Inkubator Unair Gandeng Tokopedia
KOMUNITAS PERISTIWA

Inkubator Unair Gandeng Tokopedia

Dewasa ini, situs e-commerce menjadi salah satu wadah wirausaha dan corong marketplace yang sangat strategis bagi generasi muda yang ingin memulai usaha.

Melihat peluang tersebut, Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi (BPBRIN) melalui Inkubator Universitas Airlangga (UNAIR) menggandeng Tokopedia memberikan pelatihan bagi mahasiswa UNAIR yang ingin maupun telah memiliki usaha di situs e-commerce tersebut.

Digelar secara daring pekan lalu, acara bertajuk “Mulai Bisnis Kamu bersama Tokopedia” itu mendatangkan pengusaha dan tim andal dari Tokopedia untuk memberikan ilmu dan pengarahan. Muhammad dari Tokopedia memberikan perkenalan awal mengenai seluk beluk dan strategi berbisnis di Tokopedia.

Muhammad mengungkapkan bahwa Tokopedia telah memiliki 100 juta pengguna di seluruh Indonesia dan tersebar di 98 persen wilayah Indonesia. Begitu pula dengan jumlah produk yang mencapai 350 juta jenis dan merchant yang tembus 10 juta lapak.

Melalui market dan peluang yang besar tersebut, Muhammad mengimbau agar generasi muda tidak ragu untuk memulai bisnis mereka di Tokopedia.

“86,5 persen seller di Tokopedia adalah pengusaha baru. Jangan khawatir dengan persaingan karena kita di sini memang berusaha mengembangkan platform yang mampu menjangkau banyak merchants dan users untuk membangun ekosistem pasar yang lebih luas,” jelasnya.

Tokopedia sendiri menyajikan berbagai jenis platform bisnis mulai dari fintech and payment, logistic and fulfillment, marketplace and digital goods, serta new retail. Perluasan bidang bisnis itu menjadi bentuk adaptasi Tokopedia atas besarnya peluang market di Indonesia.

“Indonesia berada di ranking pertama dalam transaksi jual beli online dunia. Presentasenya sebanyak 82 persen, di atas China, Inggris, Jerman, dan Thailand,” terangnya.

Selain menjelaskan peluang bisnis tersebut, Muhammad juga berbagi beberapa strategi sederhana untuk memulai usaha di Tokopedia. Beberapa di antaranya seperti penjelasan tentang produk-produk digital yang menunjang kegiatan usaha, jenis-jenis partner logistik, alur transaksi, hingga strategi memaksimalkan langkah pemasaran dari toko online.

Muhammad menjelaskan bahwa jika peserta menginginkan toko online yang sukses mereka harus memperhatikan empat hal, yakni deskripsi produk dan penamaan yang efektif, harga yang kompetitif, foto produk menarik, serta memasarkan produk melalui fitur Tokopedia di berbagai media sosial.

Usai presentasi tersebut, tim Tokopedia juga memberikan pelatihan lanjutan yang lebih mendalam bagi peserta melalui break out room. Dalam sesi itu, peserta akan berkonsultasi dengan tim dari Tokopedia serta mendapatkan penjelasan-penjelasan teknis untuk sukses berbisnis di salah satu situs e-commerce terbesar di Indonesia tersebut.

Gelaran sharing dan pelatihan singkat itu sendiri diharapkan mampu meningkatkan jiwa kewirausahaan dan berbisnis dari mahasiswa UNAIR. Terlebih, situs e-commerce saat ini menjadi pasar dengan jangkauan konsumen yang begitu luas. (ita)