Merah Putih Berkibar di Sirkuit Qatar
OLAHRAGA PERISTIWA

Merah Putih Berkibar di Sirkuit Qatar

Nama Indonesia kembali disebut di kancah balap motor paling bergengsi, MotoGP. Bukan hanya akan menjadi tuan ruah seri kedua musim 2022 setelah absen selama seperempat abad. Kali ini pihak Dorna Sports sebagai pemegang lisensi balap MotoGP juga telah memberikan kesempatan kepada empat pebalap masa depan Merah Putih untuk turut bersaing di Idemitsu Asia Talent Cup 2022.

Ajang ini merupakan karpet merah yang disediakan Dorna kepada para talenta dari delapan negara di Asia Pasifik untuk merebut tiket membalap di ajang MotoGP. Seluruh pebalap yang turun memakai tunggangan sejenis, yakni Honda NSF250F Moto3. Mereka sebelum turun dalam satu musim penuh, sempat mendapat bimbingan dari Direktur Asia Talent Cup, Alberto Puig yang juga mantan pebalap MotoGP era 1990-an.

Para pebalap muda ini bakal terjun di enam seri IATC 2022 termasuk dua seri di Sirkuit Internasional Jalan Raya Pertamina Mandalika, 18-20 Maret 2022 dan 11-13 November 2022. Seluruh seri IATC 2022 digelar bersamaan dengan jadwal seri MotoGP di kawasan Asia. Kecuali seri terakhir IATC 2022 di Sirkuit Mandalika berbarengan dengan ajang World Superbike 2022 di kawasan wisata superprioritas kebanggaan Indonesia tersebut.

Keempat jagoan muda Merah Putih itu adalah Veda Ega Pratama, Aan Riswanto, Rekyat Yusuf Fadillah, dan Diandra Trihardika. Keempatnya ikut pada seri pembuka IATC musim ini di Sirkuit Internasional Losail, Qatar, 4-6 Maret 2022. Di lintasan sepanjang 5,4 kilometer itu, Veda menunjukkan prestasi paling menonjol di antara tiga rekannya yang lain.

Ini dibuktikan pebalap kelahiran Wonosari, Gunung Kidul, 23 November 2008 tersebut dengan merebut finish di urutan ketiga pada Race 2 IATC Qatar, Minggu (06/03). Start dari urutan ketujuh, Veda yang merupakan pebalap termuda, sempat memimpin balapan saat memasuki putaran (lap) ketiga. Ia berduel dengan dua wakil Jepang, Amon Odaki dan Shinya Ezawa di baris terdepan pada 12 lap terakhir. Pada 11 lap terakhir, Veda mampu mencuri tempat Ezawa dan naik ke urutan kedua.

Posisi kedua itu dipertahankan Veda menjelang detik-detik akhir lomba, meski kemudian ia terlempar ke empat besar. Anak kandung dari mantan pebalap nasional Sudarmono ini melakukan aksi mengejutkan.

Veda tancap gas di lintasan lurus jelang garis akhir dan berhasil meloncat dari urutan keempat ke posisi ketiga menggeser Hakim Danish (Malaysia). Danish hanya mampu berada di urutan kelima karena kurang 1 meter dari garis finish, ia terlibas juga oleh Mie.

Veda akhirnya naik podium sebagai juara ketiga dan membuat Merah Putih berkibar di Losail untuk pertama kalinya. Hasil ini sekaligus mengobati kekecewaannya pada Race 1 sehari sebelumnya ketika ia gagal menyelesaikan seluruh putaran lomba. Race 1 ini kemudian menjadi milik Ezawa diikuti Gun Mie dan Odaki.

“Sungguh balapan yang luar biasa. Belajar dari race pertama kemarin, saya berusaha tenang agar tetap berada di barisan terdepan. Saya sangat senang berhasil meraih podium di race kedua ini,” kata Veda seperti dikutip dari siaran pers Astra Honda Motors yang menaunginya.

Belakangan, Veda yang semula menjadi juara ketiga, dinyatakan sebagai juara kedua. Ini diketahui setelah Al-Sahouti terkena hukuman penalti tiga detik (long lap penalty) dan dinyatakan tidak layak naik podium sebagai juara kedua.

Di balapan kali ini, keterampilan balap Veda sempat disamakan dengan gaya Marc Marquez. Sanjungan itu sempat dituliskan di dalam akun media sosial IATC yang menyebut Veda memiliki gaya balapan serupa dengan juara enam kali MotoGP tersebut. Cerita ini bermula ketika Veda yang berada di urutan kedua pada dua lap terakhir hendak masuk tikungan kedua.

Tiba-tiba saja ia merasa akan terjadi kemungkinan terjatuh (low side crash) karena menikung terlalu miring. Namun, mendadak ia melakukan aksi penyelamatan dengan mengangkat lutut kanannya menghindari agar tidak crash. Karena itu pula ia disalip Ezawa dan kemudian Danish. “Ini Veda Ega Pratama atau Marc Marquez? Penyelamatan yang luar biasa dari pebalap Indonesia” tulis akun IATC di platform Facebook.

Di Losail ini, selain keempat pebalap muda di seri IATC, Merah Putih juga diwakili oleh Mario Suryo Aji di kelas Moto3 yang membela Honda Team Asia. Ini adalah musim pertama Mario membalap di ajang Moto3. Ia memulai lomba dari posisi start ke-25 dan sempat bertengger di posisi 18 pada awal balapan digelar.

Mario akhirnya berhasil finish di urutan ke-19. “Saya senang bisa finish di balapan tangguh ini. Saya mendapat sejumlah masukan dari tim. Ini adalah balapan pertama saya dan masih perlu banyak menimba pengalaman. Tim banyak membantu saya dan masih perlu kerja keras,” kata Mario seperti dikutip dari Antara.

Veda dan kawan-kawan di IATC serta Mario Aji akan kembali bertarung pada seri berikutnya di kandang sendiri. Mereka akan tampil di hadapan pendukung Merah Putih di tanah Mandalika, 18-20 Maret 2022. Ayo dukung penampilan mereka di kampung halaman sendiri, Indonesia. (indonesia.go.id)