Berada di petak 39, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Selatan, obyek wisata Goa Jepang di peruntukkan bagi wisatawan domestik maupun manca negara.
Goa Jepang yang berada di Kawasan Pantai Grajagan, Desa Grajakan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, telah disulap menjadi destinasi wisata yang menarik oleh pihak Perhutani Banyuwangi Selatan.
Pada dinding goa terpasang foto-foto pada masa Jepang berkuasa di Banyuwangi. Bahkan, dari celah-celah dinding goa juga bisa melihat perahu perahu nelayan yang sedang melaut di Pantai Grajagan, utamanya di malam hari.
Kepala Aministratur Perhutani Banyuwangi Selatan, Dwidjono Kiswurjanto mengatakan, wisata Goa Jepang tersebut berada di lahan milik perhutani wilayah Banyuwangi Selatan yang di beri nama Japanese Cave dan di buka untuk umum.
“Kita hidupkan ‘Goa Jepang’ atau ‘Japanese Cave kita akan ajak masyarakat Banyuwangi maupun Nusantara bahkan turis asing untuk menikmati kehidupan malam di pantai kawasan Banyuwangi Selatan,” terangnya ketika berbincang dengan media.
Dipastikannya, wisatawan akan takjub melihat keindahan Pantai Grajagan dengan ornament perahu perahu nelayan di malam hari. “Untuk bisa masuk ke area Goa Jepang, wisatawan hanya di kenakan tiket Rp 7.500 per orang baik malam maupun siang hari,” ungkapnya.
Dwidjono menyebut keindahan pantai di area Goa Jepang ini sebagai Pantai Jimbaran kedua di Banyuwangi, setelah pulau Bali. Bahkan, bagi wisatawan juga bisa menjajal ketinggian ombak Pantai Grajagan untuk surfing.
“Karena hampir dalam setiap hari, banyak turis yang melakukan surfing di Pantai Grajagan sebelum mereka menuju ke Pantai Plengkung,” imbuhnya.
Surfing ini tambahnya, menjadi salah satu paket wisata di Grajakan. Dan kebetulan disini ombaknya juga sangat cocok untuk para pemula. Bahkan, yang sudah mahir pun sering memanfaatkan tempat ini sebelum mereka ke G-Land atau Plengkung untuk melakukan pemanasan. “Diharapan, jimbaran ala Jawa Timur akan terwujud di Kabupaten Banyuwangi,” pungkasnya. (ist)

