Sebelum gegap gempita Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2025 digelar di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), semangat literasi pasar modal sudah lebih dulu menyala di berbagai penjuru negeri. Di kampus, sekolah, hingga komunitas masyarakat, BEI hadir membawa pesan sederhana namun kuat: “Aku Investor Saham.”
Gerakan nasional yang diluncurkan pada 2023 itu kini menjadi payung besar bagi seluruh kegiatan literasi dan inklusi pasar modal di Indonesia. Melalui program Aku Investor Saham, BEI ingin mengubah cara pandang masyarakat, bahwa investasi bukan hanya untuk kalangan tertentu, tapi bisa dimulai siapa saja, bahkan dari nominal kecil.
Sebagai bagian dari kampanye tersebut, BEI bersama seluruh Self-Regulatory Organization (SRO) menggelar Road to CMSE 2025, rangkaian kegiatan literasi yang berlangsung di berbagai daerah dan diikuti puluhan ribu peserta.
Berlangsung selama dua hari, 17–18 Oktober 2025, di Main Hall BEI, Jakarta, kegiatannya beragam: mulai dari Sekolah Pasar Modal untuk Negeri, peluncuran Duta Pasar Modal 2025, program Guruku Investor Saham, hingga kompetisi antar Galeri Investasi BEI. Semuanya bertujuan satu — menumbuhkan pemahaman dan kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal Indonesia.
Direktur Utama BEI Iman Rachman menyebut, edukasi adalah fondasi bagi pasar modal yang sehat dan berkelanjutan. “Kami ingin menyiapkan generasi yang bukan hanya paham investasi, tapi juga bijak dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan. Literasi adalah langkah awal menuju kemandirian finansial,” ujarnya saat opening ceremony, Jumat (17/10).
Upaya ini pun mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Di kampus-kampus, mahasiswa kini makin antusias membuka rekening saham dan belajar menganalisis emiten. Di komunitas, para pelaku UMKM dan ibu rumah tangga mulai memanfaatkan produk reksa dana dan pasar modal syariah sebagai alternatif investasi jangka panjang.
Tak hanya mengajarkan teori, BEI juga berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan. Melalui kegiatan interaktif, simulasi, hingga konten edukatif di media sosial, literasi pasar modal kini terasa lebih dekat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
“Kalau dulu investasi terasa rumit, sekarang kami ingin menunjukkan bahwa semua orang bisa belajar dan berpartisipasi. Dari guru, mahasiswa, hingga pelaku usaha, semuanya punya kesempatan yang sama,” tambah Iman.
Melalui gerakan Aku Investor Saham dan Road to CMSE 2025, BEI berharap semakin banyak masyarakat yang melek investasi dan mampu mengambil keputusan finansial dengan bijak. Karena di balik setiap investor baru, tersimpan potensi besar untuk memperkuat fondasi ekonomi bangsa. (ita)

