Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi melepas 25 Tim Ekspedisi Patriot (TEP) untuk menjalankan program pemberdayaan masyarakat di kawasan transmigrasi di berbagai wilayah Indonesia. Pelepasan yang berlangsung di Galeri Riset Inovasi Teknologi, Gedung Research Center ITS, Kamis (23/7/2026), menjadi bagian dari dukungan perguruan tinggi terhadap program transmigrasi nasional berbasis inovasi dan teknologi.
Pada pelaksanaan tahun kedua program tersebut, ITS mengirimkan 125 peserta yang terbagi dalam 25 tim. Seluruh tim akan bertugas di delapan kawasan prioritas transmigrasi yang menjadi bagian dari 84 kawasan transmigrasi nasional yang dikembangkan pemerintah.
Koordinator Tim Ekspedisi Patriot ITS, Prof. Dr. Aulia Siti Aisjah MT, menjelaskan sebagian besar penugasan difokuskan di kawasan timur Indonesia. Sebanyak 20 tim akan ditempatkan di Papua Barat, tiga tim di Nusa Tenggara Timur (NTT), satu tim di kawasan Selaparang, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta satu tim di wilayah Barelang, Kepulauan Riau.
Program Tim Ekspedisi Patriot merupakan kolaborasi antara Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia dan perguruan tinggi untuk mempercepat pembangunan kawasan ekonomi transmigrasi yang produktif, inklusif, mandiri, dan berkelanjutan. Dalam program tersebut, perguruan tinggi berperan melalui riset, kajian ilmiah, inovasi teknologi, hingga pendampingan masyarakat sesuai kebutuhan di lapangan.
Wakil Rektor II ITS Bidang Perencanaan, Keuangan, Sarana, dan Prasarana, Dr. Machsus ST MT, menegaskan bahwa semangat patriotisme di era modern diwujudkan melalui ilmu pengetahuan, inovasi, dan kepedulian sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia mengingatkan seluruh peserta agar tetap memegang nilai utama ITS, yakni Tangguh, Berdampak, dan Mendunia, selama menjalankan penugasan. Menurutnya, ketangguhan menghadapi tantangan lapangan, kebermanfaatan ilmu pengetahuan, serta wawasan global yang tetap menjunjung integritas menjadi bekal penting dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
Machsus juga menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari terlaksananya agenda kerja atau publikasi akademik, melainkan dari kemampuan peserta memahami kebutuhan masyarakat sebelum menawarkan solusi berbasis teknologi. Pendekatan tersebut dinilai menjadi fondasi utama dalam menciptakan inovasi yang benar-benar bermanfaat dan berkelanjutan.
Sebagai perguruan tinggi berbasis sains dan teknologi, ITS mengarahkan fokus Tim Ekspedisi Patriot pada pengembangan kawasan transmigrasi melalui penerapan teknologi tepat guna yang sesuai dengan kondisi lokal. Berbagai isu strategis yang menjadi perhatian meliputi pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan konektivitas wilayah, tata kelola dan reformasi agraria, hingga penguatan ketahanan pangan serta pengembangan ekonomi produktif masyarakat.
Melalui pendampingan langsung di lapangan, setiap tim diharapkan mampu menghasilkan solusi inovatif yang dapat diterapkan secara praktis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan transmigrasi sekaligus memperkuat pembangunan daerah.
Program Tim Ekspedisi Patriot juga menjadi bagian dari kontribusi ITS dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan serta tujuan ke-17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, ITS berharap inovasi yang dihasilkan mampu mendorong pemerataan pembangunan serta memperkuat kesejahteraan masyarakat di berbagai kawasan transmigrasi Indonesia. (ita)

