Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»CANGKIR KOPI»Barista Cilik di Festival Ngopi

Barista Cilik di Festival Ngopi

CANGKIR KOPI redaksi26/10/2017 - 13:00 WIB

Banyuwangi terus mengangkat kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat, salah satunya tradisi minum kopi suku Using Banyuwangi. Tradisi rakyat ini diangkat dalam ajang Festival Ngopi Sepuluh Ewu yang digelar di sepanjang jalan Desa Kemiren, akhir pekan lalu. Festival ini juga diwarnai aksi barista cilik asli Kemiren.

Warga Desa Kemiren kedatangan ribuan tamu saat berlangsungnya Festival Ngopi Sepuluh Ewu. Mereka semua disambut hangat di halaman rumah segenap warga desa. Ribuan cangkir kopi dan makanan ringan tradisional disuguhkan secara cuma cuma bagi semua yang datang.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan tradisi minum kopi merupakan tradisi warga Using yang menjadi simbol persaudaraan. Mereka memiliki semboyan Sak Corot Dadi Sakduluran, satu seduh kita bersaudara. Sudah sepatutnya pemerintah daerah terus melestarikan budaya yang baik ini.

“Festival ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga semangat gotong royong. Masyarakat rela menyuguhkan secara gratis kopi dan makanan untuk semua orang yang bahkan belum dikenal. Meski terkesan sederhana namun cara ini ampuh untuk merajut persatuan di antara kita,” kata Anas saat membuka Festival.

Saat even berlangsung meja dan kursi kursi tamu yang disiapkan di setiap rumah nyaris tak mampu menampung banyaknya orang yang datang. Antusiasme pengunjung festival ini terus bertambah di setiap tahun penyelenggaraannya.

Tidak hanya antusiasme merasakan tradisi minum kopi saja yang berhasil muncul dari penyelenggaraan even ini. Yang membanggakan even ini telah merangsang munculnya bibit-bibit muda penyaji kopi handal atau barista dari Desa Kemiren.

Di festival itu ditampilkan tiga barista cilik. Salah satunya Shavira Putri Windiarti yang malam itu terlihat terampil menyeduh kopi. Gadis berusia 10 tahun itu, dengan hati-hati mengukur takaran bubuk kopinya. “Kopinya 40 Mg, nanti airnya banding sepuluh,” jelasnya sembari melakukan proses pure over.

Putri, sapaan gadis yang masih kelas 6 SDN 1 Mojopanggung itu, kemudian menyeduhkan air panas ke bubuk kopi yang telah disiapkan di atas alat penyaring kopi, Chimex. Air panasnya sendiri, disiapkan oleh Muhammad Ridlo Fadil Banan (10), barista cilik lainnya.

“Suhu airnya harus 92 derajat,” terang Fadil, bocah yang masih kelas 4 SDN 1 Mojopanggung, Giri itu, seraya menunjukkan suhu air pada papan temperatur di kompor elektroniknya.

Bagi mereka, menyajikan kopi yang baik dan benar bukanlah perkara mudah. Ada takaran dan teknik tertentu untuk bisa menghasilkan secangkir kopi yang nikmat.

Ketiga barista cilik tersebut, merupakan binaan dari master kopi dunia asal Banyuwangi, Setiawan Subekti. Mereka dikenalkan dan dilatih tentang bagaimana membuat kopi yang benar. “Lebih dari 7 kali pertemuan untuk bisa mengajarkan mereka cara membuat kopi,” tutur pemilik Sanggar Genjah Arum itu.

Iwan pun memuturkan bagaimana dia mengajari anak-anak ini. Awalnya mereka diberi kebebasan bermain dengan kopi dan berbagai peralatannya. Setelah timbul ketertarikan, mulai diajarkan materi. Mulai dari yang dasar, seperti takaran kopi dan air, perbandingannya hingga teknik menuang airnya.

“Untuk menghasilkan cita rasa kopi yang baik memang semuanya memiliki pengaruh. Tidak bisa sembarangan. Itu yang saya ajarkan dengan cara bermain-main.Jika sejak dini sudah belajar dan lagi sudah menyenanginya, bukan tidak mungkin untuk bisa menjadi barista profesional yang handal,” ceritanya. (sak)

warkop
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.