Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Mangrove Eco Run 3.0 Resmi Dibuka, Surabaya Targetkan 2.000 Pelari
  • Vokasi Jadi Pilihan Utama, Siswi Asal Surabaya Pilih Kuliah Berbasis Praktik demi Kesiapan Kerja
  • Kisah Haru Ibu Anis, Dampingi Anak Sakit Demi Wujudkan Mimpi Masuk Psikologi UNAIR
  • Demi Menjadi Ahli Gizi, Mahasiswi Asal Kalimantan Utara Rela Lepas Status Kuliah di Semarang demi UNAIR
  • Kuatkan Tekad, Siswi Ini Rela Tempuh Perjalanan Udara Demi Masuk FK UNAIR
  • Porwanas XV Makin Siap, SIWO PWI Lampung Terapkan Verifikasi Atlet Berbasis Barcode
  • Burung hingga Kucing Bakau Jadi Bukti Ekosistem Kebun Raya Mangrove Surabaya Tetap Terjaga
  • Demi Mimpi Masuk FK UNAIR, Siswa SMA Ini Rela Tinggalkan Kursi Kuliah yang Sudah Diraih
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»OLAHRAGA»Mangrove Eco Run 3.0 Resmi Dibuka, Surabaya Targetkan 2.000 Pelari

Mangrove Eco Run 3.0 Resmi Dibuka, Surabaya Targetkan 2.000 Pelari

OLAHRAGA Ita Nasyi’ah28/06/2026 - 18:34 WIB
Peluncuran Mangrove Eco Run 3.0 di Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar, Surabaya, ditandai dengan uji coba lintasan trail run dan target 2.000 peserta.

Mangrove Eco Run 3.0 resmi diluncurkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan menghadirkan inovasi baru berupa kategori Mangrove Trail Run 5K, yang menjadi ajang trail run pertama di kawasan mangrove Kota Surabaya. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Kebun Raya Mangrove (KRM) dan dirancang tidak hanya sebagai agenda olahraga, tetapi juga sebagai ruang integrasi konservasi lingkungan, penguatan riset, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Peluncuran Mangrove Eco Run 3.0 sekaligus Trial Activation berlangsung di Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar, Minggu (28/6/2026), dengan melibatkan komunitas pelari dari Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Uji coba lintasan dilakukan untuk mengevaluasi kesiapan rute, aspek keselamatan, serta kenyamanan peserta sebelum pelaksanaan utama.

Setelah tahap uji coba selesai dilaksanakan, Pemkot Surabaya secara resmi membuka pendaftaran Mangrove Eco Run 3.0 untuk pelaksanaan pada 26 Juli 2026 di Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar. Ajang ini diharapkan mampu menarik pelari dari berbagai daerah sekaligus memperkuat posisi kawasan mangrove Surabaya sebagai destinasi sport tourism berbasis edukasi dan konservasi.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, mengatakan seluruh persiapan difokuskan pada keselamatan peserta. Jalur semi trail yang melintasi pematang tambak telah melalui proses asesmen dan pengujian kelayakan, termasuk pemadatan struktur tanah serta penempatan marshal dan tim medis di sejumlah titik yang memiliki tingkat risiko lebih tinggi.

“Keamanan peserta menjadi prioritas utama kami. Uji coba lintasan ini juga menjadi simulasi awal untuk memetakan berbagai evaluasi teknis sebelum pelaksanaan pada 26 Juli nanti,” ujar Syamsul.

Menurutnya, Mangrove Eco Run 3.0 juga dirancang untuk memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Selama rangkaian kegiatan pada 25–26 Juli 2026, Pemkot Surabaya akan melibatkan pelaku UMKM di kawasan Gunung Anyar melalui stan kuliner, produk lokal, serta pengelolaan parkir dan transportasi.

Selain kegiatan olahraga, peringatan HUT ke-3 Kebun Raya Mangrove juga akan diisi peluncuran KRM Living Hub dan Festival Riset. Program tersebut diarahkan untuk mengembangkan hasil penelitian mangrove menjadi produk yang bernilai ekonomi bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, hasil riset mangrove diharapkan dapat berkembang menjadi inovasi yang bermanfaat, mulai dari kapal ramah lingkungan, produk pangan, sirup, batik, hingga kosmetik berbasis mangrove,” tambahnya.

Syamsul menegaskan seluruh rangkaian kegiatan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan. Sebagai kawasan penyerap karbon (carbon sink), Kebun Raya Mangrove juga akan menjadi lokasi penanaman bibit mangrove untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

“Kehadiran ribuan peserta akan diimbangi dengan penanaman bibit mangrove pada hari pertama pelaksanaan. Ini menjadi bagian dari siklus ekologis yang ingin dibangun, di mana peserta menikmati ruang hijau sekaligus ikut berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, menjelaskan penyelenggaraan tahun ketiga menghadirkan perubahan terbesar sejak pertama kali digelar.

Jika sebelumnya sebagian lintasan berada di luar kawasan mangrove, kini seluruh rute dipusatkan di dalam Kebun Raya Mangrove sehingga menghadirkan pengalaman berlari yang berbeda.

“Karena seluruh lintasan berada di kawasan mangrove, kami menghadirkan kategori baru yaitu Mangrove Trail Run 5K. Ini menjadi pengalaman baru bagi pelari sekaligus menawarkan sensasi berlari di jalur alami yang belum pernah ada di Surabaya,” ujar Agus.

Selain kategori trail, panitia juga membuka kategori Fun Run 3K yang dapat diikuti masyarakat umum. Kehadiran kategori baru tersebut menjadi respons terhadap meningkatnya tren olahraga lari dengan karakter medan yang lebih variatif.

Agus menjelaskan bahwa pelibatan komunitas pelari sejak tahap uji coba dilakukan untuk memperoleh masukan secara langsung. Berdasarkan evaluasi awal, peserta menginginkan lintasan yang tetap menantang namun aman.

“Masukan dari komunitas menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan nanti memberikan pengalaman berlari yang menarik sekaligus nyaman,” jelasnya.

Tahun ini, Pemkot Surabaya menargetkan sebanyak 2.000 peserta, meningkat dibanding penyelenggaraan sebelumnya yang mencatat sekitar 1.200 peserta pada tahun pertama dan 1.500 peserta pada tahun kedua.

Menurut Agus, penambahan kategori trail run diyakini dapat menarik minat pelari dari berbagai wilayah, termasuk luar Jawa Timur.

“Trail run saat ini menjadi tren di kalangan pelari yang mencari tantangan berbeda dibanding fun run konvensional. Karena itu kami menghadirkan dua kategori utama, yakni Fun Run 3 kilometer dan Mangrove Trail Run 5 kilometer yang seluruh rutenya berada di kawasan mangrove,” imbuhnya.

Di sisi teknis, Race Director Motion Dignity, Erditya, menjelaskan lintasan tetap mempertahankan karakter alami kawasan. Sejumlah jalur baru telah dibuka, jembatan bambu diperkuat atau diganti dengan konstruksi yang lebih aman, sementara jalur sempit diperlebar dan diratakan.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman trail run yang menantang tanpa mengesampingkan keselamatan. Seluruh titik lintasan telah dipetakan, marshal disiagakan, dan tim medis ditempatkan di sepanjang rute,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peserta kategori Trail Run 5K tidak diwajibkan menggunakan sepatu trail, meski tetap disarankan apabila kondisi lintasan basah akibat hujan. Panitia juga menyediakan water station di beberapa titik sehingga peserta tidak perlu membawa perlengkapan hidrasi sendiri.

Untuk ketentuan peserta, kategori Fun Run 3K dibuka mulai usia enam tahun dengan persetujuan orang tua, sedangkan Trail Run 5K diperuntukkan bagi peserta minimal usia 12 tahun. Khusus kategori trail, panitia juga menyiapkan podium juara untuk tiga pelari terbaik putra dan putri.

Dengan berbagai inovasi yang dihadirkan, Mangrove Eco Run 3.0 diharapkan menjadi agenda sport tourism yang memperkuat identitas Surabaya sebagai kota yang menggabungkan olahraga, edukasi, riset, dan konservasi lingkungan secara berkelanjutan. (ita)

BRIDA Surabaya Fun Run 3K Kebun Raya Mangrove Mangrove Eco Run 3.0 Mangrove Trail Run 5K Pemkot Surabaya Sport Tourism Trail Run Surabaya
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Burung hingga Kucing Bakau Jadi Bukti Ekosistem Kebun Raya Mangrove Surabaya Tetap Terjaga

26/06/2026 - 17:38 WIB

Tekan Konsumsi BBM, Surabaya Beralih ke Kendaraan Listrik dan Ajukan Dukungan untuk Armada Layanan Publik

25/06/2026 - 18:32 WIB

Pemkot Surabaya Siapkan Buku Bung Karno Jadi Materi Pembelajaran Sejarah di Sekolah

25/06/2026 - 18:23 WIB

Pemkot Surabaya Ajak Sekolah Maksimalkan Libur Panjang untuk Kerja Bakti Gerakan Indonesia ASRI

24/06/2026 - 14:23 WIB

Kembalikan Fungsi Jalan dan Saluran, Pemkot Surabaya Tertibkan 39 Bangunan Liar di Kawasan Asemrowo

22/06/2026 - 17:37 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Usaha di Permukiman, Warga Diminta Cek Legalitas dan Perizinan

18/06/2026 - 20:26 WIB

Comments are closed.

Mangrove Eco Run 3.0 Resmi Dibuka, Surabaya Targetkan 2.000 Pelari

28/06/2026 - 18:34 WIB

Vokasi Jadi Pilihan Utama, Siswi Asal Surabaya Pilih Kuliah Berbasis Praktik demi Kesiapan Kerja

28/06/2026 - 18:26 WIB

Kisah Haru Ibu Anis, Dampingi Anak Sakit Demi Wujudkan Mimpi Masuk Psikologi UNAIR

27/06/2026 - 18:56 WIB

Demi Menjadi Ahli Gizi, Mahasiswi Asal Kalimantan Utara Rela Lepas Status Kuliah di Semarang demi UNAIR

27/06/2026 - 18:41 WIB

Kuatkan Tekad, Siswi Ini Rela Tempuh Perjalanan Udara Demi Masuk FK UNAIR

27/06/2026 - 18:36 WIB

Porwanas XV Makin Siap, SIWO PWI Lampung Terapkan Verifikasi Atlet Berbasis Barcode

27/06/2026 - 10:26 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.