Pengamanan Pemilu Presiden dan Legislatif (Pilpres dan Pileg) bakal digelar 70 hari lagi tepatnya 17 April mendatang. Guna membantu proses pengamanan, Polda Jatim melibatkan 65 ribu personel Satuan Pengamanan (Satpam).
Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, menjelaskan, pemilu tahun ini berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, karena Pilpres dan Pileg bersamaan, sehingga Satpam juga dilibatkan. “Karena Pileg, Pilpres tahun ini berbeda, karena bersamaan. Jadi kami butuh satuan satuan pengamanan, untuk mempertebal pengamanan dari pada di TPS-TPS,” jelasnya, Rabu (6/2).
Keterlibatan personil satpam tersebut, kata Kapolda untuk mempertebal pengamanan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) disekitar tempat mereka bekerja, baik di hotel, gedung, maupun perusahaan yang mereka jaga. “Ini akan kami manfaatkan, karena dia juga sudah terlatih, karena dia sudah terdidik, jadi kami akan manfaatkan untuk membantu pengamanan di TPS di sekitar hotel hotel atau perusahaan,” imbuhnya.
Meskipun menjadi Satuan Pengamanan (Satpam), namun tidak semua kewenangan tindakan dilakukan, ketika ada aksi kriminalitas atau kejahatan. Mereka akan bertindak sesuai dengan apa yang dilatihkan. “Jadi, yang jelas mereka juga ada dasar dasar rangka mengamankan objek vital di perusahaannya tersebut, ada SOP nya sendiri,” katanya.
Pelibatan Satpam dan Pemilu 2019 tersebut sebagaimana dalam amanat yang dibacakan Kapolda Jatim dalam rangka HUT Satuan Pengamanan (Satpam) ke 38. Tema HUT Satpam tahun 2019 ini adalah Pemuliaan profesi satpam Indonesia, guna mendukung polri dalam pengamanan pemilu 2019. (jnr)

