Sudah 600 Lebih Fintech Ilegal Ditutup
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Sudah 600 Lebih Fintech Ilegal Ditutup

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menutup perusahaan financial technology (fintech) yang memberikan pinjaman uang secara onine pada konsumen secara ilegal.

”Kami punya mandat melindungi konsumen,” tegas Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema “Investasi Unicorn untuk Siapa?”, Selasa (26/2).

Menurutnya, kemajuan teknologi itu tidak bisa kita bendung. Teknologi ini sudah merubah perilaku dan kepercayaan orang, ini berlaku di sektor keuangan.

OJK tidak akan melarang itu, bagaimana masyarakat mendapat teknologi itu. Yang kedua bagaimana OJK bisa memonitor dengan jelas dan bisa memberikan koridor.

“Bagaimana mereka operasinya itu sampai tujuan, jadi masyarakat bisa mendapat manfaat, harga murah dan juga mereka tidak dibohongi dalam arti mereka dilindungi,” tukas Wimboh lagi.

Ia menambahkan, karena OJK punya mandat melindungi konsumen maka OJK memberikan koridor. Koridor itu bukan membatasi. Tapi memberikan jalurnya sehingga OJK mengeluarkan kebijakan.

Kebijakan itu secara umum dapat diyakini dan dipahami oleh semua fintech provider, dan market product secara transparan dan harus ada yang bertanggung jawab.

“Tentunya tidak boleh melanggar UU yang ada. Jadi bagaimana kaidah-kaidah itu dipahami. Tanpa itu bisa menjadi liar sehingga konsumen merasa tidak dilindungi,” jelas Wimboh.

Selanjutnya, Wimboh menjelaskan bahwa semua dimaksudkan agar keinginan konsumen tercapai, maka kebutuhan masyarakat terpenuhi.

”Ini merupakan potensi yang sangat luar biasa.Memang tidak semua pihak bisa mendaftar, karena mendaftar perlu ada komitemen, jadi asosiasi fintech sudah sepakat menerapkan itu. Tinggal bagaimana fintech provider melaksanakannya.”

Sekali lagi Wimboh menegaskan bahwa perusahaan fintech illegal yang ditutup sudah ada 600 lebih (datanya ada di table).”Fintech yang kami tutup karena tidak mendaftar ke OJK. Nah, maka segera mendaftar agar jadi legal,” tegasnya.

Turut hadir dalam FMB 9 kali ini antara lain Menkominfo Rudiantara, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, dan Founder PT Daya Cipta Mandiri Solusi Fanky Christian. (sak)