Vaksinasi Pasar Modal Sasar Lamongan
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Vaksinasi Pasar Modal Sasar Lamongan

Kegiatan corporate social responsibility (CSR) dalam rangka 44 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia terus berlanjut.

Dana CSR yang telah terkumpul, salah satunya dialokasikan untuk penyediaan sekitar vaksin yang sampai dengan saat ini sudah mencapai 126.000 dosis untuk beberapa kota di Indonesia.

Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal Indonesia terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Rangkaian kegiatan CSR juga didukung Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sebagai lanjutan kegiatan CSR dalam rangka HUT ke-44 pasar modal Indonesia, pada Jumat (08/10) lalu diselenggarakan kegiatan CSR di Lamongan, Jawa Timur. Turut hadir Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, perwakilan Deputi Komisioner OJK, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Dr Erwin Astha Triyon dr SpPD KPTI, Kepala OJK Regional 4 Jawa TimurBambang Mukti Riyadi, serta perwakilan Direksi SRO.

Untuk sentra vaksinasi, Lamongan merupakan kota ke-13 lokasi penyelenggaraan sentra vaksinasi yang didukung OJK dan SRO. Di Lamongan juga dilaksanakan kegiatan CSR lain berupa donor darah.

Juga pemberian santunan kepada ahli waris 94 tenaga kesehatan senilai lebih dari Rp 1 Miliar, serta pemberian bantuan alat kesehatan di klinik kesehatan pesantren Matholiul Anwar (MAWAR).

Sebelum Lamongan, pasar modal Indonesia telah melakukan beberapa kegiatan CSR di kota-kota di Jawa Timur, seperti Surabaya, Malang, Kediri dan Gresik.

Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain sentra vaksinasi, donor darah, pemberian bantuan kepada tenaga pemulasaran jenazah COVID-19 serta pemberian santunan dana kepada ahli waris tenaga kesehatan. Untuk donor darah, sudah lebih dari 7.000 kantong darah yang berhasil dihimpun.

Ketua Dewan Komisioner OJK mengatakan terdapat 10 juta vaksin yang akan disediakan OJK tahun ini. Vaksin menjadi hal yang utama supaya masyarakat tetap sehat dan dapat beraktivitas. “Untuk mencapai herd immunity, sebanyak 2,1 juta orang harus divaksin setiap hari. Maka itu, percepatan distribusi harus dilakukan,” katanya.

Wimboh juga menyebutkan bahwa kegiatan sentra vaksinasi di Lamongan merupakan bagian dari pekan vaksin di Jawa Timur. Penyediaan vaksin tersebut merupakan upaya OJK dan SRO untuk mendukung program pemerintah untuk mempercepat pemberian vaksin kepada masyarakat Indonesia.

Hal tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan sentra vaksinasi di 13 kota di Indonesia, baik di pulau Jawa, seperti Jakarta, Surabaya, Purwokerto, Bantul, Gresik, dan Semarang, serta Lamongan hingga di luar Jawa seperti Jambi, Palangka Raya, Mataram, Makassar, dan Manggarai Barat.

Secara total, pasar modal Indonesia telah mendukung pelaksanaan vaksinasi sebanyak 126.016 dosis kepada masyarakat di kota-kota tersebut, dengan sekitar 54.000 diberikan pada peserta vaksinasi di Jawa Timur.

Direktur Utama KSEI sekaligus Anggota Dewan Pengarah 44 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia, Uriep Budhi Prasetyo berharap dengan adanya sentra vaksinasi dari kegiatan CSR yang dilaksanakan OJK dan SRO, akan meningkatkan tingkat penerima vaksin sehingga mempercepat terciptanya herd immunity, khususnya di Lamongan. (ita)