Meskes Pastikan Ketersediaan Oksigen
KESEHATAN PERISTIWA

Meskes Pastikan Ketersediaan Oksigen

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa pasokan oksigen untuk kebutuhan medis saat ini cukup. Hal ini disampaikannya menanggapi isu yang beredar mengenai kurangnya ketersediaan oksigen khususnya untuk perawatan pasien COVID-19.

“Kami bisa sampaikan di sini bahwa oksigen yang ada itu cukup, oksigen yang ada itu cukup,” tegasnya dalam keterangan pers secara virtual, pekan lalu.

Menkes memaparkan, saat ini kapasitas produksi oksigen oleh produsen lokal di Tanah Air sebagian besar dialokasikan untuk kebutuhan industri, yaitu sebanyak 75 persen, dan hanya 25 persen untuk kebutuhan oksigen medis. Alokasi untuk industri tersebut, imbuhnya, akan dialihkan untuk produksi oksigen medis.

“Jadi ada satu perusahaan oksigen lokal yang memang memproduksi hampir 90 persen dari oksigen di rumah sakit-rumah sakit. Kapasitas perusahaan tersebut itu baru terpakai 25 persen, karena yang 75 persennya atau tiga kali lipat lebih besar itu digunakan untuk menyuplai industri. Komitmen dari perusahaan ini adalah, 75 persen ini siap diberikan untuk menyuplai oksigen di rumah sakit. Sehingga dengan demikian kita masih punya ruang yang cukup,” paparnya.

Terdapat sembilan pabrik yang akan menyuplai oksigen medis tersebut, yaitu empat pabrik di Jawa Barat (Jabar), satu di Jawa Tengah (Jateng), dan empat di Jawa Timur (Jateng).

Budi menegaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) untuk memastikan pasokan listrik untuk pabrik-pabrik tersebut. Sehingga, kejadian aliran listrik terhenti dan mengganggu produksi yang terjadi di pabrik oksigen di Jawa Tengah beberapa waktu lalu tidak terulang kembali.

“Kita sudah berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan agar suplai listriknya itu konsisten untuk seluruh pabrik-pabrik oksigen yang ada di Jawa agar mereka bisa berproduksi penuh dan tidak terganggu operasinya,” ujarnya.

Menkes menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi untuk menjamin kelancaran distribusi oksigen tersebut. Kebutuhan oksigen di Jateng yang hanya memiliki satu pabrik oksigen, imbuhnya, dapat dipenuhi dari pabrik lainnya di Jawa Barat atau Jawa Timur.

“Kita bisa langsung mengisi dengan truk-truk untuk asalnya pabrik dari Jawa Barat atau Jawa Timur. Truk-truk ini besar-besar mengangkut oksigen, tersedia juga jumlahnya cukup. Kita sudah berkoordinasi juga dengan Pak Panglima TNI dan Pak Kapolri untuk memastikan bahwa logistik atau pergerakan dari truk-truk besar ini aman,” ujarnya.

Dalam keterangan persnya, Menkes juga menegaskan bahwa stok tabung oksigen yang ada saat ini juga mencukupi.

“Pak Agus [Menteri Perindustrian] itu sudah sampaikan ke saya bahwa sebenarnya jumlah tabung di kita pun ada stok 3.000 unit. Para produsen-produsen tabung ini umumnya adalah perusahaan dalam negeri, mereka juga bisa dengan cepat memproduksi tabung oksigen,” ujarnya.

Budi menambahkan, rumah sakit yang belum memiliki instalasi gas oksigen juga tidak perlu menambah stok tabung oksigen karena perputaran tabung tersebut akan diatur agar tidak terjadi kekurangan.

“Sebenarnya setelah dilihat, bukan masalah jumlahnya yang kurang tapi karena ada peningkatan yang tinggi sehingga perputaran tabungnya itu mesti dijaga. Karena logistiknya bagus, enggak perlu walaupun jumlah pemakaiannya lebih banyak, tabungnya enggak usah dari dua dibikin jadi empat atau delapan, tapi nanti pengisiannya lebih sering, yang tadinya satu bulan sekali menjadi dua hari sekali atau juga jadi seminggu sekali,” tandasnya. (sak)