Ingatkan Makna Kesetiakawanan Sosial
KOMUNITAS PERISTIWA

Ingatkan Makna Kesetiakawanan Sosial

Dalam puncak acara Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Propinsi Jawa Timur, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan 39 unit sepeda motor untuk Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) se Jatim. Masing-masing kabupaten-kota se Jatim mendapatkan sebuah sepeda motor plus untuk koordinator TKSK Jatim.

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yaitu Pekerja Sosial telah bekerja dengan jiwa dan semangat kebersamaan, kegotongroyongan, kekeluargaan serta kerelaan. Mereka berkorban tanpa pamrih sehingga masyarakat dapat menanggulangi dan mengatasi permasalahan sosial dalam mewujudkan kesejahteraan sosial bagi masyarakat.

Peringatan Hari Sosial atau Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) yang dipusatkan di DBL Arena Surabaya akhir pekan lalu tersebut merupakan upaya untuk mengenang, menghayati dan melakukan aksi dengan semangat persatuan, kesatuan, kegotong-royongan dan kekeluargaan. Rakyat Indonesia bahu membahu mengatasi permasalahan dalam mempertahankan kedaulatan bangsa atas pendudukan kota Yogyakarta sebagai Ibu Kota Republik Indonesia oleh tentara Belanda pada tahun 1948.

Gubernur Khofifah mengatakan, HKSN ini sarat maknanya dengan bela negara. Menurutnya, kesetikawanan Sosial bukan sebuah charity.
“Saya ingin menyampaikan kepada semuanya, bahwa Hari Kesetiakawanan Nasional ini lebih tepatnya adalah nuansanya hari bela negara. HKSN ini kegotongroyongan yang dibangun untuk membangun solidaritas sosial dan kesetiakawanan sosial,” tutur Khofifah.

Ia juga menjelaskan, jika melihat dari sejarahnya, bahwa tanggal 19 Desember Belanda datang lagi ke Maguwo, Jogja. Tanggal 20 sudah mulai ada penangkapan. Bung Karno, Bung Hatta dan beberapa para menteri waktu itu ditangkap.

“Jadi ketika Jenderal Sudirman melakukan gerilya, di situlah masyarakat tolong menolong, gotong royong, melindungi Jenderal Sudirman. Jadi itu yang menjadi referensi Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional,” ujarnya.

Oleh karena itu, imbuh Khofifah, disaat seperti ini dirinya ingin kembali memanggil memori sebagai sebuah bangsa, bahwa solidaritas kesetiakawanan sosial itu tidak cukup kalau dimaknai sekedar charity.

Menurutnya kesetiakawanan adalah bentuk dari bela negara dengan melayani warga masyarakat. Kesetikawanan menjadi wujud kepedulian yang besar pada sesama.

“Charity adalah bagian dari kesetiakawanan sosial, tapi bahwa proses membangun integritas bangsa itu harus juga di ikuti dengan solidaritas dan kesetiakawanan sosial. Jadi kesetiakawanan itu sarat dengan bela negara,” pungkasnya.

Sementara itu Koordinator TKSK se-Jatim Nursoleh mewakili teman-teman TKSK se-Jatim mengucapkan terima kasih atas perhatian Gubernur Jatim yang telah memberikan bantuan sepeda motor.

Nursoleh bersyukur dengan bantuan ini nantinya dapat mempermudah dan memperlancar aktivitas TKSK dalam memberikan layanan/bantuan kepada masyarakat, yang lokasi tempat tinggal mereka sulit dijangkau dengan kendaraan roda empat. Apalagi transportasi di lokasi itu tidak lancar atau tidak ada sama sekali.

“Semoga dengan adanya bantuan sepeda motor ini, dapat dipergunakan semaksimal mungkin dalam melaksanakan kegiatan TKSK di Kecamatan, sesuai dengan tingkat kebutuhannya,” pungkas Nursoleh. (jnr)