Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Dishub Evaluasi Sopir Suroboyo Bus dan Wira-Wiri, Siapkan Sistem Penilaian Penumpang
  • Cegah Manipulasi Domisili Saat SPMB 2026/2027, Pemkot Surabaya Optimalkan Verifikasi melalui Cek In Warga
  • Pemkot Surabaya dan Komdigi Uji Coba Perlinsos Digital, Dorong Penyaluran Bansos Lebih Tepat Sasaran
  • Khofifah Lantik 65 Kepala SMA, SMK, dan SLB, Tekankan Pendidikan Karakter untuk Wujudkan Generasi Unggul Indonesia Emas 2045
  • UNAIR Matangkan Persiapan ON MIPA-PT 2026, Siap Sambut Finalis dari 85 Perguruan Tinggi
  • Kemlu RI dan UNAIR Dorong Generasi Muda Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan dan Energi Global
  • Munas FKDK BPD SI 2026 di Semarang Tetapkan Ketua Umum Baru, Perkuat Agenda Transformasi Bank Pembangunan Daerah
  • D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»Pembangkit Listrik Limbah Sawit

Pembangkit Listrik Limbah Sawit

EKONOMI BISNIS redaksi31/08/2024 - 12:00 WIB

Limbah cair dari proses pengolahan kelapa sawit menjadi minyak sawit mentah (CPO), ternyata bisa dimanfaatkan untuk pembangkit listrik. Yakni, pembangkit listrik tenaga biogas, yang menjadi salah satu alternatif energi baru terbarukan.

Di Indonesia, pembangkit listrik tenaga biogas tersebut sudah beroperasi di Pulau Belitung. Lokasinya berada di kawasan perkebunan sawit milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk.

“Ini adalah pembangkit listrik tenaga biogas pertama di Indonesia, yang menjual listriknya ke PT PLN. Penjualan dilakukan dengan skema Independent Power Producer (IPP),” kata Manager Operasional Pembangkit Listrik Tenaga Biogas PT Austindo Aufwind New Energy, Ipan S. Manalu dalam kegiatan ‘Site Visit, Kontribusi Sawit untuk APBN dan Perekonomian’ di Pulau Belitung, Rabu (28/08)

PT Austindo Aufwind New Energy merupakan perusahaan yang mengelola Pembangkit Listrik Tenaga Biogas tersebut. Saat ini, kapasitas listrik yang dihasilkan sebesar 1,8 Mega Watt, yang mengaliri 2.000-2.500 rumah tangga di tiga kecamatan di Pulau Belitung.

Pembangkit listrik tenaga biogas ini mulai beroperasi secara komersial tahun 2014. Namun, hingga kini masih menghadapi tantangan berupa masih rendahnya harga listrik yang dibeli oleh pemerintah.

“Biaya produksi kami sekitar Rp600-Rp700 per kwh, tapi harga yang dibeli PLN hanya Rp975 per kwh. Kerena ketentuan harga tersebut masih mengacu pada Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2012,” ujar Ipan.

Dia berharap pemerintah bisa memberikan harga yang lebih baik pada listrik tenaga biogas. Seiring dengan upaya pemerintah menggalakan sumber energi baru terbarukan guna mengurangi emisi karbon.

Meski demikian, Ipan mengakui insentif yang diberikan pemerintah melalui kementerian keuangan cukup membantu. Insentif tersebut berupa pembebasan Pajak Penghasilan (PPh 23).

“Kami berharap juga ada kelancaran di Bea Cukai, karena kita masih menggunakan mesin dan teknologi dari Jerman. Misalnya, kita belum memiliki gas engine produksi nasional,” ucap Ipan.

Ia juga menjelaskan, biogas yang dihasilkan berupa gas metana yang berasal dari proses pembusukan limbah cair pabrik kelapa sawit. Biogas metana tersebut selanjutnya melalui proses pembakaran untuk menghasilkan listrik.

Menurut Ipan, pembangkit listrik tenaga biogas di Belitung ini sangat mungkin meningkatkan kapasitas produksi listriknya. Meski tidak besar hanya sekitar 20 hingga 30 persen.

“Tergantung limbah cair yang dihasilkan pabriknya, kalau kapasitas pabriknya lebih dari 1.200 ton per hari, kapasitasnya bisa bertambah. Tapi tidak banyak, mungkin hanya 20-30 persen,” kata Ipan menutup penjelasannya. (rri)

limbah cair sawit
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Dishub Evaluasi Sopir Suroboyo Bus dan Wira-Wiri, Siapkan Sistem Penilaian Penumpang

04/06/2026 - 19:07 WIB

Cegah Manipulasi Domisili Saat SPMB 2026/2027, Pemkot Surabaya Optimalkan Verifikasi melalui Cek In Warga

04/06/2026 - 19:04 WIB

Pemkot Surabaya dan Komdigi Uji Coba Perlinsos Digital, Dorong Penyaluran Bansos Lebih Tepat Sasaran

04/06/2026 - 19:00 WIB

Khofifah Lantik 65 Kepala SMA, SMK, dan SLB, Tekankan Pendidikan Karakter untuk Wujudkan Generasi Unggul Indonesia Emas 2045

04/06/2026 - 18:55 WIB

UNAIR Matangkan Persiapan ON MIPA-PT 2026, Siap Sambut Finalis dari 85 Perguruan Tinggi

04/06/2026 - 18:52 WIB

Kemlu RI dan UNAIR Dorong Generasi Muda Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan dan Energi Global

04/06/2026 - 11:56 WIB

Comments are closed.

Dishub Evaluasi Sopir Suroboyo Bus dan Wira-Wiri, Siapkan Sistem Penilaian Penumpang

04/06/2026 - 19:07 WIB

Cegah Manipulasi Domisili Saat SPMB 2026/2027, Pemkot Surabaya Optimalkan Verifikasi melalui Cek In Warga

04/06/2026 - 19:04 WIB

Pemkot Surabaya dan Komdigi Uji Coba Perlinsos Digital, Dorong Penyaluran Bansos Lebih Tepat Sasaran

04/06/2026 - 19:00 WIB

Khofifah Lantik 65 Kepala SMA, SMK, dan SLB, Tekankan Pendidikan Karakter untuk Wujudkan Generasi Unggul Indonesia Emas 2045

04/06/2026 - 18:55 WIB

UNAIR Matangkan Persiapan ON MIPA-PT 2026, Siap Sambut Finalis dari 85 Perguruan Tinggi

04/06/2026 - 18:52 WIB

Kemlu RI dan UNAIR Dorong Generasi Muda Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan dan Energi Global

04/06/2026 - 11:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.