Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»1.193 Beasiswa bagi Santri Unggul Jatim

1.193 Beasiswa bagi Santri Unggul Jatim

KOMUNITAS redaksi26/05/2025 - 15:00 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memanfaatkan momentum Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-117 untuk meluncurkan 1.193 beasiswa bagi santri unggul Jawa Timur dalam Program Beasiswa Santri Unggul Tahun 2025 di Gedung Islamic Centre Surabaya, Selasa (20/05) sore.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa santri mempunyai peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka dari itu, santri yang unggul harus mendapatkan apresiasi seperti beasiswa pendidikan tinggi. Sejarah santri dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan RI sudah terbukti sehingga ada Hari Santri Nasional.

“Santri bukan hanya penjaga nilai moral dan spiritual, tetapi juga aset intelektual bangsa. Ketika mereka diberi akses pendidikan tinggi, mereka akan tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang visioner, berakhlak, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya, dalam rilis Biro Adpim Pemprov Jatim yang diterima, Rabu (21/05).

Khofifah menambahkan, program ini bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, melainkan bagian dari ikhtiar strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, merata, dan berakar kuat pada nilai-nilai karakter. “Kita tengah menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas yang kokoh. Dan pesantren adalah kawah candradimuka terbaik dalam pembentukan karakter tersebut,” tegasnya.

Program beasiswa ini, lanjut Khofifah, dijalankan melalui Lembaga Pengembangan Pendidikan Diniyah (LPPD) Provinsi Jawa Timur, dan telah menjadi salah satu bentuk afirmasi strategis Pemprov Jatim untuk memperkuat peran pesantren dalam mencetak SDM unggul dan berdaya saing.

Sejak pertama kali digagas pada tahun 2019 lalu, program ini telah menjangkau total 6.876 santri dari berbagai latar belakang dan daerah. Memasuki tahun 2025 ini, beasiswa dialokasikan dalam lima skema dengan total anggaran mencapai Rp31.305.100.000.

Adapun rincian program beasiswa meliputi beasiswa jenjang S1 untuk 518 santri dengan anggaran sebesar Rp6,3 miliar, beasiswa S2 untuk 225 santri dengan total Rp4,275 miliar, dan beasiswa S3 untuk 40 santri dengan alokasi dana Rp3 miliar.

Selain itu, terdapat beasiswa Ma’had Aly (M1) bagi 380 santri senilai Rp6 miliar, serta beasiswa untuk 30 santri yang melanjutkan studi S2 di Universitas Al-Azhar Kairo dengan total anggaran Rp11,28 miliar.

Khofifah memandang banyaknya jumlah santri dan ponpes di Jatim ini sebagai kekuatan strategis yang apabila dioptimalkan, dapat menjadi pendorong utama kemajuan nasional, baik dari sisi moralitas maupun inovasi. Menurutnya, santri harus dipandang bukan hanya sebagai subjek pendidikan keagamaan, akan tetapi juga sebagai agen transformasi sosial.

“Mereka bisa menjadi akademisi, teknokrat, diplomat, bahkan entrepreneur. Kita hanya perlu membuka akses, membimbing, dan mempercayakan mereka dengan tanggung jawab,” tuturnya.

Program Beasiswa Santri Unggul ini, kata Khofifah, menjadi bagian dari misi besar Pemprov Jatim dalam menyiapkan generasi emas 2045, yaitu generasi muda yang kompeten, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan akar keislaman dan kebangsaan mereka.

“Kalau kita bicara tentang masa depan Indonesia, maka jawabannya ada pada kualitas manusianya. Dan ketika santri mendapat panggung yang setara, mereka akan membuktikan bahwa keilmuan dan nilai-nilai pesantren relevan dengan tantangan zaman,” kata Khofifah.

Khofifah pun mengapresiasi seluruh pengasuh pesantren dan pemangku kepentingan pendidikan di Jatim yang telah menjadi mitra penting dalam mencetak generasi muda yang tangguh, cerdas, dan berakhlak. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberlanjutan program ini.

“Tidak mungkin program sebesar ini berjalan sendiri. Diperlukan sinergi antara pemerintah, pesantren, akademisi, dan masyarakat luas untuk membangun ekosistem yang sehat bagi pertumbuhan SDM kita,” katanya.

Khofifah juga menegaskan pentingnya penguatan SDM di lingkungan pesantren, terutama bagi pesantren-pesantren yang memiliki jumlah santri di atas 500 orang. Menurutnya, pesantren yang memiliki perguruan tinggi perlu mendapatkan perhatian khusus dalam penguatan kapasitas dosen tetapnya.

“Untuk dosen-dosen tetap di pesantren yang memiliki perguruan tinggi, Pemprov Jatim memberikan beasiswa S2 dan S3. Alhamdulillah, saat ini sudah ada 14 orang yang lulus S3,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Khofifah menyampaikan bahwa Pemprov Jatim juga akan mulai mengirim mahasiswa program S2 ke Universitas Al-Azhar di Mesir. Sebelumnya, pengiriman beasiswa ke Al-Azhar untuk jenjang S1.

Namun, mulai tahun ini akan difokuskan pada jenjang S2. Sedangkan S1 ditiadakan. “Kenapa S2, karena kita berharap mereka pulang menjadi ulama Al-Azhar, seperti pesan KH Maimun Zubair. Kalau dari Al-Azhar, jangan hanya menjadi sarjana Al-Azhar, tapi ulama Al-Azhar,” jelas Khofifah.

Di akhir, Gubernur Khofifah mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum membangkitkan kesadaran kolektif bahwa masa depan Indonesia bergantung pada sejauh mana kita menyiapkan generasi penerusnya. Dan dari pesantren-pesantren di Jawa Timur, harapan itu terus menyala.

“Insya Allah, dari para santri hari ini, akan lahir pemimpin-pemimpin besar esok hari. Mereka akan membawa ilmu, akhlak, dan semangat kebangsaan untuk membangun Indonesia yang maju, sejahtera, dan bermartabat,” pungkasnya. (ita)

Beasiswa Santri
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.