IHSG Menguat, Transaksi Rp9,18T Per Hari
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

IHSG Menguat, Transaksi Rp9,18T Per Hari

Perkembangan pasar modal Indonesia di penghujung tahun 2020 telah mengarah ke jalur yang sangat positif. Respon pasar mulai membaik seiring dukungan kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional.

Hal itu disampaikan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi saat acara ‘Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2020’ yang diselenggarakan BEI secara virtual, Rabu (30/20).

Inarno dalam sambutannya mengatakan respon pasar tercermin dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menunjukkan perbaikan di semester ke dua tahun 2020.

“Diikuti dengan lonjakan likuiditas perdagangan yang mencapai Rp 9,18 Triliun per hari, dan jumlah frekuensi perdagangan tertinggi, bahkan transaksi bursa kita tertinggi diantara bursa-bursa kawasan Asean dalam tiga tahun terakhir, ” ujar Dirut BEI ini.

Ia menjelaskan, tren positif juga diikuti dengan masuknya sejumlah perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) sepanjang tahun pandemi ini. Ada 51 perusahaan yang melakukan IPO di lantai bursa, dan sebanyak 713 perusahaan yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.

Ditambahkan, aktifitas perdagangan yang pesat di masa pandemi turut menempatkan bursa kita sebagai bursa tertinggi di kawasan Asean, dalam memfasilitasi penggalangan dana di pasar modal Indonesia.

Sementara jumlah investor terus tumbuh sepanjang tahun 2020 menjadi 3,87 juta investor, meningkat 56 persen dibanding tahun 2019.

“Satu hal yang menarik adalah, adanya peningkatan transaksi investor di pasar modal selama tahun tidak enak ini karena ada pandemi Covid-19, transaksi investor mencapai 94 ribu investor per hari atau meningkat 73 persen dibanding tahun sebelumnya,” tegasnya.

Inarno kembali menambahkan, selama tahun ini ada menarik adanya peningkatan transaksi dikalangan investor ritel, yakni melonjak empat kali lipat dalam sebelas bulan terakhir ini. “Tahun ini merupakan tahun investor ritel di pasar modal Indonesia, hal ini semoga menjadi pondasi pertumbuhan pasar modal Indonesia kedepan,” ujarnya.

Dirinya menerangkan, untuk terus memperkuat dan menjaga momentum pertumbuhan pasar modal Indonesia, BEI, OJK dan SRO meluncurkan serangkaian inisiatif strategis di tahun 2020. “Hal ini demi meningkatkan layanan go publik kepada perusahaan yang akan melakukan IPO di pasar modal dalam negeri,” pungkasnya. (ita)