Bantuan Proyek Film di Akatara 2019
HIBURAN

Bantuan Proyek Film di Akatara 2019

Akatara Film Market dan Business Forum 2019 resmi berakhir akhir pekan lalu. Acara ini telah digelar selama tiga hari di Hotel Sultan, Jakarta dan di hari terakhir ini diumumkan hasil dukungan kepada berbagai proyek terpilih.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Badan Perfilman Indonesia (BPI) berhasil menggandeng lebih banyak calon investor untuk dijodohkan dengan 61 proyek terfasilitasi dari 122 orang.

Setidaknya 40 sumber pendanaan juga hadir selama pitching forum dan speed dating sejak 19 September 2019. Sebanyak 20 proyek film mendapatkan kesempatan emas melakukan presentasi dihadapan calon investor nasional dan internasional di panggung utama.

“Semoga kita bisa terus mengembangkan Akatara ini menjadi sebuah platform bersama untuk membangun ekosistem industri perfilman nasional yang lebih maju, yang lebih modern, yang lebih kuat dan juga lebih kolaboratif kepada berbagai aspek industri kreatif lainnya,” ujar Wakil Kepala Bekraf, Ricky Joseph Pesik.

Kepala Sub Direktorat Dana Masyarakat, Hanifah menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah bekerja sama dalam penyelenggaraan Akatara 2019.

“Bekraf sangat berterima kasih kepada para pihak yang telah bekerja sama tentunya BPI yang dari awal bekerja sama dengan kami kemudian juga KBN, Viu dan lain-lain yang telah membantu kami. Kita tidak bisa berjalan sendiri, kita harus bergandengan tangan untuk memajukan perfilman Indonesia.”

“Bekraf dan BPI berusaha mensinergikan dan mengintegrasikan seluruh stakeholder dan berusaha memanfaatkan momentum yang kita miliki sehingga kita bisa memaksimalkan untuk mendapatkan hasil yang luar biasa. Semangat Akatara adalah menjadi inklusif. Semoga kerja sama Bekraf, BPI, dan ACBS bisa memperkuat kita sehingga kita bisa bersaing di dunia global,” tambah Kepala Bidang Pembiayaan BPI, Agung Sentausa.

Beberapa kategori dukungan kepada proyek film yang diumumkan antara lain dari Komisi Film Daerah, Pusat Pengembangan Perfilman, Inafed, ADM Teknologi, Super 8mm, Cinevisi, G16 dan Viu.

Rinciannya yaitu film dokumenter pendek Senandung Senyap mendapatkan pendukungan dana sebesar Rp 30.000.000 dipotong pajak dari Pusat Pengembangan Perfilman.

Yayasan Super 8 mm memberikan komitmen pendukungan paska produksi kepada film Waliala dan You and I. Banteng Batavia dan Santri Fahri mendapatkan Dukungan dari Indonesian Film Editors (INAFED).

Cinevisi memberikan Komitmen post produksi berupa offline dan online editing serta colour grading kepada film Hari Ketujuh. G16 memberikan dukungan kepada film Roda-Roda Nada.

Dukungan dari ADM TEKNOLOGI berupa diskon kepada seluruh peserta Akatara 2019.

Viu memberikan pendukungan untuk proyek Akatara 2019 Festival Film Aruh Kalimantan yang akan diadakan pada 8-10 November 2019 di Banjarbaru, Banjarmasin.

Goodworks memberikan pendukungan untuk Madani Film Festival. Tuta Lab memberikan dukungannya kepada Teguh Triguna – Patung ogoh2, Adin Hadiwidjojo – kucing hitam, Suryo Wiyogo – mitos wewe gombel.

Komisi Film Daerah juga memberikan Dukungannya kepada beberapa proyek dengan rincian Komisi Film Siak memberikan dukungan kepada film Mengunyah Sejarah, Besok Lulus, dan Festival Film Madani.

Komisi Film Bandung memberikan dukungannya kepada film Chendol dan Dhawet, Mengunyah Sejarah, Besok Lulus,dan The Journey.

Komisi Film Bojonegoro memberikan dukungannya kepada Hari Ketujuh, Saat-saat Yang Sepele, Pulang, Pohon Permohonan, Chendol dan Dhawet, dan Mengunyah Sejarah. Komisi Film Banyuwangi memberikan dukungannya kepada Chendol dan Dhawet, dan Mengunyah Sejarah. (ist)