Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Kemlu RI dan UNAIR Dorong Generasi Muda Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan dan Energi Global
  • Munas FKDK BPD SI 2026 di Semarang Tetapkan Ketua Umum Baru, Perkuat Agenda Transformasi Bank Pembangunan Daerah
  • D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi
  • Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral
  • RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas
  • Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik
  • Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang
  • ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»PEMERINTAHAN»Bahaya, Pemimpin Tak Sadar Perubahan

Bahaya, Pemimpin Tak Sadar Perubahan

PEMERINTAHAN redaksi22/07/2017 - 09:00 WIB

Presiden Joko Widodo mengingatkan, bahwa sekarang ini yang namanya perubahan itu sangat cepat sekali. Karena itu, Presiden meminta jangan sampai ada yang tidak sadar mengenai perubahan-perubahan yang sangat cepat ini.

“Berbahaya sekali pemimpin-pemimpin kita dari pusat sampai ke daerah tidak menyadari ini,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2017, di Savana Hotel & Convention, Kota Malang, Jatim, Kamis (20/7) siang.

Presiden memberi contoh, dulu kita baru berbicara masalah internet, belum rampung belajar itu sudah keluar mobile internet. Mobile internet belum rampung kita pelajari keluar lagi artificial intelligent.

“Perubahan-perubahan seperti ini yang akan terus mengubah landscape ekonomi, mengubah landscape politik global maupun nasional, maupun di daerah,” tutur Presiden.

Kembali lagi ke artificial intelligent, Presiden mengajak untuk melihat Google, Amazon, Alexa seperti apa.

“Kita bicara saja dia sudah jawab. Tolong carikan restoran Padang, dia jawab silakan pergi ke alamat ini, di jalan ini. Tolong carikan barang saja, produk, carikan jaket ini, silakan datang ke mall ini. Bayangkan, perubahan-perubahan seperti ini cepat sekali, dan saling mengalahkan,” terang Presiden.

Menurut Jokowi, ini kalau tida kita sadari, hati-hati. Kita akan ditinggal oleh jaman, ditinggal kita oleh kota lain, ditinggal kita oleh negara lain.

Kalau hal-hal seperti ini kita tidak mulai antisipasi, mulai kita sadari, lanjut Kepala Negara, ya kita urusannya akan rutinitas seperti ini terus. Tahu-tahu negara lain sudah meloncat, kita sudah masih tetap di sini.

“Oleh sebab itu jangan senang yang namanya rutinitas, jangan senang yang namanya kejebak hal-hal yang linier, jangan senang yang namanya kejebak kita hal-hal yang monoton, karena dunia berubah sangat cepat sekali,” tutur Kepala Negara.

Jokowi menekankan kembali, jangan sekali-kali kita terjebak pada rutinitas hal-hal yang monoton, hal-hal yang linier. Ia mengingatkan, orang lain sudah meloncat ke mana-mana, negara lain sudah meloncat ke mana-mana, kota yang lain sudah meloncat kemana-mana.

Diakui Presiden, dulu kalau memenangkan persaingan, entah antar kota antar negara entah itu yang namanya produk, kita hanya ambil dua hal, lebih efisien, lebih produktif pasti menang.

“Sekarang tidak. Dengan dua hal itu tidak cukup, ini hanya cukup untuk menyelamatkan diri, untuk survive tapi tidak untuk memenangkan, tidak untuk memenangkan,” jelasnya.

Menurut Jokowi. Sekarang ini kita bisa memenangkan kompetisi, bisa memenangkan persaingan kalau kita, satu, ada inovasi-inovasi yang memperbaharui.

Yang kedua, kreativitas. Presiden mengingatkan, masyarakat kita itu berada pada posisi ini, kreatifnya tinggi.

Ia menyebutkan, industri kreatif kita ini tinggi nilainya, tapi kalau enggak pemerintah, negara, pemerintah kota tidak bisa mengangkat ini, ya kita terjebak pada rutinitas yang tidak kita sadari, negara yang lain sudah lari kencang kita masih di sini terus.

Penutupan Rakernas bertemakan Implementasi Perlindungan Hukum Bagi Pejabat Pemerintah Berdasarkan UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah untuk Mendukung Pembangunan Nasional itu dihadiri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono, dan Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Wali Kota Tangerang Selatan selaku Ketua Dewan Pengurus APEKSI, dan Wali Kota/Wakil Wali Kota di seluruh Indonesia. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Kemlu RI dan UNAIR Dorong Generasi Muda Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan dan Energi Global

04/06/2026 - 11:56 WIB

Munas FKDK BPD SI 2026 di Semarang Tetapkan Ketua Umum Baru, Perkuat Agenda Transformasi Bank Pembangunan Daerah

04/06/2026 - 11:03 WIB

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Comments are closed.

Kemlu RI dan UNAIR Dorong Generasi Muda Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan dan Energi Global

04/06/2026 - 11:56 WIB

Munas FKDK BPD SI 2026 di Semarang Tetapkan Ketua Umum Baru, Perkuat Agenda Transformasi Bank Pembangunan Daerah

04/06/2026 - 11:03 WIB

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.