MBKM Solusi Kuliah Singkat
PERISTIWA TEKNOLOGI

MBKM Solusi Kuliah Singkat

Meski program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) baru dicanangkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tehnologi (Mendikbudristek), tetapi Universitas Airlangga (Unair) sudah terlebih dahulu mengimplemantasikan dalam proses pendidikannya. Mahasiswa tidak perlu berlama-lama belajar di kampus guna merampungkan kuliah dan mendapatkan gelar sarjana yang diidamkan.

Adalah Hilmy Muktafi (24). Mahasiswa Sistem Informasi Fakultas Sains dan Tehnologi Unair berhasil membuat terobosan baru di bidang pendidikan. Namanya, Analitica id. Mahasiswa angkatan 2017 menjadi satu dari 50 peserta yang lolos MBKM.

Inovasi yang digodok bersama kawan-kawannya bertujuan membantu siswa Sekolah Menengah Umum (SMU) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ingin masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) agar lolos program Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Stigma belajar eklusif dalam sebuah perguruan tinggi didobrak melalui platform tryout dengan tujuan proses belajar tidak hanya didominasi siswa di perkotaan dan kota besar belaka. “Lewat Analitica.id saya ingin melakukan pemerataan hingga di desa dan kota kecil di daerah. Sehingga jika awalnya eklusif menjadi inklusif,” terang anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Muhammad Sutrisno dan Hanik Dwi Mulyati pada JurnalIndonesia.net.

Latar belakang diciptakan aplikasi tryoutnya, selain tidak adanya proses belajar tatap muka akibat Pandemi Covid-19, sosialisasi seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bisa merata hingga ke daerah.

Millenial kelahiran 26 Maret 1998 memaparkan, Analitica.id bisa dipakai mengasah, mengukur, menguji hingga mengetahui kemampuan siswa menghadapi seleksi masuk PTN. Sebelum dilaunching 1 Juni 2020 lalu, Hilmy dan timnya melakukan diskusi dengan akademisi dan profesional dari berbagai bidang. Khususnya menyusun soal berkwalitas.

Hasilnya, di luar dugaan. Analitica.id menjadi satu-satunya platform ‘berkarpet merah’’ menuju PTN andalan. Diantaranya, Unair kampusnya sendiri, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Pembangunan Negara (UPN) yang ada di Surabaya. Melalui program Golden Tiket tahun 2021 ada 10 siswa berhasil kuliah di Unair, salah satunya di Fakultas Kedokteran, 3 di Unesa dan 4 siswa di UPN.

Keterbatasan tim, membuat Analitica.id yang sudah diunduh 30 ribu belum maksimal pendataannya. Berapa yang diterima di PTN. Rata-rata 3.000 peserta tryout, 100 siswa bertestimoni diterima di PTN. Membanggakan. Platform yang bisa diunduh di website, Playstore dan Appstore ini menduduki rangking 16 teratas, bersaing dengan ratusan aplikasi edukasi di Indonesia. Saat ini juga telah tersedia tryout bagi CPNS.

Setahun, Analitica.id berhasil menyalurkan lebih 25 bea siswa program S1 . “Seluruhnya gratis,” papar Hilmy yang baru meraih 3 besar ajang kompetisi ide bisnis Pertamuda, Seed and Scale 21 yang digelar PT Pertamina. Melalui MBKM, Hilmy berharap tidak ada lagi mahasiswa abadi karena ‘nyambi’ di luar kampus.

Rektor Unair Mohmmad Nasih menyampaikan Unair sudah mengimplementasikan BMKM jauh sebelum dicanangkan Mas Menteri Nabiel Makarim. Inilah yang membuat Unair menempati posisi pertama Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum saat penilaian Kemendikbudristek. Capaian 74 poin, pertumbuhan 673 dan posisi tinggi 10 persen.

“Alhamdulillah dapat insentif Rp 24 miliar dari kementerian,” katanya seraya mengatakan 9 kegiatan yang bisa diikuti mahasiswa dalam program MBKM. (ita siti nasyi’ah)