530 Gawai untuk Pembelajaran Online
KOMUNITAS PERISTIWA

530 Gawai untuk Pembelajaran Online

Pandemi Covid-19 yang belum juga usai memaksa kegiatan belajar mengajar diubah menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Namun, belum meratanya fasilitas jaringan internet serta teknologi gawai menjadi kendala besar tersendiri.

Melihat hal itu, Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) tergerak untuk menggalang donasi dan berhasil menyerahkan 530 gawai dilengkapi dengan kartu perdana internet kepada sekolah yang membutuhkan, pekan lalu.

Menurut Ir Sutopo Kristanto MM, Ketua IKA ITS, gerakan pengumpulan donasi bertajuk Gotong Royong Dukung Pembelajaran Jarak Jauh ini telah dimulai sejak bulan Oktober 2020 lalu. Penggalangan dana ini berhasil mengumpulkan 530 gawai yang dilengkapi dengan kartu perdana internet untuk keperluan kegiatan belajar mengajar.

“IKA ITS juga menyerahkan 530 set perlengkapan school covid kit yang berisi masker, hand sanitizer, dan sabun cuci tangan guna mendukung penerapan protokol kesehatan oleh murid dan guru,” ujar Sutopo.

Ia menuturkan, jumlah perangkat gawai yang didonasikan memang masih terlampau jauh bila dibandingkan dengan jumlah kebutuhan yang diperlukan. Meskipun demikian, IKA ITS tetap memberanikan diri bergotong royong menggalang donasi dengan semangat untuk meringankan beban para guru dan murid di tengah pandemi.

“Setidaknya kita bisa memulai suatu hal yang kecil untuk lompatan yang besar dan berapa pun jumlah bantuan yang dapat kami berikan, itulah simbol kepedulian kami,” ucapnya tulus.

Donasi tersebut telah diserahkan secara simbolis melalui Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Prof Dr Muhadjir Effendy MAP.

Penyerahan tersebut bertempat di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) di Jakarta, tentunya kegiatan ini berlangsung dengan memerhatikan protokol kesehatan. Acara ini dihadiri oleh 40 orang pejabat dari Kemenko PMK, ITS, IKA ITS, dan perwakilan sekolah, serta diikuti secara virtual oleh 160 orang peserta dari berbagai daerah.

Pada kesempatan itu juga, Muhadjir langsung memberikan bantuan donasi gawai kepada perwakilan sekolah yang hadir. Bantuan ini disalurkan kepada tujuh Sekolah Dasar (SD), satu Sekolah Luar Biasa (SLB) swasta, dan satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta yang tersebar di beberapa daerah, di antaranya adalah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Dalam hal ini, Yayasan Nurani Dunia turut membantu dalam mengidentifikasi sekolah-sekolah yang membutuhkan gawai, utamanya di wilayah pedesaan.

Melalui acara ini, Muhadjir menyampaikan apresiasi kepada IKA ITS yang telah menggalang aksi donasi gawai. Meskipun belum menyelesaikan seluruh persoalan, sumbangan dari IKA ITS ini diharapkan membantu sejumlah siswa dan guru dalam melanjutkan pembelajaran yang berkualitas dan dapat memanfaatkan kemajuan Iptek Revolusi Industri 4.0. “Jangan sampai pandemi ini juga menjadikan generasi penerus kita tertinggal dalam pendidikannya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Muhadjir pun berharap agar inisiatif IKA ITS ini dapat menjadi contoh baik dan diikuti oleh pihak-pihak lainnya. Tidak lupa, ia juga berpesan agar kita tidak lengah dan tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat.

“Menghentikan pandemi ini memerlukan komitmen dari kita semua, yaitu dengan mencegah diri kita tertular dan mencegah diri kita menulari orang lain,” ungkapnya.

Tak ketinggalan, Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng juga turut hadir secara virtual dan menyampaikan sambutannya. Ia mengatakan bahwa IKA ITS memiliki komitmen dan kepedulian yang kuat untuk mendukung pembelajaran daring akibat pandemi.

“Ini merupakan langkah nyata IKA ITS turut menyelesaikan kendala utama dalam sistem pembelajaran daring saat ini,” tuturnya. Ashari juga menambahkan, ITS bersama alumni akan tetap terus berinovasi serta berkontribusi untuk kemakmuran masyarakat dan kemandirian bangsa.

Selain itu, Ketua Yayasan Nurani Dunia Dr Imam B Prasodjo menyatakan bahwa sangat menghargai inisiatif IKA ITS dalam aksi kepedulian ini. Ia menyampaikan, setiap kali Indonesia menghadapi situasi sulit karena berbagai bencana, seluruh elemen masyarakat turun tangan bergotong royong. Itulah mengapa Indonesia selalu berhasil dalam mengatasi masa-masa sulit.

“Gerakan IKA ITS ini merupakan wujud kepedulian yang selalu menjadi ruh kehidupan bangsa Indonesia, ini adalah modal sosial yang harus kita miliki, tumbuhkan, dan perkuat sampai kapanpun,” tuturnya.

Di akhir wawancara, Sutopo mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada segala pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini. Ia pun berpesan kepada IKA ITS untuk sungguh-sungguh dalam mematuhi protokol kesehatan dan dapat menjadi panutan.

“Mari kita meningkatkan solidaritas kita, masih banyak di luar sana yang memerlukan uluran tangan kita, dengan begitu Indonesia akan menyongsong masa depan yang lebih baik setelah era pandemi ini,” pungkasnya. (ita)