Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»TEKNOLOGI»Smart Wheelchair Khusus Disabilitas

Smart Wheelchair Khusus Disabilitas

TEKNOLOGI redaksi14/10/2017 - 15:00 WIB

Selama ini kursi roda yang ada baik manual maupun otomatis masih membutuhkan kerja tangan penderita untuk menggerakkan roda atau mengoperasikan joystick pada kursi roda listrik.

Bagi penyandang cacat tangan dan kaki akan sulit mengoperasikan secara mandiri kursi roda tersebut dan jika mengandalkan caregiver akan sulit bagi penyandang disabilitas untuk menjangkau lokasi-lokasi tertentu karena kursi roda harus didorong oleh caregiver.

Berbagai permasalahan itulah yang kemudian mendorong grup riset computer vision untuk membuat smart wheelchair.

Disampaikan Ketua Grup Riset Computer Vision Dr Eng Fitri Utaminingrum ST MT, smart wheelchair yang diperkenalkan kali ini merupakan generasi yang kedua. Pada generasi pertama, smart wheelchair dibuat hanya dapat digerakkan menggunakan remote control.

Pada pengembangan versi kedua smart wheelchair sudah dilengkapi dengan teknologi multi navigasi yang memiliki lima fitur input perintah untuk mengoperasikan pergerakan kursi roda.

Adapun fitur pertama dengan menggunakan input perintah melalui LCD yang terpasang di smart wheelchair. Pengguna tinggal menyentuh arah panah kanan kiri atau atas bawah pada layar LCD untuk menggerakkan kursi roda ke kanan kiri atau depan belakang.

Kedua dengan menggunakan handphone memungkinkan pengguna dapat mengoperasikan pergerakan kursi roda dengan dikontrol melalui handphone yang telah terinstal aplikasi khusus.

Ketiga dengan menggunakan perintah suara, pengguna dapat menggerakkan kursi roda dengan mengucapkan arah yang ingin dituju. Kursi roda yang telah dilengkapi dengan sensor suara akan menangkap suara pengguna dan kemudian bergerak sesuai perintah.

Keempat dengan pergerakan kepala, pengguna dapat mengontrol gerak kursi dengan gerakan kepalanya.

Kelima adalah fitur human tracking, dimana kursi roda akan bergerak mengikuti orang didepannya, sehingga guide atau caregiver tidak perlu mendorong kursi roda dan lebih bebas bergerak.

Selain keempat fitur tersebut pada smart wheelchair generasi kedua ini juga telah dilakukan pengembangan pada prosesor yang digunakan sehingga respon gerak kursi roda terhadap perintah pengguna bisa lebih cepat.

Begitu juga dengan mesin yang digunakan pada generasi kedua ini jauh lebih besar, sehingga smart wheelchair dapat melaju lebih cepat dan mengangkat beban tubuh pengguna yang lebih berat hingga 100 kg. Rencananya smart wheelchair ini akan terus dikembangkan, khususnya perbaikan pada setiap fiturnya agar dapat berfungsi lebih optimal.

“Akan terus kita kembangkan. Seperti dari fitur human tracking yang saat ini masih kurang optimal karena faktor cahaya juga masih mempengaruhi kemampuan lensa pada smart wheelchair untuk mendeteksi guide didepannya,” kata Dahnial Syauqy ST MT MSc, dosen FILKOM yang juga anggota grup riset computer vision. (ist)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

ITS Kembangkan Bensin Sawit Ramah Lingkungan, Efisien dan Berpotensi Kurangi Ketergantungan BBM Impor

07/04/2026 - 21:11 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Rompi Pintar SAFE, Tingkatkan Keselamatan Lansia Berbasis IoT dan Deep Learning

13/12/2025 - 00:24 WIB

Balapan Gokart Listrik di Sirkuit ITS

25/11/2025 - 13:00 WIB

ITS Sukses Mendominasi Gemastik 2025

05/11/2025 - 15:00 WIB

ITS Kembangkan Paving Anti-banjir

04/11/2025 - 12:00 WIB

Jam Tangan Daur Ulang Mahasiswa ITS

18/10/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.