Sudahi Penantian Panjang 19 Tahun
OLAHRAGA PERISTIWA

Sudahi Penantian Panjang 19 Tahun

Sebuah smes lompat menyilang dari sudut kanan lapangan permainan Jonatan Christie yang tak mampu dijangkau pemain Tiongkok, Li Shi Feng, membuat puluhan penonton asal Indonesia berteriak histeris. Suara mereka memenuhi seluruh sudut Ceres Arena, sebuah gelanggang olahraga tertutup berkapasitas 4.394 kursi penonton di kawasan Aarhus Sports Park, pada Minggu (17/10) sore waktu setempat.

Tak berapa lama, belasan orang berseragam serba merah pun berhamburan ke tengah lapangan sambil membawa bendera Merah Putih. Arena olahraga di Aarhus, kota kedua terbesar di Denmark–setelah ibu kota Kopenhagen–menjadi saksi bisu akhir dari sebuah penantian panjang selama 19 tahun bagi tim beregu bulu tangkis Indonesia.

Mereka akhirnya mampu membawa pulang Piala Thomas ke tanah air untuk ke-14 kalinya setelah terakhir merebutnya pada 2002. Saat itu, dalam final di Guangzhou, Tiongkok, Merah Putih yang dimotori Taufik Hidayat dan kawan-kawan menyikat Malaysia dengan skor tipis, 3-2. Indonesia pernah dua kali berpeluang merebut Piala Thomas, namun di partai final 2010 dan 2016 kalah oleh lawan-lawannya.

Pertemuan Indonesia kontra Tiongkok di Aarhus bukan kali pertama. Tercatat sudah enam kali kedua negara kiblat bulu tangkis dunia itu saling mengalahkan pada final perebutan piala yang namanya diambil dari atlet serba bisa Inggris dan juara 21 kali All England, Sir George Alan Thomas.

Dalam lima pertemuan terakhirnya, Tiongkok unggul 3-2 atas Indonesia. Diawali pada final 1982 di London, Indonesia saat itu harus menelan pil pahit dikalahkan pendatang baru Tiongkok dengan skor ketat 4-5. Padahal ketika itu Indonesia merupakan pemegang titel juara tujuh kali nyaris beruntun sejak merebut pertama pada 1958 silam dan hanya terpotong di 1967 kala Malaysia merampasnya.

Pada 1984, Indonesia ganti mengalahkan Tiongkok dengan skor tipis, 3-2. Tiongkok membalas pada partai final di hadapan pendukung Indonesia di Jakarta dua tahun kemudian dengan skor 3-2. Kemudian pada 2000 Indonesia kembali merebut Piala Thomas untuk ke-13 kalinya setelah menaklukkan Tiongkok dengan skor telak, 3-0.

Dengan skor 3-0 itu juga Jonatan Christie dan kawan-kawan berhasil membungkam Tiongkok di Aarhus dan membuat skor pertemuan untuk sementara menjadi imbang 3-3. Indonesia sekaligus menggagalkan upaya Tiongkok menyandingkan Piala Thomas dengan Piala Uber yang sehari sebelumnya berhasil direbut tim beregu putri. He Bing Jiao dan kawan-kawan merebut Piala Uber untuk ke-15 kali setelah sukses menaklukkan Jepang 3-1 di laga final.

Sementara itu, hingga saat ini baru dua negara yang mampu menyandingkan Piala Thomas dan Piala Uber, yaitu Indonesia dan Tiongkok. Indonesia melakukannya pada 1994 dan 1996. Sementara Tiongkok tercatat telah enam kali masing-masing pada 1986, 1988, 1990, 2004, 2008, dan 2012. (indonesia.go.id)