Empat perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya resmi menyandang predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) 2025 dari KemenPAN-RB. Penghargaan tersebut diumumkan dalam ajang SAKIP dan Zona Integritas Awards 2025 di Jakarta.
Menteri PANRB, Rini Widyantini, menyerahkan langsung penghargaan tersebut kepada perwakilan Pemkot Surabaya. Adapun empat PD yang menerima predikat WBK yakni Dispendukcapil, Kecamatan Bubutan, Puskesmas Ketabang, dan Puskesmas Sawah Pulo.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyebut penghargaan ini menjadi bukti keseriusan Pemkot dalam membangun birokrasi yang bersih sekaligus melayani.
Menurutnya, pembangunan Zona Integritas bertujuan menciptakan layanan publik yang transparan, cepat, dan bebas pungutan liar. “Kami ingin masyarakat merasakan langsung perubahan kualitas layanan,” katanya.
Berbagai inovasi turut menopang capaian tersebut. Dispendukcapil menghadirkan aplikasi Lontong Balap dan Lontong Kupang untuk mempermudah layanan administrasi kependudukan. Sementara Kecamatan Bubutan mengembangkan program Bubutan Reaksi Cepat (BRC) dan Bubutan Smart Center (BSC) untuk mempercepat respons pelayanan.
Inspektur Kota Surabaya, Ikhsan, menjelaskan penguatan integritas dilakukan melalui penandatanganan komitmen antisuap oleh seluruh aparatur, penyusunan SOP yang lebih transparan, serta pemantauan berkala oleh Tim Penilai Internal.
Ia mengakui perubahan budaya kerja menjadi tantangan utama. Aparatur didorong mengedepankan profesionalisme dan orientasi pelayanan, bukan sekadar kelengkapan dokumen administratif.
Dampaknya, warga kini merasakan pelayanan yang lebih tertib, berbasis teknologi, serta memiliki kepastian prosedur. Partisipasi masyarakat dalam pengawasan juga dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan Zona Integritas.
“Dengan dukungan warga, program ini akan terus berkembang dan memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah,” pungkasnya. (tas)

