Upaya meningkatkan keselamatan lansia di tengah fenomena aging population mendorong mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan inovasi rompi pintar bernama SAFE (Smart Assistive Fail-detection Equipment). Perangkat berbasis Internet of Things (IoT) dan Deep Learning ini dirancang untuk mendeteksi risiko jatuh, mengenali rintangan berbahaya, hingga memantau aktivitas harian secara real-time.
Inovasi tersebut dikembangkan oleh tim mahasiswa Departemen Teknik Biomedik ITS yang beranggotakan Faris Akbar, Ahmad Farhat, dan Katherina Agatha. Ketiganya mempresentasikan SAFE sebagai solusi proteksi lansia yang relevan dengan tantangan mobilitas, terutama di tengah keterbatasan jumlah pendamping atau caregiver.
SAFE tampil sebagai rompi pintar yang dilengkapi komponen seperti sensor IMU, Raspberry Pi 5, GPS Neo BM, kamera, serta aktuator getar. Faris Akbar menjelaskan bahwa sistem yang mereka rancang mampu memberikan peringatan melalui getaran serta mengirimkan notifikasi lokasi kepada pendamping dalam hitungan detik.
Perangkat ini juga diperkuat algoritma Deep Learning untuk mengenali pola jatuh, mendeteksi rintangan, serta membaca aktivitas harian pengguna. Menurut dokter geriatri RSUD dr Soetomo, dr Yudha Haryono Sp N(K), teknologi seperti SAFE dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan keselamatan dan kualitas hidup lansia, terutama dalam layanan kesehatan berbasis monitoring jarak jauh.
Meskipun belum memasuki tahap komersialisasi, tim pengembang terus menyempurnakan fitur SAFE. Salah satu fokus utama adalah memperkuat perlindungan komponen di dalam rompi serta menyusun konsep dukungan asuransi untuk menjamin keberlanjutan perangkat.
SAFE juga telah mengukir prestasi nasional dengan meraih medali perak dalam ajang Gemastik pada Divisi IX Piranti Cerdas, Sistem Benam, dan IoT. Capaian ini semakin memperkuat kontribusi mahasiswa ITS dalam pengembangan teknologi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Selain aspek teknis dan inovasi, SAFE turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Inovasi ini menjadi langkah baru dalam menghadirkan solusi teknologi adaptif yang lebih aman dan inklusif bagi kelompok lansia. (anz)

