Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi
  • Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral
  • RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas
  • Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik
  • Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang
  • ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi
  • Khofifah Tinjau SPMB 2026 di Surabaya, Antrean Lebih Tertib dan Layanan Meningkat
  • Khofifah Sambut Jemaah Haji Kloter I, Apresiasi Layanan Imigrasi Digital
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»OLAHRAGA»Ginting Akhirnya Juara Korea Terbuka

Ginting Akhirnya Juara Korea Terbuka

OLAHRAGA redaksi19/09/2017 - 12:00 WIB

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting meraih gelar turnamen internasional dan super series perdananya di kejuaraan bulu tangkis Korea Terbuka 2017 selepas menumbangkan kompatriotnya Jonatan Christie di partai final.

Laman resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mencatat dalam partai puncak yang dilangsungkan di SK Handball Stadium, Seoul, Minggu, pemain besutan klub SGS PLN Bandung tersebut menyudahi perlawanan alot Jonatan dalam pertarungan tiga gim selama 68 menit yang berkesudahan 21-13, 19-21, 22-20.

Ginting tampil percaya diri dengan dominasinya sejak awal gim pertama bahkan membuat jeda poin cukup jauh 11-4 di interval dan terus melesat tak terbendung hingga akhirnya menang 21-13 di gim pembuka.

Berbekal kemenangan di gim pembuka, Ginting kembali melesat dan sempat memimpin 7-3 atas Jonatan. Akan tetapi, beberapa kali kesalahan yang dilakukan Ginting membuat Jonatan perlahan mendekat dan menyusul raihan pemain kelahiran Cimahi tersebut 12-16.

Selepas itu Ginting terus tertinggal akan tetapi pada kedudukan 16-20, Ginting sempat berhasil menekan Jonatan dengan merebut tiga poin beruntun menjadi 19-20. Sayang setelahnya, Ginting malah gagal melakukan servis dan memberikan kemenangan untuk Jonatan yang berhasil memaksakan dilakukannya gim penentu.

Pada gim pamungkas, Ginting secara konsisten memimpin jalannya pertandingan. Namun menyentuh poin 18-14, Jonatan terus berupaya merebut kemenangan dengan merebut lima poin tanpa balas yang membuat Jonatan balik memimpin.

Dengan Jonatan yang balik mendominasi, Ginting mampu keluar dari kebuntuan dan akhirnya mengunci kemenangan setelah harus melewati satu kali deuce dalam laga terakhir berkesudahan 22-20.

Rasa syukur terungkapkan dari Ginting yang untuk pertama kalinya meraih podium internasional, terutama karena dia mendapatkannya di turnamen berlevel Super Series.

“Selama ini saya juga sempat mengalahkan pemain unggulan, artinya capaian saya kali ini bukanlah sebuah hal yang karena keberuntungan saja. Ini merupakan hasil kerja keras saya bersama pelatih dan teman-teman di tunggal putra. Ketemu teman sendiri kami sudah saling tahu, di lapangan kami lebih mengadu mental dan fokus,” kata Ginting dalam pernyataannya.

Kendati mengalami kekalahan dari kompatriotnya, Jonatan mengaku bersyukur atas capaiannya kali ini dan menyebut partai final di Seoul 2017 ini bukan harinya dia.

“Yang pasti hari ini Anthony main lebih lepas. Dan saya merasakan angin yang berbeda lagi dari kemarin. Dua kali pindah lapangan, saya merasa perbedaan anginnya lumayan sekali. Mungkin tadi Anthony lebih bisa beradaptasi karena kemarin dia main di lapangan yang sama. Dia lebih kenal kondisi lapangan. Padahal tadi saya sudah berusaha keluar dari tekanan, tapi ya rejeki belum memihak saya,” tutur Jonatan.

Dengan hasil ini, rekor pertemuan kedua pemain menjadi sama kuat satu-satu di mana dalam pertemuan terakhir, Jonatan berhasil menjinakkan Ginting 21-17, 21-12 di Malaysia Terbuka 2017 lalu. (ant)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Atletico Madrid Bidik Tijjani Reijnders dari Manchester City, Diego Simeone Benahi Lini Tengah

29/05/2026 - 20:45 WIB

Formula 1 Resmi Kembali ke Istanbul Park Mulai 2027, Kontrak Lima Tahun Perkuat Ekspansi Global

24/04/2026 - 20:23 WIB

Konflik di Ruang Ganti Real Madrid, Alvaro Arbeloa Dikabarkan Berselisih dengan Raul Asencio

08/04/2026 - 21:28 WIB

Liverpool Incar Gelandang Muda West Ham Mateus Fernandes, Nilai Transfer Capai Rp1 Triliun

07/04/2026 - 21:43 WIB

Cedera Lutut, Martin Zubimendi Dicoret dari Timnas Spanyol Jelang Laga Internasional

30/03/2026 - 16:48 WIB

Barcelona Mulai Bergerak: Alessandro Bastoni Jadi Target Utama Transfer Musim Panas

28/03/2026 - 22:08 WIB

Comments are closed.

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.