Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Reformasi Pasar Modal Dipercepat, OJK–BEI Perkuat Transparansi dan Likuiditas untuk Tarik Investor Global

Reformasi Pasar Modal Dipercepat, OJK–BEI Perkuat Transparansi dan Likuiditas untuk Tarik Investor Global

PERISTIWA Ita Nasyi’ah20/04/2026 - 18:18 WIB
OJK, BEI, dan KSEI percepat reformasi pasar modal lewat transparansi data dan peningkatan likuiditas untuk menarik investor global.

Otoritas pasar modal Indonesia mempercepat langkah reformasi guna meningkatkan integritas, transparansi, dan daya saing di tingkat global. Otoritas Jasa Keuangan bersama Bursa Efek Indonesia dan Kustodian Sentral Efek Indonesia telah merampungkan empat langkah strategis sebagai bagian dari delapan agenda reformasi pasar modal nasional.

Kebijakan ini difokuskan pada penguatan transparansi informasi serta peningkatan likuiditas perdagangan saham, yang selama ini menjadi perhatian investor global dan lembaga penyedia indeks seperti MSCI.

Empat Langkah Strategis Reformasi

Empat kebijakan utama yang telah diimplementasikan meliputi pembukaan data kepemilikan saham di atas 1 persen kepada publik, peningkatan batas minimum free float menjadi 15 persen, perluasan klasifikasi data investor oleh KSEI, serta publikasi informasi kepemilikan saham terkonsentrasi atau High Shareholding Concentration (HSC).

Dengan kebijakan ini, pelaku pasar kini dapat mengakses informasi yang lebih rinci terkait struktur kepemilikan saham perusahaan tercatat. Data tersebut mencakup identitas pemegang saham, jumlah kepemilikan, status pengendali maupun afiliasi, hingga informasi pemilik manfaat (beneficial owner).

Langkah ini dinilai penting dalam meningkatkan kualitas informasi pasar, sekaligus memberikan landasan yang lebih kuat bagi investor dalam pengambilan keputusan.

Dorong Likuiditas Lewat Free Float

Selain transparansi, reformasi juga menyasar aspek likuiditas. Salah satu kebijakan kunci adalah peningkatan batas minimum free float menjadi 15 persen melalui penyesuaian regulasi bursa.

Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa kebijakan ini disertai masa transisi bagi perusahaan tercatat guna menjaga stabilitas pasar. Penyesuaian ini juga mencakup redefinisi konsep free float dan penguatan klasifikasi saham, termasuk dalam proses penawaran umum perdana (IPO).

Dengan tetap mempertahankan ambang batas kepemilikan 5 persen yang sejalan dengan standar global, kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah saham yang beredar di pasar dan mendorong aktivitas transaksi.

Data Investor Lebih Detail

KSEI turut memperkuat sistem informasi pasar dengan meningkatkan granularitas data investor. Jika sebelumnya hanya terdapat sembilan klasifikasi, kini diperluas menjadi 39 kategori dan tipe investor.

Perluasan ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai komposisi investor di pasar modal Indonesia, baik dari sisi domestik maupun asing. Informasi tersebut dapat diakses publik melalui kanal resmi BEI.

Adopsi Praktik Global Melalui HSC

Dalam upaya menyelaraskan dengan praktik internasional, BEI juga mengadopsi sistem pengungkapan saham dengan kepemilikan terkonsentrasi atau HSC. Model ini sebelumnya telah diterapkan oleh Hong Kong Exchanges and Clearing.

Melalui pengumuman HSC, investor dapat mengetahui saham yang dimiliki oleh sejumlah kecil pihak dalam proporsi besar. Informasi ini dinilai penting untuk mengidentifikasi potensi risiko serta meningkatkan perlindungan investor.

Respons Positif Pengamat

Pengamat pasar modal, Hans Kwee, menilai percepatan reformasi ini sebagai langkah positif dalam meningkatkan integritas pasar modal Indonesia. Ia menilai kebijakan tersebut relevan dengan ekspektasi investor global, terutama terkait transparansi dan tata kelola.

Menurutnya, keterbukaan data kepemilikan saham serta peningkatan klasifikasi investor akan membuat pasar lebih informatif dan akuntabel. Sementara itu, peningkatan free float berpotensi memperbesar suplai saham di pasar, yang pada akhirnya dapat meningkatkan likuiditas.

Komitmen Lanjutan Reformasi

Ke depan, BEI menegaskan akan melanjutkan agenda reformasi dengan fokus pada penyempurnaan struktur pasar serta peningkatan kualitas tata kelola. Upaya ini juga diiringi dengan sosialisasi intensif kepada pelaku pasar, baik secara langsung maupun daring.

Komunikasi terbuka dengan pemangku kepentingan, termasuk investor domestik dan internasional, menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.

Dengan kombinasi kebijakan transparansi dan peningkatan likuiditas, pasar modal Indonesia diharapkan semakin kompetitif di tingkat global serta mampu menarik minat investasi yang lebih luas dalam jangka panjang. (tas)

Bursa Efek Indonesia data kepemilikan saham free float 15 persen HSC saham investor global Indonesia likuiditas pasar saham MSCI Indonesia OJK BEI KSEI reformasi pasar modal Indonesia transparansi saham
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.