Pasutri Raih Doktor Bersama di ITS
PERISTIWA PROFIL

Pasutri Raih Doktor Bersama di ITS

Memilih menempuh studi lanjut bukan berarti mengulur waktu setiap insan untuk menemukan jodoh. Muhammad Ahsan dan Hidayatul Khusna, pasangan muda yang berhasil lulus dari program doktoral Departemen Statistika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) secara bersamaan. Keduanya resmi menyandang gelar doktor dalam wisuda ke-121 ITS yang digelar di Graha Sepuluh Nopember ITS, Sabtu (14/3).

Menariknya lagi, pasangan yang menempuh sidang terbuka promosi doktor secara bersamaan pada 19 November 2019 lalu ini baru mengenal satu sama lain kala memulai studi doktoralnya.

Sama-sama memiliki keinginan untuk studi lanjut, keduanya sempat mendaftarkan diri dalam program beasiswa luar negeri sebelum akhirnya diterima sebagai mahasiswa Program Menuju Doktor Sarjana Unggul (PMDSU) pada tahun 2015.

“Kami pertama kali kenal dari PMDSU, kebetulan satu promotor dan saling mengenal, kemudian menikah pada 2016,” ungkap sang istri yang kerap disapa Khusna tersebut. Perempuan yang juga menempuh pendidikan sarjananya di ITS tersebut mengungkapkan bahwa ia tengah hamil ketika menjalani uji kelayakan sebagai doktor pada pertengahan 2019 lalu. “Sampai saat sidang terbuka, umur kandungan saya memasuki bulan keenam,” imbuhnya.

Mengandung sembari menyelesaikan disertasi diakui Khusna memang tak mudah. Ia menyatakan bahwa dirinya harus pandai dalam membagi waktu agar dapat beristirahat dengan cukup. “Saya usahakan semua tugas dan hal lain yang berkaitan dengan penelitian selesai sebelum malam hari,” tegasnya.

Ia juga berpendapat bahwa keberhasilan seorang calon doktor tak hanya dipengaruhi oleh kecerdasan dan manajemen waktu semata, tetapi juga oleh kesabaran, ketekunan, dukungan serta lingkungan yang positif. “Ketika seringkali penelitian tidak menemukan jalan keluar, maka perlu kesabaran untuk tetap on the track,” ujar perempuan kelahiran 19 Mei 1994 tersebut.

Dalam perjuangan merampungkan penelitiannya, pasangan doktor ke-32 dan ke-33 Departemen Statistika ITS ini mengaku saling mendukung dan menyemangati satu sama lain.

Bahkan, tak jarang keduanya berdiskusi dan saling koreksi terkait penelitian yang sedang dikerjakan. “Menarik rasanya bisa belajar dan kesana kemari bersama-sama,” ucap sang suami, yang akrab disapa Ahsan ini.

Berkat dukungan satu sama lain, Ahsan menambahkan, pasangan suami istri tersebut bisa lulus dengan predikat Cumlaude secara bersamaan. Khusna berhasil meraih gelar doktor dengan disertasi berjudul Pengembangan Diagram Kontrol Maximum Multivariate Cumulative Sum (Max-MCUSUM) untuk Data Berautokorelasi.

Sedangkan Ahsan dengan penelitian disertasinya yang berjudul Pengembangan Diagram Kontrol Multivariat Berbasis PCA Mix untuk Deteksi Intrusi.

Lelaki asal Makassar tersebut juga bersyukur dapat mengikuti berbagai program penelitian dan konferensi internasional melalui PMDSU bersama-sama sang istri.

Keduanya bahkan menerima beasiswa program Peningkatan Kualitas Publikasi Ilmiah (PKPI) / Sandwich-Like di Universiti Teknologi Malaysia (UTM) selama empat bulan sejak Oktober 2018.

Selain itu, semasa pendidikan Khusna dan Ahsan aktif menelurkan penelitian yang terpublikasi internasional dan terindeks Scopus.

Sang suami yang juga aktif meneliti di Laboratorium Statistika Bisnis dan Industri tersebut berhasil mempublikasikan 16 artikel terindeks Scopus. Sedangkan Khusna, meski mengaku masih belajar menulis jurnal berstandar internasional telah menerbitkan lima artikel terindeks Scopus sebagai penulis utama.

Pasangan yang tengah berbahagia atas kelahiran buah hatinya beberapa waktu lalu ini berpesan, meski menempuh proses panjang dalam setiap perjalanan menuju sukses, sabar adalah kunci utamanya. “Tetap bersabar, saling mendukung satu sama lain, dan jangan berhenti berkarya,” tutur Ahsan berbagi tips. (ita)