Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pramuka Surabaya Pecahkan Tiga Rekor MURI di GBT, Eri Cahyadi Siapkan Kampung Pancasila dan Bumi Perkemahan
  • TP PKK dan Pemkot Surabaya Luncurkan BWSE Jilid V, Dampingi 499 Balita Pra-Stunting Menuju Generasi Emas
  • Silaturahmi PARFI Jawa Timur Bahas Potensi Film Berbasis Sejarah Daerah
  • Gubernur Khofifah Hadiri Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 di Kediri, Rais Aam Soroti Jihad dan Ijtihad Kepemimpinan
  • Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Gubernur Khofifah dan Kapolri Ziarah ke Makam Bung Karno dan Gus Dur
  • Gubernur Khofifah Raih East Java Maritime Awards 2026, Dinilai Berhasil Dorong Pembangunan Kelautan Jawa Timur
  • Kehilangan Kedua Orang Tua, Devi Ridho Syavitri Bangkit Jadi Wisudawan Terbaik UNAIR dan Raih Kesempatan Studi Magister
  • UNAIR Wisuda 980 Lulusan di Tengah Capaian Peringkat Tiga Perguruan Tinggi Terbaik Indonesia
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»TP PKK dan Pemkot Surabaya Luncurkan BWSE Jilid V, Dampingi 499 Balita Pra-Stunting Menuju Generasi Emas

TP PKK dan Pemkot Surabaya Luncurkan BWSE Jilid V, Dampingi 499 Balita Pra-Stunting Menuju Generasi Emas

PERISTIWA Ita Nasyi’ah21/06/2026 - 18:00 WIB
TP PKK dan Pemkot Surabaya meluncurkan BWSE Jilid V untuk mendampingi 499 balita pra-stunting melalui intervensi gizi dan pengasuhan.
TP PKK dan Pemkot Surabaya meluncurkan BWSE Jilid V untuk mendampingi 499 balita pra-stunting melalui intervensi gizi dan pengasuhan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya kembali memperkuat komitmen dalam menekan angka stunting melalui peluncuran program Gebyar Bersama Wujudkan Surabaya Emas (BWSE) Eliminasi Masalah Stunting Jilid V. Program yang memasuki tahun kelima pelaksanaannya itu menyasar 499 balita pra-stunting sebagai upaya pencegahan sejak dini terhadap risiko gangguan pertumbuhan anak.

Peluncuran BWSE Jilid V dilakukan Ketua TP PKK Surabaya Rini Indriyani bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Kantor TP PKK Kota Surabaya, Jalan Tambaksari Nomor 11, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti peserta dari 31 kecamatan dan 63 puskesmas melalui skema luring maupun daring.

Program BWSE menjadi salah satu strategi berkelanjutan Pemkot Surabaya dalam mempercepat penurunan stunting dengan mengedepankan pendekatan kolaboratif lintas sektor. Dalam pelaksanaannya, TP PKK menggandeng sejumlah perangkat daerah, antara lain Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB), Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo).

Ketua TP PKK Surabaya Rini Indriyani menjelaskan bahwa program tahun ini difokuskan pada balita kategori pra-stunting, yakni anak yang belum mengalami stunting tetapi memiliki risiko tinggi apabila tidak memperoleh intervensi gizi dan pendampingan yang memadai.

Menurutnya, langkah pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan ketika kondisi stunting sudah terjadi. Karena itu, BWSE dirancang untuk memastikan anak-anak berisiko mendapatkan perhatian sejak awal agar tumbuh kembangnya dapat berlangsung optimal.

Selama dua bulan pelaksanaan program, para peserta akan memperoleh pendampingan intensif berupa pemenuhan asupan gizi, edukasi pola pengasuhan, serta pemantauan tumbuh kembang. Setiap balita akan mendapatkan tambahan sumber protein seperti telur, susu, dan ayam yang dapat diolah oleh orang tua di rumah. Bagi anak yang memiliki alergi terhadap telur, kebutuhan protein akan disesuaikan melalui alternatif lain seperti ikan atau daging.

Namun BWSE tidak hanya berfokus pada pemberian makanan tambahan. Program ini juga menitikberatkan pada perubahan perilaku keluarga agar mampu menerapkan pola hidup sehat dan pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak secara berkelanjutan.

Untuk memastikan pendampingan berjalan optimal, setiap balita peserta akan didampingi oleh Tim Pendamping Keluarga yang terdiri dari tenaga kesehatan, kader PKK, dan Kader Surabaya Hebat (KSH). Skema tersebut memungkinkan pemantauan dilakukan secara lebih dekat, baik dari aspek kesehatan, pola asuh, maupun kondisi lingkungan keluarga.

Selain itu, proses evaluasi dan pendampingan turut melibatkan berbagai organisasi profesi dan institusi pendidikan. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bertugas memantau kesehatan serta perkembangan anak, sementara Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) memberikan perhatian khusus pada aspek pengasuhan dan keterlibatan ayah dalam perkembangan anak.

Keterlibatan ayah menjadi salah satu indikator yang dinilai dalam program ini. Berdasarkan berbagai kajian, peran ayah dinilai memiliki kontribusi signifikan terhadap perkembangan fisik, psikologis, dan sosial anak sehingga kehadirannya dalam proses pengasuhan menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan stunting.

Di sisi lain, aspek lingkungan keluarga juga menjadi perhatian. Penilaian mencakup kebersihan rumah, penerapan pola hidup sehat, hingga kebiasaan keluarga dalam menjaga kesehatan anak. Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) turut memberikan pendampingan terkait pemenuhan gizi dan pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang sesuai dengan usia balita.

Rini Indriyani mengungkapkan bahwa proses penjaringan peserta telah dimulai sejak Mei 2026 melalui koordinasi bersama TP PKK tingkat kecamatan dan kelurahan. Dari total 788 balita yang terdata, sebanyak 499 balita memenuhi kriteria dan bersedia mengikuti program.

Sementara itu, 249 balita tidak mengikuti program karena berbagai alasan, 14 balita memiliki penyakit penyerta yang membutuhkan penanganan khusus, dan 26 balita berasal dari keluarga dengan kartu keluarga non-Surabaya.

Sebagai bagian dari rangkaian BWSE Jilid V, TP PKK Surabaya juga menggandeng IDAI untuk menggelar pemeriksaan kesehatan dan tumbuh kembang anak di 59 puskesmas. Kegiatan tersebut melibatkan 63 dokter spesialis anak dan mendapat dukungan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, HIMPSI, serta Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan.

Melalui sinergi berbagai pihak tersebut, Pemkot Surabaya berharap upaya pencegahan stunting tidak hanya berdampak pada peningkatan status gizi anak dalam jangka pendek, tetapi juga membentuk kebiasaan positif dalam keluarga. Pola makan sehat, pemenuhan kebutuhan gizi, keterlibatan orang tua, serta pemantauan tumbuh kembang anak diharapkan menjadi budaya yang terus berlanjut setelah program berakhir.

BWSE Jilid V menjadi bukti konsistensi Surabaya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Dengan intervensi yang menyasar balita berisiko sebelum mengalami stunting, program ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya generasi emas yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan. (ita)

balita pra-stunting BWSE Jilid V Eri Cahyadi stunting Surabaya TP PKK Surabaya
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pramuka Surabaya Pecahkan Tiga Rekor MURI di GBT, Eri Cahyadi Siapkan Kampung Pancasila dan Bumi Perkemahan

21/06/2026 - 18:06 WIB

Silaturahmi PARFI Jawa Timur Bahas Potensi Film Berbasis Sejarah Daerah

21/06/2026 - 13:17 WIB

Gubernur Khofifah Hadiri Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 di Kediri, Rais Aam Soroti Jihad dan Ijtihad Kepemimpinan

21/06/2026 - 02:53 WIB

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Gubernur Khofifah dan Kapolri Ziarah ke Makam Bung Karno dan Gus Dur

20/06/2026 - 21:46 WIB

Gubernur Khofifah Raih East Java Maritime Awards 2026, Dinilai Berhasil Dorong Pembangunan Kelautan Jawa Timur

20/06/2026 - 18:01 WIB

Kehilangan Kedua Orang Tua, Devi Ridho Syavitri Bangkit Jadi Wisudawan Terbaik UNAIR dan Raih Kesempatan Studi Magister

20/06/2026 - 12:34 WIB

Comments are closed.

Pramuka Surabaya Pecahkan Tiga Rekor MURI di GBT, Eri Cahyadi Siapkan Kampung Pancasila dan Bumi Perkemahan

21/06/2026 - 18:06 WIB

TP PKK dan Pemkot Surabaya Luncurkan BWSE Jilid V, Dampingi 499 Balita Pra-Stunting Menuju Generasi Emas

21/06/2026 - 18:00 WIB

Silaturahmi PARFI Jawa Timur Bahas Potensi Film Berbasis Sejarah Daerah

21/06/2026 - 13:17 WIB

Gubernur Khofifah Hadiri Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 di Kediri, Rais Aam Soroti Jihad dan Ijtihad Kepemimpinan

21/06/2026 - 02:53 WIB

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Gubernur Khofifah dan Kapolri Ziarah ke Makam Bung Karno dan Gus Dur

20/06/2026 - 21:46 WIB

Gubernur Khofifah Raih East Java Maritime Awards 2026, Dinilai Berhasil Dorong Pembangunan Kelautan Jawa Timur

20/06/2026 - 18:01 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.