Migrasi TV Digital di Jatim Ditunda
PERISTIWA TEKNOLOGI

Migrasi TV Digital di Jatim Ditunda

Pelaksanaan Analog Switch Off (ASO) Migrasi TV Analog ke Digital di wilayah Jawa Timur untuk tahap pertama di sembilan kabupaten, ditunda.

Penundaan dikarenakan belum optimalnya penyediaan dan distribusi bantuan set top box (STB) gratis pada masyarakat kurang mampu di wilayah yang masuk ASO tahap pertama.

Kepala Dinas Kominfo Jatim, Hudiyono mengatakan, Peraturan Menteri Kominfo RI No. 11 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penyiaran, sedianya ASO tahap pertama ini secara nasional menyasar 116 kabupaten dan kota.

Sembilan di wilayah Jawa Timur, yakni Sampang, Pamekasan, Sumenep, Banyuwangi, Jember, Lumajang, Bondowoso, Situbondo dan Pacitan.

“Kemarin telah diumumkan penerapan ASO tahap pertama oleh Menkominfo hanya di delapan kabupaten/kota di tiga provinsi, yakni NTT, Papua Barat dan Riau. Jadi untuk sembilan kabupaten di wilayah Jawa Timur, ditunda,” kata Hudiyono.

Ia juga mengungkapkan informasi penundaan ASO tahap pertama dari hasil koordinasi dengan Sub Koordinator Perencanaan Infrastruktur Penyiaran Kemenkominfo, Indra Siswoyo.

“Salah satu alasan penundaan ASO karena bantuan penyediaan dan distribusi STB dari operator multiplexing atau penyelenggaran penyiaran untuk rumah tangga miskin di daerah yang masuk ASO 1 masih minim dan belum memenuhi target sasaran,” jelasnya.

Berdasarkan data dari Kementerian Kominfo RI, total STB gratis yang akan dibagikan di Jawa Timur pada ASO tahap pertama adalah sebanyak 379.814 unit STB. Penyaluran melalui Media Grup/Metro TV sebanyak 69.231 unit. Dari MNC Grup (MNC TV, RCTI, Global TV) menyalurkan sebanyak 143.006 unit STB. Dari SCM Grup (SCTV-Indosiar) menyalurkan sebanyak 138.995 unit STB.

Dari ketiga grup multiplexing atau MUX tersebut, distribusi bantuan STB menyasar rumah tangga di wilayah Sampang, Pamekasan, Sumenep, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi dan Pacitan. Sedangkan Trans Grup (Trans TV-Trans 7) menyalurkan 28.582 unit STB di wilayah Bondowoso, Jember dan Lumajang.

Hudiyono mengungkapkan, berdasarkan hasil rapat Dinas Kominfo Jatim dengan multiplekser / penyelenggara siaran digital bersama KPID Jawa Timur dan Balai Monitoring Kelas 1 Surabaya, diketahui bahwa belum semua siap untuk membagikan STB gratis sesuai jadwal.

Selain itu juga masih ada beberapa multiplekser yang masih mengurus izin siaran digital sehingga belum dapat menyelenggarakan penyiaran digital walaupun siaran analog sudah dihentikan.

Kendati penerapan ASO tahap pertama ditunda, ia meminta seluruh pihak multiplekser untuk segera mengoptimalkan distribusi STB. Selain itu, proses sosialisasi tentang migrasi tv analog ke digital juga tetap dioptimalkan untuk mengurangi resistensi di masayarakat. (ita)