Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Gawai Dibatasi, Ruang Interaksi Sekolah Hidup Lagi
  • ITS Lepas 25 Tim Ekspedisi Patriot ke Kawasan Transmigrasi, Perkuat Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat
  • Pemkot Surabaya Kampanyekan Diversifikasi Protein, Ikan Air Payau Jadi Menu Bergizi untuk Ketahanan Pangan Keluarga
  • Plt Gubernur Emil Dardak Apresiasi Shine Harmony Choir, Pemprov Jatim Siap Dukung Prestasi Internasional
  • PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi
  • PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi
  • Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari
  • Shine Harmony Choir Raih Apresiasi Plt Gubernur Emil Dardak atas Prestasi Internasional
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»@dokterpendaki, Platform Edukasi Pendakian

@dokterpendaki, Platform Edukasi Pendakian

KOMUNITAS redaksi12/01/2021 - 16:00 WIB

Meningkatnya minat dan popularitas wisata dan olahraga alam nusantara seperti pendakian begitu massif dan berakibat pada membludaknya kapasitas. Sayangnya, hal ini masih kurang diimbangi dengan pengetahuan kesehatan dan keselamatan pendakian.

Berangkat dari hal itu, Reyner Valiant Tumbelaka yang merupakan alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) angkatan 2007 tergerak untuk membangun platform edukasi yang dinamai @dokterpendaki. Reyner –sapaan akrabnya- mengaku bahwa hal itu berawal ketika menjalankan hobinya di mountaineering dan mendapati peristiwa yang miris.

“Pembangunan infrastruktur dan fasilitas di berbagai taman nasional serta promosi pariwisata Indonesia, berimbas pada peningkatan jumlah pendaki. Namun, angka kecelakaan hingga kematian saat pendakian juga semakin meningkat,” jelas pria kelahiran Kendari, 27 September 1989 itu.

Sebenarnya, sambung Reyner, hal tersebut tidak akan terjadi jika para pendaki dibekali dan diedukasi dengan pengetahuan yang tepat tentang kedokteran pendakian yang berbasis ilmiah. Sejauh ini, belum ada platform edukasi yang khusus membahas tentang kedokteran pendakian di Indonesia, dibahas oleh para profesional yang bisa dipahami oleh siapa saja.

Dalam platform tersebut Reyner berusaha untuk mengedukasi perihal pencegahan hingga penanganan korban ketika dalam pendakian. Mulai dari yang umum seperti rawat luka, penanganan keram, luka bakar, bantuan hidup dasar, hingga yang spesifik seperti Acute mountain sickness maupun transportasi korban di tengah pendakian.

Bersama rekannya, yakni dr. Clarissa Azalia, Reyner mengemasnya dalam bentuk post linimasa, instastory, hingga webinar via Zoom dan live Instagram.

Tak tanggung-tanggung, pematerinya merupakan dokter-dokter spesialis dari berbagai kota di Indonesia yang concern sesuai topik, maupun pendaki professional yang sudah mencapai tujuh puncak tertinggi dunia. “Masyarakat dapat mengakses platform kami dengan mengikuti akun Instagram @dokterpendaki,” sahutnya.

Reyner mengaku bahwa dia mengawali pembangunan platform tersebut pada Agustus 2020. Dipilihnya Instagram sebagai wadah karena target utamanya adalah awam, pendaki amatir, atau rekreasional yang kerap berkeliaran di Instagram untuk membagikan foto- foto ciamik ketika pendakian, selfie, hingga pencapaian di puncak pendakian.

“Melalui Instagram kami dapat menjangkau khalayak dengan baik. Selain itu, instagram merupakan salah satu sosial media yang memiliki jumlah member aktif paling banyak,” imbuhnya.

Dalam kurun empat bulan, platform @dokterpendaki berhasil menggaet 8.000 pengikut aktif, dan pendaftar webinar lebih dari 400 orang setiap topiknya. Antusiasme masyarakat untuk menimba ilmu kesehatan pendakian tersebut melebihi ekspektasi dr. Reyner. “Tantangannya waktu dan tenaga, membangun platform ini butuh konsistensi,” ungkapnya.

Kedepan, Reyner mengaku hendak mengembangkan kanal YouTube dan juga website sebagai langkah lanjut untuk mewadahi masyarakat dalam belajar. Dia berharap akan ada sponsor dari pemerintah maupun swasta, sehingga dapat menjangkau lebih banyak orang untuk menikmati alam dengan aman dan nyaman. (ita)

@dokterpendaki
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Gawai Dibatasi, Ruang Interaksi Sekolah Hidup Lagi

27/07/2026 - 18:00 WIB

ITS Lepas 25 Tim Ekspedisi Patriot ke Kawasan Transmigrasi, Perkuat Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat

26/07/2026 - 20:23 WIB

Pemkot Surabaya Kampanyekan Diversifikasi Protein, Ikan Air Payau Jadi Menu Bergizi untuk Ketahanan Pangan Keluarga

26/07/2026 - 15:17 WIB

Plt Gubernur Emil Dardak Apresiasi Shine Harmony Choir, Pemprov Jatim Siap Dukung Prestasi Internasional

26/07/2026 - 01:11 WIB

PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:51 WIB

PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:44 WIB

Comments are closed.

Gawai Dibatasi, Ruang Interaksi Sekolah Hidup Lagi

27/07/2026 - 18:00 WIB

ITS Lepas 25 Tim Ekspedisi Patriot ke Kawasan Transmigrasi, Perkuat Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat

26/07/2026 - 20:23 WIB

Pemkot Surabaya Kampanyekan Diversifikasi Protein, Ikan Air Payau Jadi Menu Bergizi untuk Ketahanan Pangan Keluarga

26/07/2026 - 15:17 WIB

Plt Gubernur Emil Dardak Apresiasi Shine Harmony Choir, Pemprov Jatim Siap Dukung Prestasi Internasional

26/07/2026 - 01:11 WIB

PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:51 WIB

PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:44 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.