Presiden Joko Widodo menilai, 37.138 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2017 atau 1,4 persen yang diterima dari 2,4 juta pendaftar yang ikut seleksi merupakan pilihan terbaik, generasi muda terbaik Indonesia.
“Tapi juga jangan gembira dulu, saya tahu kebanyakan dari saudara-saudara banyak yang jomblo, benar enggak? Saya lihat daftarnya. Statusnya jomblo, jomblo, jomblo, jomblo,” kata Presiden Jokowi saat menyampaikan Presidential Lecture kepada CPNS Tahun 2017, di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (27/3) pagi.
Tapi dengan status CPNS sekarang, Jokowi meyakini mereka akan gampang cari pacar. “Iya-lah sudah jadi CPNS ya berani pdkt, pdkt, pdkt, bener enggak? Saya lihat senang semuanya,” kata Presiden yang disambut tawa ribuan CPNS yang hadir pada acara tersebut.
Presiden menaruh harapan yang besar terhadap CPNS, birokrat-birokrat muda, yang diyakininya akan menjadi motor kemajuan Indonesia di masa yang akan datang. Ia menegaskan, semua pihak harus meyakini, insyaallah Indonesia akan segera menjadi negara maju.
“Jika memiliki birokrat-birokrat yang tangguh, dan mau bekerja keras, jika birokrat-birokrat kita selalu berani melakukan inovasi. Jika birokrat-birokrat kita selalu mengedepankan kepentingan rakyat, kepentingan bangsa, dan kepentingan negara di atas kepentingan-kepentingan yang lain. Syarat-syarat nya itu,” tegas Presiden.
Untuk itu, Jokowi berharap CPNS selalu beradaptasi dengan dunia yang dinamis yang perubahannya sangat cepat sekali. Ia mengingatkan, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat cepat.
“Baru satu teknologi yang kita pelajari dalam waktu singkat, muncul lagi teknologi baru dengan sangat cepat sekali,” tutur Presiden seraya menunjuk contoh yang disampaikan oleh Menteri PANRB Asman Abnur, yaitu revolusi industri 4.0 yang antara lain mengembangkan artificial intelligence, advanced robotic, yang membawa perubahan besar dalam tatanan dunia.
Ingatkan Harus Kepo
Pada bagian lain, Jokowi mengingatkan bahwa pemerintah dituntut untuk bekerja lebih cepat, lebih responsif, lebih tanggap dan lebih efisien. Birokrat juga sama, juga dituntut bekerja lebih cepat, lebih responsif, dan lebih efisien.
“Inilah tugas saudara-saudara dan tantangan Saudara-saudara ke depan, birokrasi kita ini harus kita siapkan, sehingga kita betul-betul bisa menghadapi tantangan-tantangan global, tantangan-tantangan zaman yang tadi saya sampaikan. Perubahan yang sangat cepat sekali,” tutur Presiden.
Sebagai birokrat. Presiden meminta para CPNS harus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, harus mengikuti adanya gagasan-gagasan inovatif yang ada, harus mengikuti dinamika politik, sosial dan ekonomi, dan jangan lupa harus selalu mendengar keinginan-keinginan masyarakat itu apa.
Kalau masyarakat ingin dilayani cepat, lanjut Presiden, jangan sampai para birokrat melayani dengan lambat. “Dimaki-maki kita nanti,” ujarnya. Untuk itu, Presiden Jokowi berpesan, agar para CPNS harus terus penuh dengan rasa keingintahuan, harus kepo.
“Sekali lagi harus kepo, ingin tahu, ingin ngerti, jangan rutinitas, jangan monoton, saudara-saudara harus kepo terhadap perkembangan iptek, harus kepo terhadap inovasi, harus kepo terhadap dinamika jaman, harus kepo terhadap aspirasi dan keinginan masyarakat. Jangan hanya kepo terhadap mantan pacar saja,” tutur Presiden.
Acara Presidential Lecture itu dihadiri antara lain oleh Menteri PANRB Asman Abnur, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Mendikbud Muhadjir Effendy, Menristekdikti M Nasir, Menkumham Yasonna H Laoly, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri Kesehatan Nila F Moelok. (sak)

