Departemen Teknik Elektro Otomasi (DTEO) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menggelar Final Project Exhibition and Competition (FIPEC) 2026 di Plaza Kampus Kota Fakultas Vokasi ITS, Kamis (2/7). Ajang tahunan tersebut menghadirkan lebih dari 150 karya inovasi mahasiswa yang mengusung teknologi otomasi industri, artificial intelligence (AI), Internet of Things (IoT), hingga sistem pemantauan berbasis sensor untuk menjawab berbagai tantangan di masyarakat dan dunia industri.
FIPEC 2026 menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memamerkan hasil pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning/PjBL), mulai dari mahasiswa tingkat awal hingga tingkat akhir. Berbagai inovasi yang dipamerkan dirancang tidak hanya sebagai proyek akademik, tetapi juga sebagai solusi yang memiliki potensi implementasi pada sektor kebencanaan, pertanian, dan industri.
Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah Flood Level Observation Warning System (FLOWS), sistem peringatan dini banjir yang dikembangkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana hidrometeorologi. Project Manager FLOWS, Alfian Dimas Febrian, menjelaskan bahwa pengembangan sistem tersebut dilatarbelakangi oleh tingginya kejadian banjir di Indonesia serta masih terbatasnya efektivitas sistem pemantauan konvensional.
FLOWS dikembangkan melalui kolaborasi dengan British Council dengan mengintegrasikan teknologi AI, multisensor, serta sumber energi mandiri berbasis panel surya. Sistem ini mampu mengirimkan informasi kondisi banjir secara real-time melalui website dan aplikasi Telegram sehingga diharapkan dapat mempercepat penyampaian peringatan kepada masyarakat maupun pihak terkait.
Selain sektor mitigasi bencana, FIPEC 2026 juga menampilkan inovasi untuk mendukung pertanian cerdas (smart farming). Salah satunya adalah Gasmon, sistem monitoring lingkungan greenhouse berbasis mikrokontroler ESP32 yang dikembangkan Tim PjBL 4-09 bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Project Manager Tim PjBL 4-09, Septian Kevin Ma’arif, menjelaskan bahwa Gasmon dirancang untuk memantau berbagai parameter penting yang memengaruhi pertumbuhan tanaman, mulai dari konsentrasi gas, kualitas udara, hingga kondisi cuaca di dalam greenhouse. Seluruh data kemudian diintegrasikan melalui teknologi IoT sehingga dapat dipantau secara langsung melalui dashboard interaktif.
Menurut Kevin, integrasi pemantauan gas, cuaca, dan konsumsi energi dalam satu platform memberikan gambaran kondisi lingkungan secara menyeluruh. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu pengelolaan greenhouse menjadi lebih efisien sekaligus mendukung produktivitas sektor pertanian berbasis teknologi.
Melalui FIPEC 2026, DTEO ITS menunjukkan kapasitas mahasiswa dalam menghasilkan inovasi yang tidak hanya relevan dengan perkembangan teknologi, tetapi juga menjawab kebutuhan riil masyarakat dan industri. Beragam karya yang dipamerkan mencerminkan penerapan AI, IoT, sistem otomasi, hingga teknologi energi berkelanjutan yang memiliki peluang untuk terus dikembangkan menuju implementasi yang lebih luas.
Penyelenggaraan FIPEC 2026 sekaligus memperkuat komitmen ITS dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan Tujuan 9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, hasil riset dan proyek mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan teknologi nasional. (ita)

