Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»JALAN-JALAN»Bamboo Lighting Jadi Festival Tahunan

Bamboo Lighting Jadi Festival Tahunan

JALAN-JALAN redaksi26/10/2017 - 14:00 WIB

Gelaran Bamboo Lighting Festival di Ketep Pass Magelang meraih sukses. Upaya menghidupkan wisata malam di kawasan sejuk Lereng Merapi itu berhasil dengan baik. Terbukti selama tiga hari festival digelar, 20-22 Oktober 2017, pengunjung tercatat mencapai 5.432 orang.

“Alhamdulillah. Pengunjung membludak. Melebihi target yang kami tetapkan,” ujar Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Ketep Pass, Edward Alfian, Senin (23/10).

Pengunjung Festival Bambu yang baru pertama digelar di Indonesia ini tidak hanya datang dari Magelang. Dari plat mobil yang terparkir, beberapa datang dari luar kota seperti Semarang, Salatiga, Solo, Yogya dan sekitarnya. Bahkan ada yang datang dari Samarinda, Kalimantan Timur.

“Saya penasaran dengan event ini. Bambu yang dibuat lampu dengan berbagai ukiran dan ukuran, pasti keren. Ternyata benar-benar keren,” ujar Fatah yang tinggal di Samarinda dan datang bersama anak dan istrinya. Fatah datang Sabtu malam saat bintang tamunya Uyau Moris.

Ya, festival Ketep ini memang tidak hanya menyuguhkan keindahan bambu ukir yang dijadikan lighting dan menerangi gelapnya Puncak Ketep. Serangkaian kegiatan seni budaya pun menyertai.

Mulai dari kirab kesenian tradisional sejumlah Desa Wisata Kabupaten Magelang, stand pameran produksi Bamboo Lighting, Gunungan, pameran Tosan Aji ( Keris Sejarah) dan pentas musik.

Tidak hanya musik jazz, berbagai aliran musik pun tampil dalam gelaran di ketinggian 1.200 mdpl ini. Uyau Moris, yang tampil pada malam Minggu, memang tampil spesial.

Musisi dengan alat musik Sape (khas Dayak) ini mampu menghangatkan dinginnya Ketep Pass. Kabut yang sempat turun, membuat panggung tampak seperti menggunakan smoke dry ice. Kabut putih itu diterpa sorot lampu warna-warni menjadi indah sekali.

Sejumlah lagu hits mengalun. Pengunjung pun turut melantunkan syair lagu yang musiknya dimainkan Uyau Moris. Di akhir pertunjukan yang dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Magelang dan Ketua DPRD Kabupaten Magelang ini, Uyau Moris mengajak pengunjung menyanyikan “Rayuan Pulau Kelapa.”

Lampu panggung dimatikan. Dengan penerangan lilin bambu dan lampu hape yang dinyalakan, suasana malam pun menjadi syahdu dan khidmat.

Usai pentas malam itu selesai, pengunjung banyak yang tak beranjak dari sekitar panggung. Ada yang berebut foto bersama Uyau Moris. Ada yang berfoto di spot lampu Lighting Bamboo. Pengunjung baru benar-benar bersih saat Pengelola Ketep Pass menyampaikan pengumuman lewat pengeras suara bahwa pukul 23.00 lokasi akan ditutup untuk persiapan kegiatan Minggu pagi. Yakni pameran Tosan Aji (keris tradisional).

Kegiatan yang digelar Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang bersama warga dan Pengelola Ketep Pass ini akan dijadikan kalender wisata rutin tahunan. “Kami akan lakukan evaluasi demi perbaikan penyelenggaraan tahun depan. Berbagai masukan kami terima untuk penyempurnaan,” tandas Edward Alfian.

Apresiasi juga datang dari Menpar Arief Yahya yang terus memperhatikan perkembangan Borobudur senagai ikon destinasi prioritas Joglosemar. Jogja Solo Semarang adalah segitiga yang dikembangkan bersama, dengan ikon Borobudur, yang sudah mendunia. “Events pendukung atraksi di destinasi Joglosemar itu menjadi sangat penting dan harus dipromosikan,” kata Arief Yahya.

Event itu, lanjut dia, rumusnya 50% untuk operasional, sisanya yang 50% dimanfaatkan untuk media. Hampir semua daerah, bahkan juga di pusat, komposisi ini selalu sulit dicapai. Yang terjadi, hanya berkonsentrasi di event, tanpa memanaj media publishing-nya.

“Karena itu, Kemenpar selalu inisiatif untuk membesarkan informasi event melalaui convergent media, yakni menggabungkan Paid Media, Own Media, Social Media dan Endorser,” jelas Arief Yahya. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

Stasiun Jakarta Kota, Simpul Transportasi Bersejarah

24/09/2025 - 11:00 WIB

Pacu Jalur Harumkan Indonesia di Dunia

21/08/2025 - 14:00 WIB

Ampel Tourist Information Center di Quds Royal Hotel Diluncurkan

08/08/2025 - 08:00 WIB

Taman Harmoni Surabaya Resmi Dibuka

05/08/2025 - 12:00 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.