Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Kisah Haru Ibu Anis, Dampingi Anak Sakit Demi Wujudkan Mimpi Masuk Psikologi UNAIR
  • Demi Menjadi Ahli Gizi, Mahasiswi Asal Kalimantan Utara Rela Lepas Status Kuliah di Semarang demi UNAIR
  • Kuatkan Tekad, Siswi Ini Rela Tempuh Perjalanan Udara Demi Masuk FK UNAIR
  • Porwanas XV Makin Siap, SIWO PWI Lampung Terapkan Verifikasi Atlet Berbasis Barcode
  • Burung hingga Kucing Bakau Jadi Bukti Ekosistem Kebun Raya Mangrove Surabaya Tetap Terjaga
  • Demi Mimpi Masuk FK UNAIR, Siswa SMA Ini Rela Tinggalkan Kursi Kuliah yang Sudah Diraih
  • Tembus 6.335 Pendaftar, Mandiri UNAIR Jadi Pilihan Ribuan Calon Mahasiswa
  • Berdiskusi dengan Ketua PWI Jatim, Kepala Bakorwil Malang Ajak Perkuat Narasi Pengembangan Potensi Selatan Jatim Menuju Malang Megapolitan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»JALAN-JALAN»Kebun Teh Wonosari, The Most Valuable Seller

Kebun Teh Wonosari, The Most Valuable Seller

JALAN-JALAN redaksi08/09/2020 - 15:00 WIB

Kebun Teh Wonosari Lawang salah satu unit Kebun dan Agro Wisata PTPN XII berhasil menyabet gelar “The Most Valuable Sellers Batch 2” di ajang Indonesia Corporate Travel and Mice (ICTM) 2020/Bakusapa yang diadakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Indonesia dengan mempertemukan sellers dan buyers melalui Virtual Meeting, Rabu (02/09) lalu.

Istilah sellers dipakai bagi perusahaan penyedia jasa/ pengelola wisata, Hotel, Venue dan Resort yang tersebar di seluruh destinasi, sedangkan buyers berasal dari lingkungan Kementerian dan Lembaga.

Sellers diminta untuk memaparkan keunggulan – keunggulan yang dimiliki, berpenampilan unik dan tanya jawab untuk menarik para buyers.

Untuk itu, Kebun Teh Wonosari melakukan berbagai persiapan matang mulai dari mengikuti pelatihan Bakusapa, menyusun materi yang menarik, tata cara presentasi yang unik, serta mempelajari sellers lain dan buyers, menjadi hal yang perlu diperhatikan sebelum tatap muka kemarin.

“Kalo presentasi tentang hotel dan resto hampir sama atau standar, yang kami unggulkan adalah view kebun teh satu satunya di Kabupaten Malang sambil minum teh, lihat pemandangan kebun teh, petik teh, pulangnya bawa oleh-oleh produk olahan teh, pasti berkesan dan belum ada. Untuk presentasi, tim marketing menggunakan pakaian khas petik yang cantik dan mempesona,” ujar Nelson Limbong, Manajer Kebun Wonosari seusai pengumuman ajang tersebut.

ICTM atau bakusapa merupakan wujud kerjasama forum bisnis antara Indonesia Profesional Organizer Society (IPOS), Dinas Pariwisata Jawa Timur dan Kemenparekraf Direktorat Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran (MICE) dalam rangka menggerakkan industri pariwisata MICE ditengah Covid-19.

Nelson berharap setelah ini Kebun Teh Wonosari dapat menjadi wisata yang dikenal dan diperhitungkan di Jawa Timur, bahkan seluruh Indonesia. Terlebih lagi saat pandemi ini seluruh aspek terutama pariwisata harus dapat bertahan dan bangkit, salah satu caranya dengan menerapkan protokol kesehatan demi kenyamanan pengunjung.

“Pariwisata salah satu usaha yang terkena dampak corona, bagaimana kita mau pasrah atau survive di kondisi ini. Promosi kita gencarkan lagi, pengunjung kita beri kepercayaan protokol kesehatan Covid 19 kita. Semua Wisata Agro di PTPN XII harus bangkit lagi, jangan menunggu bola, Ayo Kita Bisa!” tambah Nelson sebelum menutup sesi wawancara.

Sebelumnya di tahun ini ajang yang sama diselenggarakan pada bulan Juli 2020, sedangkan ICTM kali inidiselenggarakan di lima kota, diantaranya Jakarta, Bogor, Bali, Yogyakarta, dan Malang yang dimulai pertengahan September sampai dengan akhir Desember 2020.

Ajang ini diharapkan dapat memotivasi seluruh industri MICE Indonesia untuk terus berkarya dan menjadikan Indonesia sebagai destinasi MICE yang aman, nyaman serta dapat menjangkau persaingan pariwisata internasional. (sak)

Kebun Teh Wonosari Lawang
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Demi Menjadi Ahli Gizi, Mahasiswi Asal Kalimantan Utara Rela Lepas Status Kuliah di Semarang demi UNAIR

27/06/2026 - 18:41 WIB

Kuatkan Tekad, Siswi Ini Rela Tempuh Perjalanan Udara Demi Masuk FK UNAIR

27/06/2026 - 18:36 WIB

Porwanas XV Makin Siap, SIWO PWI Lampung Terapkan Verifikasi Atlet Berbasis Barcode

27/06/2026 - 10:26 WIB

Burung hingga Kucing Bakau Jadi Bukti Ekosistem Kebun Raya Mangrove Surabaya Tetap Terjaga

26/06/2026 - 17:38 WIB

Demi Mimpi Masuk FK UNAIR, Siswa SMA Ini Rela Tinggalkan Kursi Kuliah yang Sudah Diraih

26/06/2026 - 17:33 WIB

Tembus 6.335 Pendaftar, Mandiri UNAIR Jadi Pilihan Ribuan Calon Mahasiswa

26/06/2026 - 17:24 WIB

Comments are closed.

Kisah Haru Ibu Anis, Dampingi Anak Sakit Demi Wujudkan Mimpi Masuk Psikologi UNAIR

27/06/2026 - 18:56 WIB

Demi Menjadi Ahli Gizi, Mahasiswi Asal Kalimantan Utara Rela Lepas Status Kuliah di Semarang demi UNAIR

27/06/2026 - 18:41 WIB

Kuatkan Tekad, Siswi Ini Rela Tempuh Perjalanan Udara Demi Masuk FK UNAIR

27/06/2026 - 18:36 WIB

Porwanas XV Makin Siap, SIWO PWI Lampung Terapkan Verifikasi Atlet Berbasis Barcode

27/06/2026 - 10:26 WIB

Burung hingga Kucing Bakau Jadi Bukti Ekosistem Kebun Raya Mangrove Surabaya Tetap Terjaga

26/06/2026 - 17:38 WIB

Demi Mimpi Masuk FK UNAIR, Siswa SMA Ini Rela Tinggalkan Kursi Kuliah yang Sudah Diraih

26/06/2026 - 17:33 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.