Singing Creative Contest Online
HIBURAN PERISTIWA

Singing Creative Contest Online

Desy Agustina, guru vocal dan vocal director asal Surabaya menggelar Singing Creative Contest (SSC) online khusus bagi pelajar SD dan SMP. Kompetisi nyanyi ini dilaksanakan secara online sebab kini saatnya era digital.

Apalagi tengah terjadi pandemi Coveid-19. Maka ketika hampir semua kegiatan hanya dilakukan di rumah dan terhubung dengan dunia luar secara online, mau tidak mau orang harus melek teknologi.

“Perlombaan nyanyi yang sebelum pandemi lazim dilakukan secara live, sekarang sudah banyak ditinggalkan, orang lebih memilih lomba online yang bisa dilakukan dari rumah,” kata Desy Agustina melalui rilisnya kepada media, Senin (21/02).

Program SSC Online ini muncul karena ada kegelisahan. Mereka, terutama anak-anak membutuhkan apresiasi dan aktualisasi. Terus menerus latihan menyanyi tanpa uji nyali, menurut Desy, rasanya ada yang kurang.

“Murid-murid harus mendapatkan pengalaman kompetisi dengan peserta se-Indonesia supaya akhirnya bisa menganalisa dirinya sendiri dan menemukan kekurangan dan kelebihan potensi yang dimiliki,” jelasnya.

Desy yakin akan banyak pengalaman yang didapat, dalam lomba secara online ini, proses kreatif yang dijalani sangatlah besar, bagaimana seorang peserta bisa mengirimkan video bernyanyi dengan dipersiapkan secara baik (well prepared) atau asal-asalan pasti akan terlihat.

SSC memiliki tema Kreatif. Membebaskan peserta mengirimkan video sekreatif mungkin dalam hal bernyanyi. Pada lomba ini improvisasi tidak dilarang, justru malah ditunggu-tunggu. “Penyanyi yang bagus itu banyak, tapi penyanyi yang bisa berimprovisasi itu tidak banyak,” katanya.

Dalam SCC, Desy Agustina menggandeng tiga juri yang merupakan musisi yang sudah tidak asing lagi. Howie Chen dan Benny Chen adalah putera dari mendiang maestro jazz Indonesia Bubby Chen. Serta Michael Anthony yang merupakan penyanyi berpengalaman yang memiliki timbre vocal unik.

“SSC ini bukan lomba nyanyi khusus jazz lho. Genre tidak dibatasi. Justru yang terpenting adalah jangan meremehkan peserta otodidak, sebab banyak bakat terpendam yang masih belum muncul,” kata Desy.

Desy Agustina sering berkontribusi dalam acara-acara talent show yang diselenggarakan stasiun televisi sejak 2008. Pengalaman juara kompetisi Dream Girls Global TV, The Voice Indosiar dan Golden Memori Indosiar membuat dia memiliki jurus-jurus jitu untuk melatih murid-muridnya bernyanyi layaknya seorang pro diatas panggung.

Pernah tampil dengan sederet artis-artis ternama bahkan duet dengan superstar Iwan Fals di Surabaya dan di GWK Bali yang dikemas apik oleh NetTV dengan ribuan penonton membuatnya merenung sesaat. “Jaman sudah berubah,” katanya.

Menurut Desy, di masa serba sulit ini orang memang harus mudah beradaptasi, namun saat dunia concern dengan masalah kesehatan, jangan kemudian kita kehilangan minat dan bakat yang sudah diberikan Tuhan. “Bernyanyi itu selain menyenangkan juga menyehatkan pikiran, beberapa murid saya mengaku ikut les bernyanyi dengan tujuan supaya gak stres,” paparnya.

Desy saat ini hanya mengajar murid secara online. Diluar dugaan justru saat pandemi bisa dikatakan panen murid, karna sekarang muridnya tidak hanya dari Surabaya, tapi berbagai kota di Indonesia, bahkan yang paling jauh dari Jerman.

Pendaftaran Singing Creative Contest ditutup 05 Maret 2022 mendatang. Desy berharap teman-teman sesama pelatih vokal turut mengirimkan video murid-muridnya untuk mensukseskan acara ini. PelajarSD dan SMP yang berminat bisa ikutdengan mengakses Instagram @desyagustina atau menghubungi nomer 082244228200. Semoga juara! (sak)