. Turut mengembangkan potensi wisata Surabaya, khususnya pengembangan potensi wisata, seni budaya dan kuliner di Kawasan Wisata Religi Ampel, Surabaya Kota Lama, Kampoeng Heritage Peneleh dan Destinasi Wisata Surabaya Utara yang memiliki karakteristik unik dan eksotik,” jelas Pungky Kusuma, Cluster General Manager Quds Hotel Group Indonesia melalui rilisnya kepada media, Kamis (07/08).
Usai peluncurkan di tempat yang sama juga dihelat sarasehan budaya bertajuk ‘Menapak Jejak Peradaban Sang Sunan’ yang membahas peran Sunan Ampel atau Kanjeng Raden Rahmad ketika melakukan dakwah sambil berniaga di Kawasan Ampel Denta atau yang kini dikenal dengan sebutan Ampel.
Pungky menguraikan, Kawasan Wisata Religi Ampel dan sekitarnya memiliki berbagai spot wisata yang sangat menarik untuk dieksplorasi. Salah satu yang telah cukup banyak dikenal adalah eksotika kawasan Jalan KH Mas Mansyur Surabaya dengan berbagai gerai dan resto yang menyajikan kuliner unik khas Timur Tengah, Jawa dan Madura.
Belum lagi berbagai destinasi wisata lain yang menyimpan ‘vibes’ sangat menarik bagi kalangan gen Z dan millienial untuk mengekspresikan diri. Ada Surabaya North Quay, Patung Laksamana Yos Sudarso, Kawasan Shanghai Park, Museum TNI AL hingga Jembatan Suramadu yang sangat ikonik.
ATIC ini menjadi pusat informasi yang cukup lengkap bagi wisatawan saat berwisata di Surabaya, sebab menyediakan berbagai informasi terkait kuliner, transportasi dan destinasi lainnya di Surabaya dan sekitarnya. Tourist information center ini juga menyediakan jasa pemandu wisata.
Quds Royal Hotel merupakan hotel berkonsep manajemen syariah berbintang 3 dengan 57 kamar yang terbagi dalam 4 kategori. Termasuk, tersedianya kamar Royal Suite dengan layanan premium yang didesain dengan sentuhan klasik bergaya Maroko dan Timur Tengah dengan luas kamar suitenya mencapai 48 meter persegi. Hotel yang mulai beroperasi sejak tahun 2008 ini juga menyediakan meeting room dan sebuah ballroom di rooftopnya.
“Kami berkomitmen terus melakukan berbagai aktivitas dan pengembangan pariwisata, seni budaya, kuliner dan berbagai bisnis lainnya. Kami siap bersinerji dan berkolaborasi guna mendukung terciptanya ekosistem pariwisata Surabaya khususnya dan Jawa Timur pada umumnya,” pungkas Pungky Kusuma. (ita)

