Sistem Travel Bubble Saat MotoGP Mandalika
OLAHRAGA PERISTIWA

Sistem Travel Bubble Saat MotoGP Mandalika

Terkait pelaksanaan balap motor Moto GP yang akan digelar di sirkuit Mandalika, Lombok NTB pertengahan Maret mendatang, Laksma TNI (purn) dr IDG Nalendra DI SpB Sp BTKV (K)VE, mengatakan bahwa pelaksanaannya bakal menerapkan Sistem Travel Bubble karena masih di masa pandemi.

Selaku Medical Operasional Lapangan Sistem Buble MotoGP MANDALIKA 2022, dr IDG Nalendra menjelaskan jika langkah ini mengacu kepada panduan yang dikeluarkan oleh WHO terkait penyelenggaraan kegiatan olahraga yang melibatkan kerumunan massa yang besar Negara, federasi/persatuan olahraga dan para pemilik klub.

“Didorong untuk mengevaluasi resiko dan mitigasi terhadap resiko serta menyampaikan komunikasi publik yang efektif,” jelasnya.

Menurut keterangan Tim Satgas Travel Bubble MotoGP 2022 Mandalika ini, dalam petunjuk internal WHO 2020 yang merupakan referensi bagi federasi olahraga atau panitia penyelenggara, ketika merencanakan pengumpulan massa yang berkaitan dengan Covid-19, dikategorikan olahraga yang resiko rendah dan resiko tinggi.

Olahraga beresiko rendah adalah manakala jaga jarak fisik dimungkinkan, misalnya panahan, menembak dan beberapa kegiatan atletik. Olahraga beresiko tinggi meliputi olahraga dengan kontak fisik. Kontak fisik dan erat diantara atlet akan meningkatkan resiko penularan covid-19

Travel bubble, juga dikenal sebagai koridor perjalanan dan koridor korona, pada dasarnya adalah kemitraan eksklusif antara dua negara atau lebih yang telah menunjukkan keberhasilan yang cukup besar dalam menahan dan memerangi pandemi Covid-19 di dalam perbatasan masing-masing.

Sistem bubble akan memisahkan seseorang yang memiliki risiko terpapar Covid-19, baik dari riwayat kontak atau riwayat bepergian ke wilayah yang telah terjadi transmisi komunitas dengan masyarakat umum dan disertai dengan pembatasan interaksi hanya kepada orang di dalam satu area pemisahan yang sama.

Di dalam sistem bubble maka seluruh aktivitas selama kegiatan harus sesuai dengan rencana kegiatan. Seluruh peserta dilarang untuk melaksanakan aktivitas lain diluar dari rencana kegiatan yang ditetapkan.

Panitia pelaksana bertanggung jawab dalam penyediaan akomodasi, transportasi dan kegiatan latihan pertandingan. Hukuman spesifik terhadap pelanggaran kesehatan dijatuhkan sesuai panitia.

“Para peserta yang tidak lagi bertanding dapat meninggalkan area bubble melaksanakan tes. Bagi mereka yang meninggalkan bubble tidak diperbolehkan masuk kembali hanya boleh beraktivitas di hotel, tempat latihan dan pertandingan yang disiapkan panitia atau partner media sponsor,” tandasnya.

Diketahui bahwa musim MotoGP 2020 sempat terkena imbas pembatalan atau penundaan akibat pandemi yaitu Grand Prix Jepang, Inggris, Australia, dan Finlandia, juga Helmets Motorrad GP Jerman, Motul TT Assen, Shark Helmets GP Perancis, Red Bull Grand Premio Spanyol, MotoE, Gran Premio Motul Argentina, Red Bull GP Amerika dan GP Thailand. (ist)