Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat kualitas layanan kedaruratan dengan meningkatkan kompetensi personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar Pelatihan Firefighter Level 2 (FF2) bagi 50 personel terpilih yang dipersiapkan menjadi pemimpin operasional dalam berbagai situasi darurat yang semakin kompleks.
Program peningkatan kapasitas tersebut diikuti personel dari berbagai rayon pemadam kebakaran, unit rescue, hingga bidang operasional DPKP Surabaya. Pelatihan ini menjadi tahap lanjutan bagi petugas yang sebelumnya telah mengantongi sertifikasi Firefighter Level 1 (FF1), khususnya komandan regu (Danru) dan komandan tim (Danton) yang memiliki peran strategis dalam pengambilan keputusan saat terjadi kebakaran maupun operasi penyelamatan.
Kepala DPKP Surabaya, Laksita Rini Sevriani, menjelaskan bahwa pelatihan FF2 merupakan bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang profesional dan memiliki standar kompetensi yang terukur. Menurutnya, kemampuan teknis saja tidak cukup bagi seorang pemimpin lapangan yang setiap saat dihadapkan pada kondisi berisiko tinggi.
Laksita menilai sertifikasi kompetensi menjadi elemen penting untuk memastikan setiap komandan memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan pengambilan keputusan yang sesuai standar operasional. Dengan demikian, kualitas pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan seiring berkembangnya tantangan penanganan kedaruratan di perkotaan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi yang jauh lebih komprehensif dibandingkan pendidikan dasar. Mereka dibekali berbagai strategi dan taktik pemadaman kebakaran, teori perilaku api, teknik pengendalian asap dan panas di dalam bangunan, hingga prosedur pencarian dan penyelamatan korban dalam kondisi darurat.
Selain kemampuan pemadaman kebakaran, peserta juga memperoleh pembekalan Medical First Responder (MFR) yang dilaksanakan bekerja sama dengan RSUD dr. M. Soewandhie Surabaya. Materi tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan personel dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Kemampuan penyelamatan di lingkungan perairan juga menjadi salah satu fokus utama pelatihan. Para peserta dilatih mengoperasikan perahu karet bermotor, melakukan pencarian korban, hingga menjalankan prosedur evakuasi dalam berbagai kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan petugas maupun korban.
Tak hanya itu, mereka juga dibekali keterampilan penggunaan Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) yang berfungsi mendukung operasi penyelamatan di area dengan tingkat risiko tinggi, termasuk lokasi dengan paparan asap tebal atau minim oksigen.
Menurut Laksita, peningkatan kompetensi ini sekaligus menjadi bagian dari strategi regenerasi organisasi. DPKP Surabaya mulai mempersiapkan kader-kader baru yang nantinya dapat mengambil peran sebagai instruktur maupun pemimpin operasional, mengingat sejumlah personel senior akan memasuki masa purnatugas dalam beberapa tahun mendatang.
Melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan, DPKP Surabaya berharap mampu mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas layanan darurat yang selama ini menjadi salah satu indikator penting pelayanan publik Kota Surabaya. Upaya tersebut juga mendukung target waktu tanggap atau response time sekitar 6,5 menit dalam penanganan kejadian kebakaran maupun kondisi darurat lainnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pembinaan Aparatur dan Pemberdayaan Masyarakat DPKP Surabaya, Widagdo Endang Suroso, menjelaskan bahwa pelatihan FF2 berlangsung selama dua pekan dengan kombinasi pembelajaran teori dan praktik lapangan.
Pada tahap awal, peserta mengikuti pembelajaran teori di Gedung Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Prigen, Kabupaten Pasuruan. Materi yang diberikan merupakan pengembangan dari kompetensi dasar FF1, termasuk teknik land rescue dan pencarian korban di ruang terbatas atau confined space.
Setelah menyelesaikan tahap teori, peserta menjalani simulasi lapangan di fasilitas pelatihan DPKP Surabaya. Berbagai skenario kedaruratan disiapkan menyerupai kondisi nyata, mulai dari kebakaran gedung, penyelamatan korban dalam situasi minim visibilitas, evakuasi dari bangunan bertingkat, hingga operasi penyelamatan di perairan.
Untuk membangun kemampuan koordinasi, peserta dibagi ke dalam beberapa fungsi operasi seperti tim penyerang (attack team), tim pendukung (support team), dan tim penyelamat (rescue team). Metode ini dirancang agar personel memahami pola kerja yang sebenarnya saat menghadapi kejadian di lapangan, sekaligus memperkuat kemampuan komunikasi dan kerja sama antartim.
Dalam sesi penyelamatan vertikal, peserta mempraktikkan penggunaan tangga kait dan berbagai metode akses untuk mengevakuasi korban dari bangunan bertingkat secara aman. Sedangkan pada pelatihan water rescue, mereka dilatih melakukan teknik membalikkan dan mengembalikan posisi perahu karet yang terbalik, mengoperasikan motor tempel, hingga mengevakuasi korban dari air ke atas perahu penyelamat.
Peserta juga diperkenalkan dengan Mechanical Advantage System (MAS), yakni teknik penyelamatan yang memanfaatkan sistem katrol untuk mengangkat maupun menurunkan korban pada medan yang sulit dijangkau. Keterampilan tersebut menjadi salah satu kemampuan penting dalam operasi penyelamatan modern yang membutuhkan kecepatan sekaligus tingkat keselamatan tinggi.
Widagdo menegaskan bahwa Firefighter Level 2 merupakan tahapan penting dalam pembentukan pemimpin operasional pemadam kebakaran. Jika pada level dasar peserta difokuskan pada keselamatan diri dan kemampuan teknis dasar, maka pada jenjang ini mereka dituntut mampu memimpin operasi, menyelamatkan korban, mengelola sumber daya di lapangan, serta mengambil keputusan cepat dalam situasi kritis.
Melalui pelatihan berjenjang dan sertifikasi profesional tersebut, DPKP Surabaya berharap kompetensi personel semakin merata dan mampu menjawab tantangan penanganan kebakaran, kecelakaan, bencana, maupun berbagai operasi penyelamatan lainnya di Kota Surabaya. Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen Pemkot Surabaya dalam menghadirkan layanan kedaruratan yang cepat, profesional, dan berstandar tinggi demi keselamatan masyarakat. (tas)

