Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menggelar wisuda bagi para peserta Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) di Graha YKP, Medokan Asri Utara No.39, Kelurahan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut, Surabaya, Selasa (14/10). Sebanyak 800 orang tua dari Kecamatan Gubeng dan Bubutan resmi diwisuda setelah mengikuti 14 kali pertemuan pelatihan parenting.
Prosesi wisuda dilakukan langsung oleh Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani. Kegiatan ini juga dihadiri camat dan lurah serta sejumlah Kepala Perangkat Daerah (PD) terkait di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Ketua TP PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani mengatakan, wisuda ini menjadi bentuk apresiasi Pemkot Surabaya bagi para orang tua yang konsisten mengikuti seluruh rangkaian kegiatan SOTH.
“Hari ini kita mewisuda sekitar 800 dari Kecamatan Bubutan sama Kecamatan Gubeng. Totalnya sebenarnya ada 11.000 orang tua dengan anak balita. Tapi kita bagi lokasinya agar memudahkan mereka tidak terlalu jauh dari tempat acara,” kata Bunda Rini.
Ia menuturkan, untuk lulus program SOTH, para peserta harus hadir dalam 14 kali pertemuan. Menurutnya, kehadiran rutin para orang tua merupakan bentuk komitmen yang luar biasa di tengah kesibukan mereka.
“Tentunya kalau hadir itu kan butuh effort, tenaga, waktu, mungkin anaknya rewel atau mereka sibuk. Tapi beliau-beliau mau hadir untuk menjadi orang tua yang lebih hebat dengan ilmu yang kita berikan, itu sesuatu yang luar biasa,” katanya.
Bunda Rini menegaskan, pembentukan karakter anak dimulai sejak usia dini, yakni usia 0 sampai 5 tahun. Karena itu, keikutsertaan para orang tua dalam program ini diharapkan bisa mencetak generasi emas di masa depan. “Harapan kami anak-anak di Kota Surabaya ini akan terbentuk karakternya, sehingga mereka siap menjadi generasi emas 2045,” tutur Bunda Rini.
Salah satu wisudawan, Ahmad Rasyid Zakaria, dari Kelurahan Baratajaya, Kecamatan Gubeng, mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga selama mengikuti program SOTH. Menurutnya, program ini membuat ia menjadi ayah yang lebih sabar dan penuh kasih sayang terhadap anak. “Manfaatnya itu menjadi orang tua yang lebih sabar dan kasih sayang kepada anak,” ujar Rasyid.
Ia juga menilai, tanggung jawab mendidik anak sebenarnya bukan hanya milik ibu, tetapi juga ayah. “Soalnya kan ibu ada capeknya, ada marah-marahnya. Jadi bapak juga harus punya peran di dalamnya, ikut membantu. Terima kasih untuk SOTH yang menjadikan saya sebagai ayah yang lebih memahami anak,” katanya. (ita)

